Suami Gangster

Suami Gangster
Wanita murahan itu mati


__ADS_3

"Sialan!!.. Apa yang telah ku perbuat hingga aku di pecat.Hmm" ucap Aurel yang menggerutu kesal di jalan ternyata Dia di pecat bukam karna memiliki kesalahan melain kan karna perintah dari Rey.


Aurel menghentikan salah satu taksi yang lewat,lalu masuk ke dalam


"Mau kemana mba?" Tanya sang supir taksi


"Ke jalan xx"


Si supir mengendarai taksi dengan amat hati hati hal itu membuat Aurel merasa ada yang aneh"hanya perasaan ku atau memang Supir ini sangat lincah dan mencurigakan tapi suara nya tadi kenapa sedikit familyar" batin Aurel


Awal nya Aurel menduga itu hanya perasaan nya namun lama kelamaan iya mulai merasakan sesuatu yang aneh Jalanan terasa sangat jauh padahal tempat yang iya tuju tidak sejauh itu


"Emm..Ini bukan jalan nya kenapa kamu membawa taksi nya ke sini?"


"Eh Mba tidak tau dari sini bisa lebih cepat kesana!"


"Sebaik nya pakai jalan yang biasa saja itu akan jauh lebih cepat"


"Mba gak percaya sama saya?"


"Bukan begitu tapi-" Aurel menghentikan ucapan nya ketika sang supir membuka topi nya dan rambut panjang nya terekspor ternyata si supir adalah wanita


Aurel semakin di kejut kan ketika si supir menoleh ke arah nya,Hal itu membuat Aurel melotot kan mata nya"Clarissa!!"


Ya Dia adalah Clarissa yang menyamar menjadi seorang Supir taksi tapi untuk apa.


Clarissa tak menghirau kan Aurel iya membawa taksi semakin laju dan menambah kecepatan hal itu membuat Aurel panik


"Apa yang kau lakukan?!, kau ingin mati" teriak Aurel dengan lantang


"Bukan aku yang mati tapi kau." Ucap Clarissa lalu semakin melaju


Siapa sangka di depan ada sebuah jurang yang sangat dalam,Clarissa menyeringai lalu dengan nekad membuka pintu taksi dan saat taksi terjun ke jurang iya sudah terlebih dahulu Melompat,Tersenyum penuh kemenangan

__ADS_1


"Akhir nya aku dapat membunuh mu!.Haha penantian ku selama bertahun tahun akhir nya tercapai" ucap Clarissa lalu berjalan menjauh dengan tertatih tatih kaki nya serasa remuk seperti nya mengalami patah tulang.


Iya dengan nekad berjalan ke jalanan lalu menghentikan taksi yang lewat,hati nya sangat senang berpikir jika Aurel sudah mati di sana


Tapi pikiran Clarissa tidak sesuai kenyataan kini Aurel tengah berhadapan dengan hidup dan mati,saat taksi terjun ke jurang iya dengan cepat membuka pintu taksi lalu melopat kemudian memegang sebuah ranting yang ada di sana.


"Ukhh..Tangan ku sudah tidak tahan" lirih Aurel,salah satu tangan Aurel yang tak kuat pun terlepas dan kini hanya tangan sebelah nya saja yang menahan ranting itu


Semakin lama semakin Aurel tak kuat menahan "Tolong!!,Siapa pun Tolong Aku.." Teriak Aurel dengan suara serak


Aurel terus berteriak dengan se kuat tenaga nya namun tak kunjung ada yang menjawab hal itu membuat Aurel putus Asa "Apa aku akan mati di sini?"


Saat Aurel mendongak Aurel di kejut kan dengan kedatangan Vania,Vania memberikan tali agar Aurel naik,Aurel meraih tali itu,Vania sudah terlebih dahulu mengikat nya di kayu


"Hahhh,"Aurel langsung terjatuh di tanah ketika naik ke atas jantung nya sudah berdegub sangat kencang iya berpikir akan mati di jurang itu,siapa sangka Vania akan datang


Aurel segera berdiri lalu menatap ke arah Vania penuh selidik"tunggu dulu kenapa kau bisa ada di sini?"


"Kenapa kamu lebih menanyakan itu? Seharus nya kau berterimakasih karena telah menyelamat kan mu" tutur Vania lalu mendekat ke arah Aurel"oh iya aku di suruh oleh Bos untuk memberikan ini untuk mu" ucap Vania lalu memberikan sebuah kertas


"Hah?!..Tidak masuk akal jelas jelas Dia yang melakukan nya semalam kenapa harus aku yang bertanggung jawab Dia benar benar membuat ku kesal!" Ucap Aurel dengan wajah tak terima


Kamu jangan lupa untuk bertanggung jawab karena telah meniduri ku semalam!


-


-


"Tuan aku sudah membawa pelaku yang ingin membunuh Nona" ucap Vano lalu menunduk ke depan Rey yang tengah duduk di kursi nya


"Dimana Dia?"


"Di lantai atas sesuai yang di ingin kan Tuan"

__ADS_1


Mendengar hal itu Rey menyeringai lalu berlalu pergi dari sana menuju ke lantai atas di mana orang yang berusaha mencelakai Aurel berada Siapa lagi kalau bukan Clarissa.


Rey menatap Rendah ke arah Clarissa yang tengah meringkuk di bawah lutut nya,Iya begitu ketakutan,saat turun dari taksi tak di sangka iya bertemu dengan bawahan Rey


Lama Clarissa menundukkan kepala nya menenggelam kan nya di atas lutut nya kemudian iya mendongak kan kepala nya,Bulu kuduk nya berdiri ketika melihat wajah memerah menahan emosi yang di tunjukkan oleh Rey


Namun Clarissa malah mendekat lalu memeluk Rey hal itu membuat Rey geram"Jika aku bertingkah layak nya wanita yang teraniaya pasti Dia akan luluh.Jika Aurel bisa menakluk kan hati nya kenapa Aku tak bisa?" Batin Clarissa dengan percaya diri


Rey langsung mendorong tubuh Clarissa hingga terjatuh,Clarissa menggertak kan gigi nya lalu membuka baju nya"LIhat apa kamu masih mampu menolak ku?!" Ucap Clarissa lalu menarik Rey hingga menidih tubuh nya


"Hehe bagaimana? Apa kamu masih mampu untuk menolak nya?" Ucap Clarissa menggoda Rey sesekali meraba tubuh Rey namun Rey tak menghirau kan ucapan Clarissa iya ikuti permainan Clarisa


"Kamu cukup menggoda" bisik Rey tepat di bawah telinga Clarissa ,Clarissa berpikir bahwa Rey sudah berhasil iya luluh kan"semua pria sama saja jika sudah bermain dengan tubuh apa mereka mampu untuk menahan nya?" Batin clarissa dengan senyum penuh kemenangan di wajah nya


"Sayang nya kamu tidak semenggoda Aurel bahkan kamu sudah sama seperti wanita murahan di luar sana atau munkin kamu memang wanita murahan?" Bisik Rey yang berhasil membuat Clarissa mematung


Dengan sigap Rey memelintir kan tangan Clarissa membuat pergelangan tangan Clarissa berbunyi


"Akhhhh, sakit" rintih Clarissa yang merasakan nyilu di pergelangan tangan nya


Rey melepas kan tangan Clarissa lalu mengambil pisau lipat di saku nya"siapa suruh kamu bermain main dengan ku,aku akan memberikan hadiah yang sangat istimewa untuk mu sebagai hadiah perpisahan" ucap Rey lalu menekan pisau nya di wajah Clarissa


Mendengar ucapan Rey Clarissa menelan ludah nya kasar Iya memberontak tapi percuma saja iya tak memiliki tenaga sebesar Rey.


Dengan pelan Rey mengukir sebuah tulisan di wajah Clarissa dengan menggunakan pisau lipat nya yang berukuran kecil


'Wanita murahan'


Clarissa menjerit kesakitan tapi semakin iya menjerit semakin Rey mengingin kan nya lagi,Rey berhenti lalu mengambil sebaskom air di samping nya,Air itu sudah di larut kan dengan garam dan dengan senyum iya menyiram nya di wajah Clarissa


Jeritan itu kembali terngiang bagai melodi indah di telinga Rey,Rey menyudahi Semua nya ketika melihat Clarissa yang sudah sekarat dan dengan tak bersimpati iya menggendong Clarissa lalu menjatuh kan tubuh Clarissa ke bawah


Dan di situlah akhir hidup Clarissa sungguh tragis

__ADS_1


Berani mengganggu orang ku rasakan akibat nya.


__ADS_2