Suami Gangster

Suami Gangster
rencana Vano


__ADS_3

"Astaga kamu sungguh percaya kalau aku adalah pria yang tidur dengan mu?, tapi aku tak menyangka wanita yang terlihat lugu seperti mu tidak perawan lagi ck ck sungguh di sayang kan!"


BUGH!!


"Dasar bajingan sialan." Aurel keluar dari sana dengan melepar kan berkas itu ke wajah Rey


Rey menangkap berkas berkas itu lalu menaruh nya di atas meja


"Hey gadis kamu tak akan lepas dari gemgaman ku salah kan diri mu yang berhasil membuat ku tertarik!,dan aku akan membuat mu jatuh dalam pesonaku satu hal untuk mendapat kan mu hanya satu langkah lagi anak anak mu!" Gumam Rey.


Di sebuah Cafe


Jingga menatap tak percaya ke arah pria di depan nya yang tak lain adalah Vano orang kepercayaan Rey


"Nona jingga bagaimana?"


Jingga tersenyum miring lalu menyeruput teh nya


"Kau memang benar sebenar nya Rey masih mencintai ku tapi ada seorang wanita tak tau diri yang menggoda nya hingga membuat kami harus berpisah sementara!" Ucap Jingga dengan nada minta di kasihani


Vano yang mendengar ucapan Jingga pun terpikir akan seseorang yang selalu bersama Rey belakangan ini dan selalu di perhatikan nya 'Aurel'


"Apa dia karyawan pertukaran itu?"


Agak ragu Jingga mengganggukkan kepala nya iya menundukkan kepala nya


"Nona jangan khawatir aku akan membantu mu untuk melurus kan kesalah pahaman antara diri mu dan tuan!"


Jingga tersenyum"terimakasih"


"Hehe bukan kah ini adalah jalan pintas? Ternyata orang bodoh ini bisa kumanfaat kan tunggu saja Rey aku akan membuat mu kembali kedalam pelukan ku!" Batin nya


"Kalau begitu aku akan pergi dulu untuk menyelidiki tentang wanita itu mana tau ada yang bisa ku manfaat kan" ucap Vano menundukkan tubuh nya ,lagi lagi Jingga hanya berterimakasih dan menunjukkan senyum semanis bunga di wajah nya namun hati nya sangat busuk


Vano pergi dari sana menuju ke arah perusahaan Dia bertekad untuk membantu Jingga ini semua demi kebaikan Tuan nya


Sesampai nya di perusahaan semua orang menyapa nya tersenyum kepada nya


Vano segera berjalan menuju ke arah ruang kerja nya ,masuk ke dalam lalu mulai mengotak atik komputer nya ingin mencari data diri Aurel

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik bukan?" Batin nya


Iya perlahan membaca seluruh data pribadi milik Aurel hingga mata nya tak sengaja menangkap foto seorang anak anak yang tak lain adalah anak Aurel mata nya melotot di kala melihat foto Dava


Sangat mirip dengan bos nya.


Tapi iya segera berpikir positif dan mengatakan dalam lubuk hati nya bahwa itu hanya kebetulan lalu mata nya kembali menelusur seorang anak kecil cantik dan imut yang memilki paras semenawan Aurel


Iya mengambil Hp nya lalu menelpon seseorang


Lumayan lama Vano berbicara di telpon lalu segera mematikan hp nya ada rasa ragu dalam hati nya namun lagi lagi iya berpikir


'Ini demi kebaikan Tuan!'


Vano berjalan ke luar dari ruangan nya ,di tengah jalan iya tak sengaja bertemu dengan Vania


"Mau kemana?" Tanya Vania dengan mata penuh selidik


Vano menghela nafas dan hanya mengatakan itu bukan urusan penting lalu pergi.


Walau curiga namun Vania tak lagi mempermasalah kan nya menurut nya itu semua bukan masalah besar karena Dia adalah orang yang bijak dan mudah mengatasi masalah nya


Iya memandang ke arah bawahan nya yang masuk ke dalam sekolah menyamar menjadi seorang petugas ke bersihan.


Mereka memencar mencari Anak kecil yang di foto


Ini sudah jam istirahat para siswa /siswi sudah berlarian keluar dari kls begitu pun dengan Dava dan Devi


"Ayo ke kantin aku sudah lapar!" Ucap Dava dengan antusias


"Kakak duluan aja aku ke toilet dulu"


Dava hanya mengganguk lalu berjalan menuju ke arah kantin dengan beberapa anak kecil lain nya yang juga ingin ke kantin


Di toilet


Devi masuk ke dalam toilet lalu menyalakan kran di wastafel tak ada siapa pun di sana hanya dia seorang membuat nya agak takut


"Sebaik nya cepat"

__ADS_1


Selepas mencuci tangan Devi pun keluar dari kamar mandi namun tiba tiba ada yang membungkam mulut nya dari belakang


Devi membulat kan mata nya ingin berteriak namun suara nya tak keluar akibat di bungkam


Devi di masukkan ke dalam sebuah mobil hitam lalu di bawa pergi dari sekolah


"Lepas kan aku !kalian siapa?" Ucap nya dengan nada yang mulai meninggi


"Diam lah gadis kecil kami hanya melaksanakan perintah jadi duduk diam saja di sana!"


"Paman bodoh sekali bagaimana munkin aku bisa diam jika aku tengah di culik jika ada orang yang di culik dan dia malah senyam senyum tak jelas sama orang yang nyulik dia berarti otak nya sudah ngelag dia tak tertolong lagi!"


Sang paman diam diam termenung benar juga ucapan Devi hanya orang bodoh saja yang akan duduk diam jika iya tengah di culik


Tapi sang paman segera menggelengkan kepala nya lalu semakin melajukan mobil nya membuat Devi terkejut iya tak pernah merasakan laju mobil secepat ini


"Paman gila tidak kah kau punya hati di belakang mu ada anak kecil jangan melaju sangat cepat di jalanan apa kamu tak pernah belajar cara normal berkendara? Atau kau tidur di saat belajar?"


Sang paman diam jujur saja dia memang selalu tertidur ketika belajar mengenai kendaraan iya malu di nasehati anak kecil


Devi tak berhenti mengoceh ketika sang paman melakukan kesalahan atau apa lah.


Mobil berhenti di sebuah ruangan yang terlihat menyeram kan Sang paman memaksa Devi masuk namun Devi memberontak,akhir nya Devi di gendong oleh sang paman dengan paksa


Di saat membuka pintu Devi di kejut kan dengan ruangan yang amat mewah dan indah semua nya sangat mewah terdapat banyak barang barang khusus untuk anak seusia nya


Tanpa sadar iya berlari masuk ke dalam menatap kagum barang barang di depan nya ternyata rumah ini hanya Tanpak menyeram kan dari luar saja


Sang paman menuntun Devi masuk ke dalam kamar yang berada di lantai 2 ,Devi dengan hati yang amat bahagia mengikuti nya


Sang paman menyuruh Devi masuk, Devi mengikuti nya tapi sang paman segera mengunci pintu rapat rapat ,Devi yang sadar pun berteriak teriak


"Paman bodoh buka pintu nya!, buka!!.." Tapi teriakan Devi tak di hiraukan oleh sang paman


Sang paman mengambil hp nya lalu menelfon seseorang


"Tuan semua nya sudah beres aku sudah menculik gadis dalam foto dan menempat kan nya di dalam kamar mengunci pintu rapat rapat"


"Oke bagus!" Ucap Vano dari telfon

__ADS_1


Ya yang menyuruh untuk menculik dan mengurung Devi dalam rumah ini adalah Vano sebenar nya iya tak tega melakukan hal bejat ini kepada anak kecil yang manis dan imut sehingga iya menyuruh anak buah nya saja dan menempat kan nya di rumah khusus untuk gadis kecil


__ADS_2