
Aurel memegang kepala nya yang terasa pusing ternyata efek obat yang di masukkan Jingga ke jus itu sangat kuat
"Sialan wanita itu!, untung saja aku segera pergi dari sana" Gumam Aurel yang terus melangkah mencari taksi untuk mengantar nya pulang
Saat di area parkiran Aurel tanpa sengaja menabrak seseorang lalu memeluk nya"hangat" gumam Aurel yang mulai lehilangan ke sadaran nya.
Segera Aurel menjauh kan diri dari lelaki di depan nya itu ingin pergi tapi tangan nya di cegat oleh lelaki itu.
"Kenapa?" Ucap Aurel agak kesal
"Kamu kenapa ada di sini?!"
"Heh!, memang kenapa kalau aku di sini? Itu bukan urusan mu dan lagi kamu siapa berani memegang megang ku? Lepas aku ingin pergi" ucap Aurel dengan ketus
Lelaki itu tersenyum lalu memeluk tubuh Aurel"Dua hari tak ku perhatikan kamu semakin bertingkah ya!" Bisik nya di telinga Aurel
Kesal!
Aurel memukul perut lelaki yang tak lain adalah Rey lalu berlalu pergi"cih..Jangan memerintah ku!" Teriak Aurel menggebu gebu.
"O sudah berani ya" Rey menyusul Aurel.
Se sampai nya di depan Aurel segera Rey membopong tubuh Aurel membuat wanita itu kesal dan memukul nya namun Rey bersabar dalam hati nya karna iya tahu Aurel sedang dalam kendali alkohol
Rey memaksa Aurel masuk ke dalam mobil nya
"Kamu sialan! Turun kan aku,atau aku hajar kamu" ancam Aurel
Rey tak memperdulikan perkataan Aurel membuat Aurel kesal lalu memeluk tubuh Rey."Jika kamu tak menurun kan ku Aku akan benar benar membuat mu menyerah!" Ucap Aurel dengan suara meninggi
Cup
Kecupan singkat itu mendarat di pipi Rey, hal itu membuat Rey mematung hingga menghentikan mobil nya.
Apa ini hanya perasaan ku?Barusan Dia mencium pipi ku?
Rey yang bengong membuat Aurel memukul kepala nya lalu memeluk Rey erat se akan tak mau melepas kan nya"jika kamu tak mau menurun kan ku maka kamu tak boleh pergi!"
__ADS_1
Rey kembali menjalan kan mobil nya sembari tersenyum tak jelas,suasana hati nya kini berubah menatap lekat ke arah Aurel yang duduk di samping nya sembari terus memeluk pinggang nya
-
-
"Akh" teriakan itu menggema di ruangan mewah itu,Jingga terduduk di lantai dengan gemetaran melihat sebuah ular beracun mendekati nya.
Bulu kuduk Jingga berdiri ketika seorang pria tengah menatap nya tajam Dia!
Lelaki Tua yang menjadi dalang di balik kejadian kejadian ini semua,di mulai dari hancur nya keluarga Alvaro,Aurel dan sekarang Menarget kan Rey dan memanfaat kan Jingga.
Tapi Jingga yang tak berguna hanya menghambat nya saja.
"Tuan." Lirih Jingga sembari mengepal kuat tangan nya ketika ular dari Tuan nya itu sudah ada di dekat nya
Ular itu seketika kembali ke kandang nya ketika si Tuan yang sudah berumur 50 an. mengarah kan untuk masuk ke kandang,Ular itu sudah di jinak kan dan di latih oleh Si Tua itu.
Ada rasa lega dalam hati Jingga dan juga rasa Khawatir.
Mendengar hal itu Jingga segera berdiri lalu menunduk penuh hormat"Terimakasih atas pengertian Tuan!.Aku akan melakukan yang terbaik kali ini." Ucap Jingga dengan gugup
"Kali ini jangan sampai gagal atau kamu akan menerima akibat nya, kamu tau kan akibat nya?!"
Jingga segera menggangguk kemudian Si Tua itu pergi
Setelah ke pergian Si Tua itu Jingga segera berlari pergi keluar dari ruangan itu lari sejauh jauh nya agar tak bertemu dengan Si Tua itu.
"Cih,kenapa dulu aku mempercayai nya untuk membalas dendam? Dan sekarang aku malah di manfaat kan!.Lihat saja pak Tua aku akan memberikan mu pelajaran suatu saat atas penghinaan mu" gumam Jingga lalu menghentikan taksi yang kebetulan lewat
"Jln xx" ucap Jingga memerintah sang supir
"Sebaik nya aku memanfaat kan kakak bodoh nya itu agar bisa memasuki rumah nya dan di sana aku bisa menghasut ibu nya dan saat aku sudah bisa menghasut ibu nya aku akan berencana memberikan neraka bagi Aurel dan saat Aurel pergi maka Rey akan bisa ku taklukkan dan saat itu tiba kehancuran mu akan dekat!" Ucap Jingga dalam hati nya dengan senyum sinis di wajah nya se akan apa yang baru di ucap kan nya adalah hal mudah bagi nya
Taksi berhenti di rumah milik keluarga Rey,Jingga mengetuk pintu tak lupa juga Dia menggunakan wajah teraniaya nya untuk menarik perhatian
Pintu terbuka,Dan yang membuka pintu adalah Silvi,Silvi mengusap mata nya beberapa kali lalu membelalak kan mata nya"eh, Jingga?!.Apa yang kamu lakukan di sini? Ini sudah malam bukan kah seharus nya kamu ke rumah mu" ucap Silvi dengan nada Khawatir;
__ADS_1
"Sebenar nya aku tak punya rumah lagi, rentenir menarik nya dan sekarang keluarga ku menginap di panti dan aku di sini ingin meminta tolong pada kakak" ucap Jingga dengan wajah polos yang membuat Silvi Iba
Ya benar sebenar nya Jingga berasal dari keluarga Ternama dulu nya!, tapi hari demi hari mereka lalui dengan foya foya tanpa memperdulikan bisnis mereka ,sehingga menyebap kan harta mereka harus hangus sedikit demi sedikit tapi yang baru saja Jingga katakan adalah ke bohongan!.Rumah mereka masih berdiri hanya saja Jingga tak suka tinggal di sana menurut nya tak cocok untuk nya.
Iya juga sudah beberapa tahun ini memanfaat kan uang dari keluarga Rey melalui Silvi dengan alasan Hutang Budi karena telah menyelamat kan nyawa Silvi
Tapi yang saya pikir kan kenapa Silvi begitu bodoh hingga tak menyadari jika Jingga hanya memanfaat kan nya❓
Silvi dengan segera menarik tangan Jingga untuk masuk ke dalam
Jingga duduk di sofa dengan jaket yang iya lilit kan di tubuh nya sedang kan Silvi iya pergi ke dapur menyiap kan cemilan untuk Jingga
"Benar benar mirip pembantu" batin Jingga tersenyum sinis ketika melihat Silvi yang datang dari arah dapur.
"Ini ayo makan kamu pasti lapar,dan setelah ini tidur lah ini sudah larut malam" ucap Silvi lalu menoleh ke arah jam dinding
Jingga hanya menggangguk lalu memakan cemilan itu sembari tersenyum hangat pada Silvi
"Ada apa ini?kenapa lampu nya masih menyala?.Silvi kenapa kamu tidak tidur!"
Ibu Rey turun dari tangga dengan raut wajah ngantuk
"Ibu!,Ah bukan apa apa aku hanya sedang menghidang kan cemilan untuk tamu" ucap Silvi dengan antusias
"Tamu?"Ibu Rey mengalih kan pandangan nya ke arah Jingga dan seketika raut wajah nya berubah datar
"Ternyata Dia!, kalau begitu aku pergi tidur lagi saja oh iya Silvi jangan lupa mematikan lampu nya nanti!" Ucap Ibu Rey kembali naik ke atas.
Jingga menggertak kan gigi nya lalu tersenyum palsu ke arah Silvi.
"Seperti nya tante tak menyukai ku" lurih Jingga yang membuat hati Silvi kasihan
"Bukan begitu munkin saja ibu belum akrab dengan mu kalian kan jarang bicara"
Jingga yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepala nya
Setelah itu ke dua nya pun tidur.
__ADS_1