
Ding Dong
Aurel berdiri lalu berjalan ke arah pintu membuka nya perlahan ternyata Silvi yang membunyikan bel tapi iya membawa seseorang siapa lagi kalau bukan Jingga.
Silvi kaget ketika melihat Aurel ,amarah nya pun menjadi.
"Kamu?! Kenapa kamu di sini?"
Aurel membuka pintu lebih lebar agar Silvi dapat melihat orang orang di dalam agar Silvi tak memperlakukan nya buruk iya malas berdebat
"Sebenar nya aku datang ke sini-"
Belum sempat Aurel menyelesaikan perkataan nya Silvi sudah menampar nya,Jingga yang melihat itu berpura pura terkejut lalu menutup mulut nya
"Kakak jangan terlalu kasar pada nya Dia sekarang adalah adik ipar mu" ucap Jingga yang mengelus pundak Silvi.
Silvi meludah,"apa nya adik ipar bahkan aku tak merestui nya sedikit pun!"
Mendengar hal itu Jingg menyeringai lalu mengalih kan pandanagn nya ke arah Aurel yang memasang wajah masam
"Rasakan makanya jadi wanita jangan terlalu percaya diri" batin Jingga
Silvi masuk ke dalam menabrak tubuh Aurel hingga terjatuh ,Aurel yang tak fokus pun terjatuh melihat hal itu Jingga berjongkok se akan ingin membantu Aurel.
"Hehe bagaimana? Apa kamu pikir hanya dengan menarik perhatian Rey kau mampu mendapat kan segala nya? Ingat satu hal aku adalah orang pertama yang di sukai nya apa kamu pikir Dia bisa melupakan ku semudah itu, kamu terlalu percaya diri!" Ucap Jingga setengah berbisik
DEG
Aurel merenung apa ini? Kenapa iya merasa bahwa perkataan Jingga ada benar nya? Dia bukan siapa-siapa di hati Rey. Kemunkinan Rey mau menikahi nya hanya karna untuk bertanggung jawab semata
"Apa yang kau pikir kan Aurel kenapa kau selalu memikir kan pria itu? Dia bukan siapa-siapa mu lagian dia juga belum tentu mencintaimu, tapi entah mengapa hati ku sedih mendengar bahwa Jingga adalah orang pertama yang di sukai Rey ,apa ini? Apa aku menyukai nya" batin Aurel
Jingga yang melihat wajah Aurel yang semakin gelap saja menyeringai lalu segera menyusul Silvi yang sudah berada di ruang tamu dimana Rey dan yang lain nya duduk ,setelah Silvi mengatakan untuk duduk iya pun duduk.
"Uhuk.. Seperti nya ibu ke kamar dulu kalian bisa di tinggal kan oh iya aku akan membawa cucu ku ini ke atas" Ucap Mika lalu berjalan naik ke atas
__ADS_1
Setelah ke pergian Mika ,Aurel datang lalu duduk di sebelah Rey suasana menjadi amat canggung karena tak ada yang mau memulai berbicara hingga suara Rey memecah keheningan
"Ehem,ada apa kakak? Tidak bicara tak seperti biasa nya?"
Silvi berdiri mata nya memincing tajam ke arah Rey dan Rey.
"Kamu? Kenapa kamu membawa wanita Jalan* ini ke rumah apa kamu sudah buta Rey?"
Rey yang mendengar itu ikut berdiri iya menatap datar ke arah Silvi
"Kakak,kamu boleh melakukan apa pun padaku tapi aku tak suka melihat Kakak melukai orang yang ku cintai..!"
Aurel yang melihat itu terharu namun juga Ragu apa benar Rey mencintai nya? Atau ini hanya bentuk penipuan?
Melihat ke raguan dimata Aurel ,Jingga tersenyum jahat iya terpikir sebuah rencana yang mampu membuat batin Aurel tersiksa
"Rey.., kenapa? Apa selama ini aku tidak cukup baik di mata mu? BUKAN NYA KAMU BILANG DULU ORANG YANG KAMU CINTAI ADALAH AKU..! DAN HANYA AKU" ucap Jingga dan meninggikan suara nya di akhir kata.
Rey terdiam mengingat masalalu memang iya pernah mengatakan hal itu pada Jingga tapi itu adalah masalalu! Pandangan seseorang pasti akan berubah jika sudah lama di tambah di hianati jadi jangan salah kan diri nya
IYA TELAH JATUH CINTA
"Aku ketoilet dulu sebentar" ucap Aurel berdiri mencari alasan agar bisa menenangkan hati nya
Aurel yang melihat itu agak curiga "kenapa dengan nya?" Batin Rey namun hanya menggangguk kan kepala nya kemudian Aurel pun pergi dari sana.
Kini ruang tamu hanya di huni oleh Silvi,Jingga dan Rey "Rey'Aku heran apa yang kau lihat dari wanita itu? Jelas-jelas dia kalah fisik dan kemampuan!"
"Kakak tau? Cinta itu tak memandang fisik tak pula memandang harta maupun kemampuan cinta itu datang nya dari hati!" Ucap Rey yang berlalu pergi dari sana
Silvi melamun hingga suara Jingga membunyar kan lamunanya
"Kak, ada apa? Kenapa kamu melamun?"
"Oh tidak ada sebaik nya kamu istirahat dulu kamu pasti lelah di lantai dua ada kamar kosong kamu bisa tidur di sana"
__ADS_1
Jingga hanya mengangguk lalu berjalan berdampingan dengan Silvi ke arah kamar masing-masing
Di toilet
"Huh,aku kenapa sih? Kenapa aku se akan tak terima melihat mata Rey yang tak ada respon ketika Jingga mengatakan Dia adalah cinta pertama nya se akan aku ingin melihat ekspresi marah atau sejenis nya! Tak munkin kan aku memiliki perasaan pada pria itu? Aurel sebaik nya kamu tenang kan diri mu kamu tak munkin menyukai pria modelan begitu!" Ucap Aurel bersikeras mengatakan jika iya tak menyukai Rey namun iya tak bisa membohongi diri nya
"Akhh sialan"
Aurel meninju kaca hingga pecah bahkan tangan nya berdarah iya sangat kesal
Aurel pun berjalan keluar dari toilet menuju ke arah kamar nya yang telah di tunjukkan Rey tadi tapi Aurel tak menyadari jika Rey sedari tadi mengintip nya
Saat Aurel masih berada di toilet ,Rey lewat dan melihat pintu tak di kunci agak ragu Rey memutus kan untuk mengintip dan tak sengaja mendengar ucapan Aurel tadi
Iya senyam-senyum sendiri"apa dia tak suka aku terlalu dekat dengan Jingga? Apa dia Mulai menyukai ku? Kalau begitu.." ucap Rey yang sengaja tak melanjut kan ucapan nya
Rey masuk ke dalam toilet ,iya menggeleng kan kepala nya di kala melihat bekas pecahan kaca
"Dasar keras kepala !" Gumam Rey
Rey pun segara keluar dari toilet menuju ke arah kamar nya
Sesampai nya di kamar Rey melihat Aurel yang baru saja selesai berpakaian iya mengenakan piyama berwarna biru tua dan rambut nya iya gerai
Aurel yang menyadari ke hadiran Rey pun bingung"kenapa di sini?"
"Tentu saja tidur" ucap Rey dengan ketus jujur saja iya malu sekali dengan situasi nya yang sekarang,
Aurel yang mendengar kan itu membelalak kan mata nya
"Hah? Tidur? Tidak ada kamar lain apa aku ini tidak bisa tidur dengan orang lain di satu kasur lebih baik kamu cari kamar lain di rumah ini kan banyak kamar"
Rey berjalan ke arah kasur dimana Aurel tengah duduk naik keatas"tapi ini kan kamar ku! Lagian memang nya kenapa kalau tidur bersama bukan nya kita ini suami istri bukan nya sepantas nya kita tidur bersama di saat tidur?"
"Kau...!"
__ADS_1