Suami Gangster

Suami Gangster
ketakutan Aurel


__ADS_3

Aurel dan Rey yang baru saja sampai di rumah di kaget kan oleh Mika yang tengah berdiri di depan pintu tangan nya melipat di dada,menatap tajam ke arah pasangan itu


Rey menggaruk kepala nya.


"Eh,mama? Kenapa ada di sini? Belum tidur kah" ucap Rey masih dengan nada canggung.


Mika menghela nafas lalu masuk kedalam di ikuti oleh Rey dan Aurel.


"Kalian berdua dari mana saja? Kenapa baru jam segini pulang? Apa kalian tau tadi ibu melihat Jingga keluar dari kamar mu Rey." Jelas Mika,mendengar hal itu Rey membelalak kan mata nya lalu segera bergegas lari ke arah kamar


Di kamar


Rey berjalan ke arah sudut kamar melihat peti yang sudah terbuka iya kaget lalu berjalan ke arah meja kunci juga tak ada iya menghela nafas berat.


"Kenapa bisa hilang? Untung saja itu bukan berkas-berkas penting perusahaan ke betulan sekali hari itu aku meninggal kan nya di perusahaan untung saja Vania segera mengaman kan data-data itu"ucap Rey bernafas lega tapi data itu juga di butuh kan jika data-data itu hilang mereka bisa rugi juataan rupiah tapi bagi Rey itu bukan masalah besar.


Aurel yang baru saja datang ,masuk ke dalam duduk di sebelah Rey.


"Kau kenapa murung? Tak seperti biasanya?"


Rey menoleh ke sebelah nya,Aurel menopang tangan di dagu.


"Data-data perusahaan ku di curi untung saja itu tak akan menyebap kan ke rugian besar hanya saja,siapa yang berani masuk ke dalam kamar ku dan membuka peti itu?" Ucap Rey yang masih merenung hingga.


"Tunggu dulu! Bukan nya ibu bilang tadi Jingga masuk ke dalam kamar? Jadi kemunkinan iya adalah pelakunya!"


Aurel yang mendengar itu merenung


Munkin saja,tapi mereka tak boleh langsung


Mencurigai seseorang kan!


"Sebaik nya jangan langsung menuduh dulu Rey mana


Tau bukan dia!"


Rey yang mendengar itu memutar bola mata nya


Malas.


Di sisi Al


Alvaro yang tengah memeriksa data-data yang di berikan oleh Jingga tadi menunjukkan muka masam,melempar barang-barang yang ada di sekitar nya.


"Sialan!,ini bukan berkas yang ku minta mengapa


Wanita bodoh itu memberikan ku berkas ini??! Akhhh benar benar tak berguna" Alvaro terus berteriak hingga sang asisten datang menenang kan nya


Malam itu kediaman Alvaro tak bisa tenang karena sepanjang malam Alvaro terus saja berteriak-teriak seperti orang ke surupan.


Ke esokan pagi nya.


Aurel terbangun iya meregang kan otot-otot nya seperti biasa iya menoleh ke samping nya tapi tak ada siapa siapa membuat nya bingung

__ADS_1


"Apa Rey sudah bangun? Ini aneh biasanya aku yang


Selalu bangun duluan" gumam Aurel lalu bergegas masuk ke kamar mandi


Setelah selesai melakukan aktifitas nya Aurel berjalan turun ke dapur namun tak ada siapa pun di sana membuat nya tambah bingung.


"Baaaaaa!!"


"Akhhhh" Aurel berteriak ketika melihat Rey yang berdandan ala badut,Aurel mundur perlahan


"Hei kau kenapa berpakaian seperti itu pagi pagi brgini membuat orang takut saja" ucap Aurel yang mundur alun alun kaki nya gemetaran.


Rey tersenyum licik akhir nya iya


Tahu kelemahan Aurel.


"Hoho jadi Kamu takut sama badut?" Guman Rey dengan senyum licik di wajah nya


"Apa apa an tatapan mu iti singkir kan


Pakaian aneh mu itu!" Ucap Aurel yang ingin menangis


"Oh Tuhan ku mohon jauh kan


Orang gila ini dari depan ku,kenapa juga iya berpakaian seperti badut apa dia tak tau kalau aku takut badut? Atau ini adalah rencana nya?"batinAurel yang berharap ada pahlawan yang menyelamat kan nya


Rey mendekat ke arah Aurel sedang kan Aurel semakin


Mundur


Tentu saja perkataan Aurel tak membuat Rey berhenti malah semakin menjadi jadi


"Haha rasakan!, ini adalah pembalasan karena kamu memberiku banyak bedak kemarin malam!" Ucap Rey dalam hati.


Di saat Rey ingin memegang bahu Aurel sebuah tangan menjewer telinga nya alhasil membuat Rey meringis


"Siapa?,lepas!"


"Udah berani nya nyiksa istri sendiri


Dasar anak tak tau sopan santun sini kamu


Biar mama hukum!" Yap. Tepat sekali yang menjewer telingan Rey adalah Mika ,Mika heran ada apa dengan pasangan ini kadang Aurel yang tertindas kadang pula Rey yang tertindas


"Mama, apa mama baik baik saja?" UcapĀ  Devi yang segera berlari ke arah Aurel lalu memeluk nya,Aurel balik memeluk Devi


"Tidak. Ibu baik baik saja" ucap Aurel lalu tersenyum


Devi melepas pelukan nya ,iya juga tersenyum ,kini Devi sudah lengkap dengan seragam sekolah


"Mama,antar Devi ya ke sekolah"


Aurel menyertarakan tinggi badannya dengan Devi lalu mengangguk

__ADS_1


Dava yang tak mau kalah juga merayu Rey agar mengantar nya ke sekolah seperti ayah dan anak pada umum nya,Rey juga menyetujui nya


Kemudian mereka berjalan ke arah meja makan hingga Silvi datang.


"Rey?"


"Iya" sahut Rey ketika Silvi memanggil nya


"Apa kamu melihat Jingga? Sejak tadi malam aku tak melihat nya"


"Tidak!, lagian kenapa kakak menanyakan nya padaku? Jelas jelas itu tak ada hubungan nya dengan ku!" Ucap Rey yang berhasil membuat Silvi terdiam


Silvi menarik kursi lalu duduk di sana.


"Eh siapa yang memasak makanan?" Ucap Aurel pelan


"Aku yang memasak nya" sahut Rey


"Benar kah?"


"Hn"


"Cih, istri macam apa kau ini bahkan yang memasak saja suami nya apa kau tak punya harga diri sedikit pun?" Ucap Silvi menyindir Aurel


"


Aurel ingin angkat bicara namun sudah di dahului Rey


"Ini keinginan ku sendiri tak ada hubungan nya dengan Aurel yang tak mau memasak lagi kenapa sih kakak ngurusin rumah tangga orang lain? Urus diri kakak dulu yang masih singgel"


Silvi mengumpat dalam hati


"Bocah sialan! Mentang mentang punya istri ngatain kakak nya yang masih lajang ini gini gini banyak orang yang antre buat jadi pendamping hidup kakak tau" ucap Silvi dalam hati nya.


Mika yang melihat pertengkaran kakak beradik itu hanya menggeleng kan kepala nya saja memang benar Silvi masih singgel tapi Rey tak seharus nya mengejek kakak nya bukan?


Aurel menyendok nasi ke dalam piring dengan meletakkan beberapa lauk begitu juga dengan yang lain.


1


2


3


Aurel dan yang lain nya secara bersamaan menghambur kan makanan yang telah sampai di mulut


"Makanan apa ini? Pahit sekali apa kamu tak memberika garam ke dalam nya Rey?" Tanya Silvi yang di angguki oleh Rey


"Dasar bodoh kalau begini mau makan nya gimana?"


"Ya mana aku tahu aku kan belum pernah masak" ucap Rey dengan polos nya


"Setidak nya jika kau tak bisa memasak kan kagak usah masak kau ingin meracuni orang ya? Sok sokan masak padahal masak aja gak tau"

__ADS_1


"Nama nya juga mencoba ya wajar saja gagal" ucap Rey dengan ketus membuat Silvi geram


"Sudah sudah ibu sudah memesan makanan online!" Lerai Mika yang sudah bosan melihat pertengkaran ke dua nya.


__ADS_2