
Di sekolah
Dava berjalan kesana kemari mencari Devi namun iya tak menemukan jejak kembaran nya itu iya khawatir jika Devi di culik dan di siksa oleh orang lain.
Merasa tak menemukan apa pun Dava pun memilih untuk melapor kan nya ke kepala sekolah ,kepala sekolah yang mendengar itu tertegun dan menyuruh untuk mencari Devi
Namun tak ada yang melihat nya.
Rasa khawatir Dava semakin menjadi jadi iya menangis terisak di dalam kantor kepala sekolah
Kepala sekolah pun segera menelfon Aurel selaku ibu dari Dava dan Devi
"Halo"
"Ya ada apa kepala sekolah apa Dava berbuat ulah?" Tanya Aurel dari Telfon
"Bukan hanya saja anak ke dua Anda tiba tiba menghilang dari sekolah kami tengah melakukan penyelidikan!"
"Hah? Hilang bagaimana bisa?"
"Kami juga tidak tau sebaiknya ibu segera datang kemari untuk mendapat kan informasi lebih lanjut!"
Telfon terputus kepala sekolah menyimpan hp nya lalu berjalan menuju ke arah Dava
"Jangan menangis yakin lah bahwa adik mu akan ketemu!" Ucap kepala sekolah, Entah mengapa melihat Dava menangis iya teringat akan anak lelaki nya yang sudah lama meninggal tiba tiba jiwa ke ibuan nya terseret keluar
BRAK!!
Pintu di dobrak Aurel datang dengan keringat membasahi pipi nya
Saking panik nya iya melakukan segala
Cara agar dapat dengan cepat datang kemari
"Devi dimana dia?" Tanya Aurel dengan panik
Kepala sekolah segera berjalan mendekat ke arah Aurel lalu memukul kepala Aurel dengan buku
"Kamu jangan terlalu cemas itu hanya akan membuat mu semakin sulit untuk menemukan putri mu kamu harus berpikir positif dan tenang dan yakin lah jika kamu akan segera bertemu dengan nya!" Nasihat
Kepala sekolah dan di angguki oleh Aurel
Mata Aurel mengalih pada Dava yang tengah menangis terisak di sudut ruangan hati nya bertambah gelisah lalu segera memluk tubuh Dava
"Kenapa kamu menangis? Jangan menangis kita akan mencari kembaran mu dengan cepat dan kita akan menghukum orang yang telah menculik nya!"
Dava berhenti menangis dan balik memeluk Aurel ,ke adaan ruangan mendadak hening hingga suara kepala sekolah menyadar kan Dava dan Aurel
__ADS_1
"Ehek ,sudah cukup berpelukan nya? Apa kalian sudah lupa jika anak kalian yang satu lagi tengah hilang?!.."
Aurel segera sadar lalu pamit untuk menjemput Dava
DRET DRET
Aurel mengangkat hp nya yang berbunyi ada seseorang dengan nomor tak di kenal menelfon nya.
"Halo?"
"Apa kamu sudah menemukan anak mu?"
Aurel tertegun tenyata yang menelfon nya adalah Rey
"Apa urusan nya dengan mu?"
"Sebenar nya aku berniat untuk membantu mu tapi seprti nya tidak jadi kamu tak tau untung"
Aurel termenung membantu? Benar saja munkin Devi akan lebih mudah di temukan jika Rey ikut serta membantu mencari
"Baiklah karna kamu ingin membantu ku aku tak akan menolak nya" ucap aurel dengan nada sesopan munkin agar tak menyinggung Rey
"Aku akan membantu mu dengan satu syarat"
"Apa itu?"
Plak!!
Aurel melempar kan hp nya karena kesal bisa bisa pria ini masih bisa bermain main dalam ke adaan genting begini tapi iya tetap menemui Rey di perusahaan.
Seluruh karyawan di buat terkejut ketika Aurel datang dengan membawa seorang anak kecil ke dalam kantor
Semua orang mulai berbisik merendah kan nya.
"Lihat lah apa itu adalah hasil hubungan nya dengan Bos?" Ucap salah seorang karyawan
"Munkin saja wajah mereka terilihat mirip!"
"Cih dasar pelakor"
Dava yang mendengar ucapan memaki dari semua karyawan pun marah namun iya di tahan oleh Aurel ,Aurel tak ingin mendapat masalah lagi kini yang ada di otak nya hanya ada satu yaitu bagaimana cara nya untuk mencari Devi
BRAK!!
Aurel mendobrak paksa pintu membuat Rey yang tengah duduk tenang terusik lalu mengalih kan pandangan mata nya
Dava yang melihat Rey di buat terjkejut mata nya memerah ingin menangis iya bersembunyi di balik tubuh Aurel
__ADS_1
"Nampak nya anak laki laki mu ini takut pada ku" ucap Rey dengan nada dingin yang membuat Dava semakin ketakutan
"Sudah cukup kamu menakuti nya sekarang kata kan padaku bagaimana caraku untuk bisa mendapat kan bantuan dari mu?"
Rey tersenyum lalu mengeluar kan selembar kertas ,Aurel mengambil nya lalu membanca nya
"Hah? Apa maksud mu!" Aurel melempar kertas tersebut ke wajah Rey
Rey mengambil nya "bagaimana jika kita melakukan Tes DNA dan jika benar kecocokan DNA antara aku dan Dia maka kamu harus menandatangani kontrak tersebut!" Ucap Rey dengan nada dingin dan senyum miring
Aurel tak tahu lagi harus berbuat apa hati nya sudah sangat kacau jika iya melakukan tes DNA dan jika kecocokan DNA cocok iya harus menandatangani kontrak pernikahan itu tapi jika iya membiar kan nya kemunkinan besar pria ini juga akan membiar kan Devi begitu saja dengan tangan Gemetar Aurel pun menadatangani Kontrak tersebut.
Dava yang melihat semua nya semakin gemetar di tambah kini tatapan mata Rey mengarah pada nya, Rey berjalan ke arah Dava lalu menggendong nya
"Cepat turun kan anak ku!"
"Heh! Bukan kah kelak dia akan menjadi putraku? Jadi biar kan Dia terbiasa dengan ayah nya bukan begitu?" Ucap Rey lalu menatap ke arah manik mata Dava
Dava segera berontak tiba tiba ingatan nya tentang Rey membunuh si pencuri di depan mata kepala nya sendiri
"Jangan ku mohon! Hiks aku tak mau mati!"
Aurel tertegun iya bingung apa maksud dari perkataan Dava lalu mata nya menatap ke arah Rey yang tengah tertawa terbahak bahak tanpa mau melepas kan Dava seorang diri
"Besok kita bertemu lagi calon istri ku" ucap Rey lalu keluar dari ruangan itu dengan Dava yang meringkuk ketakutan di dada bidang Rey
Aurel terjatuh air mata berlinang akhir nya iya menyadari satu hal iya mengerti apa maksud dari kata bunuh! Ternyata pria ini bukan orang sesederhana itu seharus nya iya tak membuat nya kesal seharus nya iya memilih untuk menjauh.
"Kau bodoh Rel!.." Teriak Aurel dengan hati yang amat kacau
Aurel keluar dari ruangan tersebut semua karyawan bersiap pulang karna jam sudah menunjukkan pukul lima melihat Aurel yang keluar dari ruangan CEO cacian itu kembali di lontar kan ,bagi Aurel caciam itu bagai angin lalu iya tak menghirau kan nya.
Iya berjalan tanpa arah di jalan raya dan tanpa sengaja mata nya menatap ke arah sepasang kekasih yang tengah bermesraan
Wanita itu mirip Jingga tidak! Dia memang Jingga.
Aurel pun mendekat ke arah Jingga iya mengintip di semak semak melihat ke duanya saling memandang romantis
"Al kapan kamu akan menikahi ku? Aku sudah bosan
Jika kamu segera menikahi ku bukan kah kita akan hidup bahagia?"
"Maaf Jingga hanya saja aku ingin kamu terlebih dahulu menghancur kan hidup Rey"
"Baiklah! Tapi kamu harus berjanji untuk menikahi ku"
Aurel menutup mulut nya tak percaya. Ternyata Jingga selama ini berbohong dan hanya mengingin kan Rey mati.
__ADS_1