
Pagi hari
Aurel terbangun lebih awal,iya mengalih kan pandangan nya ke arah Dava dan Devi yang masih tertidur pulas iya tersenyum lalu beranjak dari tempat tidur
Selepas mandi Aurel pun berjalan ke arah dapur iya ingin memasak sarapan untuk ke dua anak nya.
Setelah beberapa menit Dava dan Devi keluar dari kamar dengan muka ngantuk Aurel menyaran kan untuk mencuci muka terlebih dahulu.
Namun saat ke dua nya sudah selesai berpakaian yang di pakai nya adalah pakaian sekolah membuat Aurel tertegun
"Dava sebaik nya kamu jangan ke sekolah dulu kamu kan baru sembuh!" Saran Aurel namun malah membuat Dava ngambek
"Ini hari peratama sekolah mah bagaimana munkin aku tak datang!"
"Tapi-"
"Pokok nya aku mau sekolah titik." Ucap Dava dengan nada keras membuat Aurel hanya bisa pasrah
Aurel pun menyuruh ke dua nya untuk sarapan.selepas sarapan Aurel memilih untuk mengantar Dava dan Devi ke sekolah terlebih dahulu sebelum ke kantor toh hari ini juga jam masuk nya lumayan lama
Di depan gerbang sekolah Aurel melambaikan tangan nya melihat Dava dan Devi yang sudah masuk ke sekolah,tak melihat Dava dan Devi lagi Aurel pun masuk ke dalam mobil nya lalu melaju menuju ke kantor
Sesampai nya di kantor Aurel menghela nafas nya lalu merapikan baju nya
"Huftt,untung saja tak telat!" Aurel melangkah kan kaki nya masuk ke dalam
Di saat di jalan iya tak sengaja menabrak seorang wanita
"Nona maaf kan sa-" ucapan Aurel terpotong di kala wanita itu sudah mengerutu
"Hey? Dimana mata mu kau letak kan apa kamu tak melihat aku sedang berjalan di sini? Apa kau tahu jika baju ku rusak kamu tak akan mampu membayar nya ,bahkan jika pun kamu menjual tubuh mu!" Ucap nya dengan nada merendah kan ke arah Aurel
Aurel yang mendengar itu diam membuat Wanita yang tak lain adalah jingga itu mulai kesal niat nya adalah untuk membuat Aurel kesal ,jadi sebenar nya bukan Aurel yang menabrak nya melain kan Jingga yang membuat diri nya seolah olah di tabrak.
"Hey apa kamu tak bisa mendengar jika kamu punya telinga dan mulut maka jawab dan dengar kan orang baik baik! Jangan hanya mampu untuk mengoda orang lain."
Aurel tertegun kini tatapan seluruh pegawai menatap rendah ke arah nya sekarang iya mengerti bahwa wanita ini memang menarget kan nya dan baru juga sadar jika mereka pernah bertemu ketika Rey mengajak nya berkencan
__ADS_1
"Maksud mba apa? Ku mohon mba kalau menuduh orang itu jangan sembarangan!"
Jingga mengumbar senyum lalu menunjukkan foto di hp nya ketika Rey menyuapi nya
"Semua orang tau jika aku adalah pacar Rey. Tapi mengapa kamu bisa bersama nya? Bukan kah sama saja kamu tengah menggoda nya dasar wanita murahan" ucap Jingga lalu menampar wajah Aurel
Aurel memegang pipi nya yang memerah
"Mba kalau kamu memang ingin menuduh ku tak apa! Tapi jangan coba coba mengata kan aku sebagai wanita penghancur hubungan orang nya saya ini masih memilki harga diri saya ini bukan wanita rendahan yang Mba bilang ingat itu!"
Aurel pergi dengan emosi tak apa jika orang menghindari nya tapi yang paling iya benci adalah jika ada orang yang mengatakan jika dia adalah wanita perusak hubungan orang atau orang ketiga mereka pikir Aurel serendah itu.
Jingga mengumbar senyum miring akhir nya nama baik Aurel mulai tercemari langkah pertama nya sudah selesai,iya pun berjalan meninggal kan tempat itu
Rey yang tak sengaja lewat mendengar segala penuturan Aurel iya agak tertegun selain unik wanita ini juga gak gampang di tindas!
Adakah wanita yang sesempurna ini?
"Hmm benar benar pantas menjadi wanita ku!" Batin nya lalu pergi
Di ruangan Aurel
"Akhh sialan waniata dari mana itu berani berani mengatakan aku pelakor dia pikir aku serendah itu dan juga Lelaki itu .. Awas saja jika aku bertemu dengan mu aku akan mencabik cabik mu menjadi berkeping keping jika bukan karna dia bagaimana munkin aku akan mengalami hal sial ini jika bukan karna pekerjaan ini aku tak sudi untuk menginjakkan kaki di sini!."
Tok tok
Aurel berhenti berteriak lalu berjalan menuju ke arah pintu membukanya.
Vania berdiri dengan beberapa berkas di tangan nya senyum menghiasi wajah nya membuat Aurel merasakan ada firasat buruk
"Ada apa mba?" Tanya Aurel
"Aku ingin minta tolong ,tolong antar kan berkas ini ke ruangan CEO aku ada urusan sebentar di luar ini sangat penting."
Mendengar penuturan Vania Aurel pun menerima berkas berkas itu,Vania tersenyum lalu pergi
Aurel menghela nafas lalu berjalan dengan langkah kaki pasrah ke arah Ruangan CEO
__ADS_1
Iya mengetuk pintu ruangan itu hingga sebuah suara yang terdengar Familyar menyapa telinga nya
"Masuk!"
"Entah mengapa seperti nya aku pernah mendengar suara ini" batin Aurel lalu masuk ke dalam
"Permisi ,Bos saya ingin-"
Aurel menghentikan ucapan nya lalu membelak kan mata nya di kala melihat Rey duduk di kursi CEO
Tunggu dulu ini tak benar! Apa jangan jangan pria ini adalah CEO di perusahaan ini?
"Kenapa? Terkejut? Jangan terlalu sungkan bukan kah ini bukan kali pertama kita bertemu"
Aurel Diam mencerna apa saja yang baru iya ketahui hari ini
"Tidak munkin! Kau pasti hanya sedang bercanda kan?"
Rey beranjak lalu berjalan menuju ke arah Aurel yang masih tetap Diam di pintu
"Hey ada apa dengan ekspresimu? Aku tak menyangka wanita ku yang kuat dan tangguh itu tiba tiba berubah menjadi orang konyol ketika melihat ku."
"Aku bukan wanita mu" ucap Aurel menatap tajam ke arah Rey lalu di balas dengan tawa bak iblis bagi Aurel
"Sudah ku duga kamu akan berkata begitu!Aurel aku ingin bertanya apa kamu pernah tidur dengan seseorang dan hamil di luar nikah?" Bisik Rey di telinga Aurel
Aurel tertegun tak tau harus menjawab apa ,apa pria ini mengetahui semua nya?
"Jika memang begitu apa hubungan nya dengan mu ini sama sekali tak ada hubungan nya !jadi kumohon berhenti menggangu ku!."
Lagi lagi Rey tertawa lalu menarik Aurel ke dalam pelukan nya menguci pintu erat
"Bagaimana jika aku mengatakan aku adalah pria malam itu yang bersama mu?"
Aurel melotot kan mata nya apa maksud pria ini sudah cukup iya membuat nya mendapat banyak masalah tapi sekarang iya malah mengaku jika dia adalah pria yang tidur bersama nya malam itu.
Aurel segera mendorong tubuh kekar Rey
__ADS_1
"Jangan bercanda!" Ucap Aurel dengan sorot mata yang semakin menajam.