
"Apa kah aku boleh bertanya siapa nama mu?"
Wanita itu tertawa lalu berjongkok menyetarakan tinggi nya dengan Devi
"Tentu saja nama kakak Geby jika kamu?"
"nama aku Devi!"
Geby tersenyum lalu memeluk Devi"kau sangat imut lain kali kita bertemu lagi aku masih banyak urusan" iya pergi melambaikan tangan nya ke arah Devi dan Devi hanya membalas nya dengan senyuman
Aurel membawa Devi masuk ke taman duduk di sana menghilang kan rasa bosan
malam pun tiba para tamu undangan mulai berhadiran Dava ,Devi dan Aurel sudah mengganti baju nya hanya perlu menunggu kedatangan Rey tepat saja Rey berjalan dari Arah pintu gerbang menuju ke arah si kembar
Dava dan Devi berlari meninggal kan Aurel ,melihat itu Aurel hanya mampu menggerutu dalam hati nya kesal akan tingkah perhatian Rey "dasar caper" gumam Aurel
Rey yang samar samar mendengar ucapan Aurel
hanya mentap nya Datar
acara pun Dimulai sorak sorai para tamu memenuhi
malam itu.
Aurel duduk di sebelah meja yang di tempati oleh Rey iya tak mau semeja dengan Rey masih kesal akan perilaku Rey
"REY.."
Rey menoleh lalu mendapati Jingga yang tengah berjalan ke arah nya sembari mengumbar senyum manis se akan akan tak menyadari jika Aurel berada di sana
Aurel yang melihat itu hanya memutar bola mata nya malas itu bukan urusan nya!
Rey mengangkat sebelah alis nya"ada apa!..?"
nampak Jingga malu malu lalu memegang tangan Rey erat
"apa kamu mau berdansa dengan ku?"
Aurel tersedak ludah nya sendiri entah mengapa perkataan singkat dari Jingga membuat nya sesak sedikit tak rela tapi iya segera menyingkir kan perasaan nya
__ADS_1
"itu bukan urusan ku!" batin Aurel
melihat Aurel yang tak menunjukkan ekspresi apa pun membuat Rey menjadi kesal iya menantikan Aurel menatap tak suka ketika Jingga mengatakan itu. Iya menerima uluran tangan Jingga membuat Hati Jingga amat senang
"boleh boleh saja"
"apa dia telah melupakan semuanya? kalau begitu bagus lah" batin Jingga lalu mengalih kan pandangan nya ke arah Aurel yang masih tak merespon
Jingga dan Rey berjalan menuju ke tengah tengah kerumunan lalu berdansa
tatapan semua orang terlaih kepada ke dua nya menatap kagum dan juga iri
tubuh Jingga melenggok lenggok mengikuti tarian Dansa Rey ,
Rey hanya tersenyum palsu mengalih kan pandangan nya ke arah Aurel dan lagi lagi membuat nya kesal
"lihat saja aku pasti akan menghukum mu!" batin Rey menatap kesal ke arah Aurel
menyadari tatapan itu membuat Aurel bingung apa dia melakukan kesalahan? ah sudah lah toh dia yang mau berdansa dengan Jingga jadi dia hanya merespon nya dengan senyum kikuk
Dava dan Devi yang melihat Jingga dan Rey berdansa menjadi kesal mereka pikir yang seharus nya berada di sana adalah Ibu nya
"iya seharus nya mama yang ada di sana"
kembali ke keadaan Jingga dan Rey yang masih tak selesai berdansa ,Jingga menatap lembut ke arah Rey namun membuat Rey se akan ingin muntah.
"Rey ,ku mohon jangan tinggal kan aku ,aku menyukai mu aku ingin selalu bersama mu hingga kita menua"
ucapan Jingga munkin akan membuat hati orang lain luluh namun tidak Untuk Rey
iya tahu jika semua ucapan Jingga hanya ke bohongan semata apa nya yang cinta hingga hidup menua jelas jelas iya melihat dia selingkuh apa dia masih bisa mempercayai nya jangan konyol!.
Tapi Rey tak menunjukkan wajah tak percaya nya melain kan se akan menyetujui iya ingin mempermain kan hati wanita di depan nya ini
,Jingga yang melihat ekspresi Rey sangat senang iya berpikir langkah selanjut nya untuk menjatuh kan Rey akan lebih mudah.
tatapan Jingga kembali teroleh ke arah Aurel yang tak mengubris sama sekali mereka berdua dan memilih bermain dengan ke dua anak nya
Jingga mengiring Rey untuk berjalan lebih dekat ke arah Aurel dengan masih pada tarian dansa nya iya ingin melihat wajah marah Aurel ketika melihat Jingga dan Rey berdansa di depan mata nya.
__ADS_1
Rey mengikuti nya.
Di depan mata Aurel iya melihat ke dua nya berdansa layak nya sepasang kekasih yang mesra dan romantis membuat dada Aurel sesak iya bingung ada apa dengan diri nya?
tapi ekspresi nya tetap datar mencoba untuk tenang hal itu membuat Jingga tak senang bukan ini ekspresi yang ingin iya lihat melain kan ekspresi marah dari Aurel
Jingga pun dengan sengaja menginjak gaun panjang nya lalu pura pura terjatuh spontan hal itu membuat nya menarik baju Rey dan terjatuh di tanah secara bersamaan ,Rey menindih tubuh Jingga
Aurel membulat kan mata nya dan berdiri.
"aku ke toilet dulu tolong jaga Dava dan Devi!" ucap nya dingin ke arah Rey dan di angguki oleh Rey
"apa Dia marah?" batin Rey
Rey segera berdiri dan tanpa perasaan tak membantu Jingga untuk berdiri ,Jingga dengan kesal pun berdiri lalu menghampiri Rey
"Rey terimakasih karena telah menemani ku berdansa!" iya lagi lagi tersenyum manis membuat Rey ingin muntah
Jingga mengalih kan pandangan nya pada Dava dan Devi lalu berjongkok"ah ternyata mereka anak kecil yang selalu bersama mu ternyata lucu dan imut nya" Jingga ingin menyentuh kepala Devi namun segera di tepis kasar oleh Dava
"jangan sentuh adikku!.." Ucap Dava dengan dingin lalu menarik Devi ke arah Rey bersembunyi di balik punggung nya
"mereka tak suka di sentuh oleh orang yang tak mereka kenal!.." Ucap Rey tak kalah dingin dari ucapan Dava
Jingga tersenyum kikuk lalu melambaikan tangan nya ke arah Dava dan Devi"tenang saja tante bukan orang jahat"
tak ada respon membuat Jingga malu dan memilih pergi
"awas kalian!" batin Jingga
Dava dan Devi keluar dari balik punggung Rey lalu melompat kepelukan nya "papa kenapa Dansa ama tante jahat itu kenapa gak Dansa ama mama?"
Rey tersenyum lalu membisik kan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh Dava dan Devi
si kembar tertegun lalu segera mengumbar senyum jahat di wajah nya seolah olah tengah merencanakan sesuatu yang jahat untuk di berikan kepada Aurel
"hehe tunggu saja ma!" batin si kembar yang masih menyeringai jahat
Rey pun mengambil Kue lalu menaruh nya di piring ,menyuapi satu persatu si kembar ,Dava dan Devi yang amat senang pun juga balik menyuapi Rey
__ADS_1
orang orang yang tak sengaja melihat hal itu pun merasa terharu akan ke harmonisan ayah dan anak itu.