
Brak..!
Pintu terbuka lebar lebar ketika Rey menendang nya.
"Ternyata sang pahlawan sudah datang hoammm kau lama sekali!"
Rey tak menghirau kan ucapan Alvaro dan berjalan ke arah Aurel namun di cegat oleh Alvaro.
"Eitsss, sandra tak bisa kau selamat kan begitu saja kamu harus menghadapi pelaku terlebih dahulu!"
"Banyak bacot" ucap Rey yang segera memukul perut Rey,Rey meringis kesakitan iya tak sempat menghindar.
Rey melihat Aurel yang merintih kesakitan,Iya pun segera membuka tali itu dan bersiap pergi namun kaki nya di tahan oleh Alvaro,Alvaro bangkit.
"Ternyata kau langsung bertindak tanpa berpikir ya!, bagus bagus tapi apa kamu pikir bisa pergi begitu saja?"
Alvaro menarik kerah baju Rey dari belakang membuat Rey agak kesakitan dan melepas gemgaman tangan nya dari tangan Aurel.
Rey segera berontak hingga terlepas.
"Ternyata tenaga mu cukup kuat" ucap Alvaro yang mengeluar kan sebuah belati,Rey bersiap untuk melawan tapi iya tak pernah menyangka jika belati itu bukan untuk nya melainkan.
"Lepas kan!" Berontak Aurel yang kini berada dalam dekapan Alvaro,Alvaro mengarah kan Belati nya ke arah leher Aurel hal itu sontak membuat Rey marah"lepas kan Dia!, kamu sungguh berani"
"Tentu saja aku harus berani, dan satu lagi jangan mendekat' atau Aku tak akan segan untuk menancap kan belati ini di lehernya; Aku tahu kamu tak mengingin kan nya kan?"
Rey menggertak kan gigi nya lalu menatap tajam ke arah Alvaro"apa yang kau ingin kan?!"
"Aku? ,ingin kan sederhana saja berlutut lah di kaki ku aku dengan senang hati akan melepas kan nya, bagaimana?"
Rey yang mendengar itu diam lalu di tatap nya Aurel sendu, Dengan amat berat hati Rey ingin berlutut.
Sontak hal itu membuat Aurel membelalak kan mata nya.
"Jangan lakukan itu!" Teriak Aurel yang langsung menghempas kuat tangan Alvaro alhasil membuat leher nya tergores sedikit.
__ADS_1
Tanpa sadar Aurel segera memeluk Rey yang ingin berlutut lalu menampar wajah nya"apa yang membuat mu ingin melakukan hal itu hah? Kau korban kan harga diri mu agar bisa menyelamat kan ku? Kenapa kau sangat bodoh hiks" ucap Aurel yang di akhiri air mata.
Rey yang melihat itu terdiam"Aurel!" Gumam nya lalu balik memeluk tubuh Aurel.
Alvaro yang melihat itu menguap bosan lalu mengarah kan belati nya ke arah ke dua nya,Aurel yang segera sadar pun melempar kan apa pun yang berada di depan nya ke arah Alvaro iya sangat kesal.
"Kau pria sialan!;Kamu pikir kamu sehebat apa hingga bisa mempermainkan kami hah?"
"Who!, ternyata kamu punya ke beranian yang tinggi nya" ucap Alvaro yang ingin menyentuh wajah Aurel namun di tepis kasar oleh Rey
"Jangan sentuh, Dia milikku"
Alvaro terbahak bahak"benar benar pasangan serasi"
Aurel berdiri,"Kamu pria bejat. Cepat hapus rumor di internet itu!, ini semua ulah mu bukan?!"
"Hmmm, maaf nona tapi permintaan mu itu tak bisa di proses aku tak akan menghapus nya ,Tenang saja nama baik mu pasti akan tetap aman jika di latar belakangi keluarga Ardenixc.
Aurel terdiam."Eh? Kenapa aku se akan pernah mendengar nama keluarga ini?" Batin nya.
"Jangan bilang Dia belum memberitahu jika Dia adalah anak keluarga Ardenixc wah! Tuan kamu sangat suka membohongi istrimu ya"
Rey yang mendengar itu langsung menghajar Alvaro habis habisan,Alvaro yang tak siap pun terkena hajaran itu wajah nya babak belur.
"Kau benar benar pengecut berani menyerang ku saat aku tak siap"
"Itu salah mu' seharus nya kamu harus bersiap kapan saja!" Ucap Rey lalu menarik tangan Aurel keluar.
Alvaro memegang perut nya," Sial !, aku lupa dia bisa beladiri tapi aku tak menyangka wanita itu akan melawan ku cih pion yang susuh di atur, dan juga di mana si gadis bodoh Jingga itu kenapa iya tak datang?!"
..
Rey memasuk paksakan Aurel ke dalam mobil hal itu membuat Aurel hanya bisa menggerutu dalam hati.
Semasa perjalanan tak ada yang berbicara hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah di mana Aurel di kurung sebelum nya.
__ADS_1
Di saat Aurel turun tanpa izin dan aba aba Rey langsung menggendong tubuh Aurel"apa yang kau lakukan? Lepas!" Aurel mencoba memberontak namun hanya akan sia sia saja.
Saat berada di kamar Rey segera melempar Aurel ke kasur,Aurel meringis kesakitan mengusap pantat nya yang ke sakitan"kenapa kau melakukan ini hah?"
Rey menindih tubuh Aurel,muncul firasat buruk dalam hati Aurel "hei turun dari tubuh ku berat sekali"
"DIAM..!"
Aurel langsung terdiam ketika melihat wajah Rey yang musam "apa lagi nasib buruk yang akan menimpaku?" Batin Aurel.
Rey mengusap wajah Aurel dengan kasar
"Kau tahu? Kau sungguh keterlaluan!' Pertama membuat ku cemburu dan sekarang kamu membuat ku marah selanjut nya apa lagi yang ingin kamu coba lakukan?! Aurel ingat satu hal aku punya batas kesabaran jadi jangan coba coba menguji kesabaran ku, kamu mengerti?" Ucap Rey dengan nada datar dan dingin dan segera di angguki oleh Aurel.
"Sudah selesai bukan? Jadi tolong kamu turun dari tubuh ku" ucap Aurel dengan hati hati takut malah membuat pria ini marah.
Rey merespon ucapan Aurel dengan sebuah ciuman hal itu tentu membuat Aurel kaget lalu mendorong tubuh Rey.
"Kenapa kau mendorong ku? Bukan kah seharus nya kamu diam saja di sana Aurel apa kamu lupa satu hal? Kamu sudah menjadi istri ku jadi apa pun yang ku perlukan dan ku ingin kan harus kamu turuti" tutur Rey yang malah di pelototi Aurel.
"Sejak kapan ada kamus begituan? Seharus nya itu istri nindas suami!"
Rey yang mendengar itu memukul dahi Aurel lalu mengumbar senyum"kamu sangat kurang ajar!"
Rey turun dari tubuh Aurel lalu memperbaiki baju nya
Aurel duduk si ranjang"hmm sekarang apa yang kamu ingin kan lagi?, apa sudah puas kamu menuduh ku?!"
"Menuduh mu? Hadehh aku hampir melupakan nya seharus nya kau juga di hukum karena telah membohongiku" ucap Rey dengan senyum licik di wajah nya.
"Hah? Aku tidak membohongi mu! Jelas jelas aku sudah menyangkal nya sejak dulu, dan juga kamu yang harus nya di hukum!" Ucap Aurel yang balik marah kepada Rey.
Rey merasa lega ketika melihat sifat asli Aurel yang keras kepala kembali iya lebih menyukai Aurel yang seperti ini.
Rey mendekat kan dahi nya ke dahi Aurel"aku ingin kamu jujur, sebenar nya bagaimana perasaan mu padaku?" Tanya Rey lalu menutup mata nya.
__ADS_1
Aurel terdiam pertanyaan yang iya tak ingin keluar dari mulut lelaki ini akhir nya iya lontar kan bagaimana ini jika iya bilang menyukai nya pasti merasa gengsi tapi jika iya mengatakan tak menyukai pria ini hati nya resah.