
Malam itu Aurel terpaksa harus tidur di sana karena paksaan dari Dava dan Devi iya heran sihir apa yang di gunakan oleh Rey menyebap kan Dava dan Devi mudah akrab dengan nya atau ini yang di sebut ikatan darah antara anak dan ayah?
Aurel tidur di kamar Dava dan Devi sedang kan Rey iya pulang ke rumah utama keluarga nya berniat untuk memberikan waktu untuk anak dan ibu itu bersama.
Pagi hari
Rey sudah berpakaian rapi iya sudah berjanji untuk pergi bersama Dava dan Devi ke sekolah untuk acara pesta
"Rey!"
Rey menoleh ketika mendengar Silvi memanggil nya iya menaikkan alis nya"ya ada apa?"
Silvi tersenyum lalu mendekat ke arah Rey"Rey hari ini kamu temani Jingga untuk menghadiri pesta ulan tahun Sd glory ya dia tak punya teman sekaligus ini bisa mempererat hubungan kalian." Tutur Silvi
"Kak? Apa kamu tak mendengar ucapan ku semalam? Sampai kapan pun aku tak akan mau lagi bersama dia ,bagi ku dia adalah wanita murahan yang sesungguh nya!."
"REY.."
Terlambat Rey sudah berlalu pergi meninggal kan Silvi dalam ke adaan kesal
"Ini pasti karena wanita itu! Ya itu pasti karena Dia akhhh" Silvi melempar kan barang barang di meja
Ibu Rey turun dari lantai atas ,melihat Silvi yang sudah seperti orang kerasukan membuat nya Khawatir"ada apa dengan mu Silvi mengapa kau melempar barang barang?"
"Mama! Apa kau tahu itu Rey sudah mulai membantah padahal aku melakukan nya untuk kebaikan nya agar wanita ular itu tak menggoda nya lagi tapi memang wanita Rendahan apa yang sebenar nya iya rencanakan!.."
"Apa ini bersangkutan dengan Jingga?"
Silvi mengganguk membuat Ibu Rey menghela nafas panjang
"Silvi sebaiknya kamu jangan terlalu ikut campur dengan urusan Rey dan juga Jingga menurut mama bukan orang baik baik !"iya pergi meninggal kan Silvi yang semakin kesal
"Bukan nya membela ku malah mengatai Jingga bukan orang baik baik bahkan mama sendiri saja sampai berkata seperti itu aku heran apa mata Rey buta? Wanita cantik,seksi dan baik di sia siakan dan malah memilih wanita yang bahkan tak iya kenali sama sekali!"
Silvi keluar dari rumah.
__ADS_1
..
Mobil Rey berhenti di rumah yang di tempati Aurel dan si kembar Iya melangkah masuk ke dalam ,dan saat masuk ke dalam bau aroma sedap menyengat di hidung nya iya berjalan mengikuti aroma itu ternyata asal nya dari dapur
Aurel tengah memasak dan tak menyadari kehadiran Rey,Rey berjalan mendekat lalu memeluk tubuh Aurel
"Selamat pagi" bisik Rey
Entah mengapa sejak mengenal dekat Aurel, Rey se akan akan terus terpikat dengan pesona Aurel iya tak bisa melupakan senyum yang selalu terbit di wajah cantik Aurel.
Aurel yang kaget pun tanpa sengaja melempar sendok ,karena tubuh nya yang tak seimbang iya pun terjatuh dan menindih tubuh Rey
Ke dua nya terdiam saling memandang ,tanpa sadar tangan Rey mulai menguat kan pelukan nya di tubuh Aurel se akan akan tak berniat untuk melepas kan nya sedang kan Aurel iya masih bingung dan linglung
Hingga suara Devi menyadar kan mereka berdua"mama!" Teriak Devi lalu melirik ke arah lantai lalu menutup mulut nya
"Apa yang mama ,papa lakukan di lantai seperti itu?" Tanya Devi dengan polos
Aurel segera berdiri di ikuti oleh Rey namun tangan Rey masih memeluk erat perut Aurel ,Aurel yang risih pun mencubit pelan tangan Rey
"Aduh." Ringis Rey pelan
Rey menatap aneh ke arah Aurel lalu menyunggingkan senyum iya memeluk erat Tubuh Aurel se akan akan tak jerah dengan hukuman yang di berikan Aurel
Devi mendekat lalu menarik tangan Aurel "mama antar aku ya"
Aurel hanya mengganguk lalu membawa Dava dan Devi menuju ke sekolah sedang kan Rey iya sudah pergi ke kantor terlebih dahulu
Sisi lain
"Clarissa?" Clarissa menoleh kan kepala nya lalu melihat wanita yang tak lain adalah ibu Aurel (Risa) nyonya keluarga Zovanka
"Mama!" Seru nya
Clarissa Zovanka anak angkat dari keluarga Zovanka entah bagaimana iya menghasut keluarga Zovanka dan di angkat menjadi anak angkat
__ADS_1
"Hari ini kamu sangat cantik pasti nanti di pesta kamu akan menjadi pusat perhatian!" Clarissa tersenyum lalu memeluk Risa
"Ya clarissa memang akan menjadi gadis paling cantik tapi aku rasa itu hanya di mata ibu saja!"
Risa mengelus kepala Clarissa lalu menunjukkan nya sebuah kalung yang sangat indah, mata Clarissa berbinar lalu mengambil ahli Kalung tersebut
"Ini kalung siapa bu?"
Risa tersenyum lalu memaikaikan kalung tersebut ke leher Clarissa "tentu saja kalung mu!"
Sebenar nya Risa berbohong ,kalung itu adalah milik Aurel dulu kalung itu di berikan oleh nenek nya sebelum meninggal Aurel sempat memakai nya sebulan namun segera iya lepas karna menurut nya terlalu mencolok
Clarissa mengambil hp nya laku berkaca di sana iya kagum melihat bayangan nya ketika memakai kalung itu begitu indah dan elegan
"Nanti malam kamu pake kalung ini ya!" Ucap Risa dan di angguki oleh Clarissa
"Aku ingin menantikan bagaimana reaksi Aurel ketika melihat aku telah menjadi anak angkat keluarga nya dan bahkan di belikan barang se indah dan semewah ini" ucap Clarissa dengan senyum licik di bibir nya
"Sebaik nya kita pergi memilih baju yang bagus untuk mu dulu Clarissa mama melihat tak ada baju yang pantas untuk mu di lemari semua baju itu murah dan kotor" lagi lagi Clarissa berbinar ini yang iya suka berbelanja
"Keluarga kaya memang sangat menyenangkan" Gumam Clarissa
"Apa kamu berbicara?" Tanya Risa yang samar samar mendengar ucapan Clarissa
"Aku hanya berpikir ibu terlalu baik padaku padahal aku hanya anak angkat saja" ucap nya dengan wajah polos dan lugu Risa tersenyum dan tiba tiba saja iya teringat akan Aurel
Di sisi Aurel.
Aurel tengah berjalan jalan bersama Dava dan Devi di taman sekolah memang hari ini libur karna perayaan hari ulan tahun sekolah yang ke 15 semua murid bebas melakukan apa pun dan juga banyak orang yang di undang
Memang SD ini cukup terkenal banyak siswa siswi Genius di sana dan juga anak orang kaya jadi tak sembarang orang bisa bersekolah di sana.
Devi mengajak mereka ke arah taman bunga kata nya di sana ada seorang guru musik yang tengah bermain piano Devi ingin melihat nya.
Benar saja di saat sampai di sana ada seorang wanita berkisar umur 22 tengah bermain piano dengan bahagia iya memencet dari satu tust ke tust lain nya membentuk lirik lagu yang amat enak di dengar kemudian iya berhenti karena permainan nya sudah selesai
__ADS_1
"Bu guru!" Teriak Devi melihat wanita itu semakin menjauh pergi
Wanita itu kembali karena Devi memanggil nya"ada apa adik manis?"