Suami Gangster

Suami Gangster
hasutan Jingga


__ADS_3

Ke esokan pagi nya,Jingga terbangun dari tidur nya,Iya keluar dari tenda dan melihat Nonya Dinda tengah memasak


"Tante!, aduh maaf aku terlambat bangun jadi nya tante yang masak" ucap Jingga sembari menggaruk kepala nya canggung.


"Tak apa apa."


Jingga mendekat ke arah N.y Dinda lalu duduk di sebelah nya"Tante sedang memasak apa?"


N.y Dinda menoleh ke arah Jingga"sungguh aku masih tak percaya Jika Dia bisa berubah secepat ini"batin nya.


"Sup daging rusa" singkat N.y Dinda


Se telah itu N.y Dinda dan Jingga pun melakukan aktifitas nya seharian penuh,dan tentu saja hal itu membuat N.y Dinda mengubah pikiran nya pada Jingga.


Ke esokan pagi nya N.y Dinda dan Jingga pun pulang ke rumah.Di perjalan pulang hanya ada ke heningan hingga sampai ke rumah,


Di saat ingin masuk ke dalam,mereka menghentikan langkah kaki nya ketika mendengar keributan di dalam.


"Kamu! Jangan berpikir aku diam berarti aku menerima ke hadiran mu di sini..!"Bentak Silvi ke pada Aurel.


Aurel terdiam,bingung apa yang telah iya lakukan hingga membuat Silvi marah.


Saat terbangun tadi,Rey menyuruh nya untuk tinggal di rumah dan membantu Silvi se bagai bentuk sopan santun,tapi Silvi malah semakin marah.


"Maaf kak,Aku tak akan mengganggu lagi,aku pergi" Saat Aurel melangkah keluar Iya melihat,N.y Dinda dan Jingga,Aurel menghela nafas panjang lalu keluar iya tahu jika iya masih tetap di dalam iya akan membuat masalah semakin panjang.


"Lihat lah,Bu sungguh tak punya sopan langsung pergi begitu saja" gerutu Silvi ketika melihat ibu nya yang tengah bersama Jingga.

__ADS_1


N.y Dinda hanya terdiam"aku tak menyangka jika Aurel akan melakukan hal seperti itu,tak sopan" batin N.y Dinda yang munkin salah paham.


"Tante seperti nya kamu lelah apa perlu aku buat kan teh?" Ucap Jingga tiba tiba dengan senyum manis nya.


"Ah..Iya boleh"


Jingga pun segera berlalu meninggal kan Silvi dan N.y Dinda yang masih berdiri di sana"ayo..Bu kita duduk di sana" ucap Silvi terlebih dahulu lalu menuntun sang ibu untuk duduk di sofa.


"Aku ke dapur dulu ya mau melihat Jingga sebentar"ucap Silvi lalu pergi meninggal kan sang Ibu yang hanya diam sedari tadi.


Di dapur Silvi melihat Jingga yang tengah menyeduh dua gelas teh"Jingga!" Seru Silvi membuat Jingga spontan kaget


"Siapa?!' Jingga menoleh lalu menghela nafas lega"ternyata kakak aku pikir siapa"


Silvi mendekat ke arah Jingga sembari tersenyum tak jelas"seperti nya hubungan mu dan Ibu membaik nya!.Sudah ku bilang ibu pasti akan menyukai mu dengan saran ku,untuk kamu mengubah diri mu" ucap Silvi sembari tertawa kecil.


"Iya kak,Ini semua berkat mu!" Ucap Jingga dengan senyum palsu.


Jingga mengambil teh itu lalu membawa nya ke tempat N.y Dinda di ikuti oleh Silvi.


Jingga menghidang kan satu teh untuk N.y Dinda dan satu teh nya untuk Silvi"loh Jingga!,kamu tak ikut minum? Kamu pasti lelah juga kan" ucap Silvi heran dan hanya di geleng kepala oleh Jingga.


"Tak usah kak! Aku tak lelah kok" ucap Jingga lalu tersenyum.


N.y Dinda menyeruput Teh nya dengan anggun di ikuti oleh Silvi.Nampak raut wajah Silvi senang ketika selesai minum"wah Jingga teh mu enak sekali! Berbeda jauh dengan sebelum nya"


Jingga hanya tersenyum saja"cih masih sempat sempat nya mengungkit yang dulu" batin Jingga ketika mengingat diri nya pertama kali membuat teh,rasa nya sungguh buruk.

__ADS_1


Jingga pun duduk di sebelah Silvi masih memerhatikan mereka dengan seksama.


"Oh ya Jingga!"


Jingga menaikkan alis nya ketika Silvi berseru memanggil nya,Jingga menoleh ke arah Jingga


"Ya kak!"


"Sebenar nya aku cukup penasaran akan latar belakang wanita itu(Aurel) apa kamu tahu siapa Dia sebenar nya? Aku se akan pernah bertemu dengan nya sebelum nya tapi entah lah munkin aku lupa" ucap Silvi yang membuat raut wajah Jingga muram,bingung akan apa yang di bicarakan Silvi.


Jingga menghela nafas panjang"jujur saja Aurel itu hanya wanita biasa yang baik! Pertama kami bertemu Dia sangat dingin dan tak banyak bicara bahkan Dia tak terlalu banyak berbincang dengan para karyawan munkin hanya dengan asisten dan orang kepercayaan nya Rey,Jadi cerita nya begini...Aurel adalah seorang wanita usia 27 tahun yang bekerja sebagai karyawan pertukaran di A.L groop,munkin tanpa sengaja bertemu dengan Rey Dan juga Dia memiliki seorang putra dan putri yang mirip dengan Rey munkin hal itu membuat Rey merasa jika ke dua anak Aurel memang adalah anak kandung nya,jadi tanpa sengaja mendekati Rey jadi Ini bukan sepenuh nya salah Aurel.Dia hanya seorang ibu yang begitu mencintai anak nya dan akan melakukan apa pun untuk membuat anak anak nya tak di kucil kan di dunia yang kejam ini" ucap Jingga dengan nada menyedih kan membela Aurel.


"Kamu begitu tahu tentang Aurel,apa kamu begitu mengenal nya?" Ucap tiba tiba N.y Dinda membuat Jingga terdiam


"Tidak juga,Aku mendapat informasi ini dari seseorang" ucap Jingga berbohong"ya tentu aku harus mengetahui semua nya untuk memberi nya pelajaran bodoh!" Lanjut Jingga dalam hati nya.


"Baiklah,tapi Jingga kamu juga tak boleh membiar kan hal itu,sayang anak sih sayang anak tapi Dia juga tak bisa melibat kan ke kasih orang"geram Silvi sembari mengepal erat tangan nya.


"Sudah lah kak,Toh semua nya juga sudah terlanjur dan tak munkin lagi bisa di ubah terimalah Aurel aku tak apa kok" Jingga tersenyum membuat Silvi merasa iba


"Kamu terlalu baik!.Pokok nya aku akan memberi nya pelajaran yang setimpal!" Ucapan Silvi di angguki oleh N.y Dinda hal itu membuat Jingga menyeringai dalam hati nya"haha tak ku sangka ini akan berjalan dengan mulus,tinggal selangkah lagi maka kalian akan hancur" batin Jingga.


Kryuk-Kryuk!


Bunyi perut Silvi membuat wanita itu memerah malu "aku seperti nya lapar,dari tadi aku belum makan sama sekali Jingga bisakan kamu masakan aku sarapan?!" Ucap Silvi penuh harap ke arah Jingga


"Ah ya boleh kok"Jingga menggaruk kepala nya"cih memanfaat kan aku lagi ! Kamu pikir aku babu mu" lanjut Jingga dalam hati nya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayok ke dapur! Aku tak sabar mencicipi masakan mu" teriak Silvi penuh semangat lalu pergi ke arah dapur sembari menarik tangan Jingga.


N.y Dinda yang sedari tadi diam kemudian tersenyum"entah lah kamu tengah merencanakan sesuatu atau kamu memang tulus,selama kamu tak berbuat ulah di depan ku itu bukan masalah" batin nya lalu ikut pergi mengikuti ke dua nya ke dapur.


__ADS_2