Suami Gangster

Suami Gangster
Rencana nya berhasil


__ADS_3

Aurel berjalan masuk ,tatapan semua orang


Se akan akan tengah menghina nya ,Aurel yang melihat itu agak bingung tapi karna sudah biasa iya hanya membiar kan nya begitu saja


Di saat Aurel ingin masuk ke dalam ruangan nya Tangan Aurel di gemgam oleh seseorang Aurel mendongak


"Rey?"


Tak menjawab Rey menarik paksa Aurel masuk ke dalam ,Sorot mata nya amat tajam membuat Aurel agak takut.Rey menyudut kan Aurel di tembok tak lupa juga iya mengunci pintu ruangan iya kunci rapat.


"Kenapa? Apa aku begitu tak cukup di mata mu?" Ucap Rey dengan nada pelan namun terdengar menakut kan di telinga Aurel.


"Apa maksud mu?"


Rey tak menjawab,mencengkram kuat dagu Aurel


"Kau benar-benar rubah bermuka dua!, aku akan menghukum mu"


Rey tanpa aba-aba langsung mencium bibir Aurel,Aurel mematung tak tau harus berbuat apa hingga Rey sendiri yang menyelesaikan ciuman nya


"Kenapa kau menghianati ku? Apa cinta ku selama ini tak cukup hingga kau mencari pria lain? AUREL KENAPA KAU PERGI DENGAN PRIA LAIN,dan juga kau sangat tega"


"Maksud nya"ucap Aurel yang tak mengerti perkataan Rey,Rey menggertakkan gigi nya kesal karena Aurel merasa tak tau apa-apa.


"Tidak usah berpura pura lagi"


Rey mengambil hp nya lalu menunjukkan sebuah foto yang tengah viral di web ,Aurel melotot kan mata nya ikut memeriksa hp nya,iya menutup mulut nya


"Rey dengar penjelasan ku!,aku tidak pernah melakukan hal ini" ucap Aurel ingin membantah namun Rey tak memperdulikan nya,iya membopong tubuh Aurel keluar dari Ruangan itu.


"Kau!, turun kan aku" berontak Aurel namun tak di hiraukan Rey


"Tidak akan!. Aku akan membuat mu menyesal karna telah membuat ku seperti ini" ucap Rey lalu membawa Aurel keluar.

__ADS_1


Aurel yang sedari tadi memberontak kini sudah lelah iya hanya bisa pasrah akan apa yang akan Rey lakukan ,Rey membawa nya ke rumah di mana iya menempat kan Aurel dan si kembar pertama kali,membawa nya masuk ke dalam kamar


Menjatuh kan nya di kasur"ingat baik baik!, jangan mencoba untuk kabur atau aku akan memberimu pelajaran yang lebih dari ini" ucap Rey lalu pergi dari kamar tersebut menutup pintu rapat rapat.


"Gila..! Apa dia ingin membunuh ku? Lagian kenapa dia se agresif itu,itu kan palingan cuman di edit sama orang kurang kerjaan" gumam Aurel lalu mengelilingi Kamar


"Sejak kapan ruangan ini di renovasi? Tak ada pintu mau pun jendela sekalipun keculi di!"Aurel bergegas naik ke balkon


"Munkin hanya ini saja tempat yang terbuka" gumam Aurel lalu menjatuh kan pandangan nya ke bawah iya melihat mobil Rey yang pergi meninggal kan Rumah


Aurel menggertak kan gigi nya kesal karena di biar kan tinggal sendiri di rumah sebesar ini


"Lihat saja aku akan mengingat ini semua!" Ucap Aurel dengan amat kesal dengan alasan tak masuk akal hingga iya di kunci di kamar seorang diri.


Aurel turun kembali,merebah kan diri nya di kasur lalu beranjak mencoba untuk membuka pintu namun tak bisa di buka


"Akhh,sialan bisa-bisa nya dia mengunci ku di kamar ini seorang diri hanya karna foto viral tak jelas" gerutu Aurel sembari memaki maki Rey dalam hati nya.


..


Silvi yang melihat Aurel tak berada di sisi Rey pun menjadi bingung


"Tumben tu istrimu gak bareng sama kamu? Rey apa yang terjadi?" Ucap Silvi yang mulai penasaran apa yang terjadi


Rey diam tak berniat menjawab hingga suara Mika mengejut kan nya.


"Apa karena foto Viral itu?"


"Rey ,sebaik nya kamu jangan terlalu menyalah kan Gadis itu kemunkinan iya di jebak"


"Tapi bu!, orang yang bersama nya itu adalah musuh besar ku apa munkin aku bisa tenang dan lagi biar kan saja dulu aku sudah menempat kan nya di rumah lain aku beberapa hari ini tak ingin bertemu dengan nya aku marah"


Mika menghela nafas untung saja Dava dan Devi tak mendengar karena mereka masih sibuk dengan telefisi

__ADS_1


"Baiklah urus saja rumah tangga mu sendiri lagian kau juga sudah besar sudah bisa mengurus masalah sendiri" Mika pergi menghampiri Dava dan Devi.


Silvi menepuk bahu Rey


"Aku cukup kasihan padamu,sudah lah kamu urus saja urusan mu sendiri aku capek bilang sama kamu Aurel itu bukan orang baik baik"


"Maksud kakak apa an hah?"


"Menurut mu?" Balik tanya Silvi lalu berjalan naik ke atas di mana kamar nya berada,iya ngantuk terlebih ini juga sudah malam.


Rey mengepal kuat tangan nya lalu pergi ke kamar nya,iya ingin menenang kan diri dulu.


Di sisi lain


"Aku tak menyangka foto itu bisa menjadi beritahu ter hot hari ini" iya tersenyum"aku penasaran bagaimana ekspresi Rey ketika melihat orang yang iya cintai di peluk oleh pria lain walau itu belum tentu kenyataan nya"


"TUAN..!"Al menoleh mendapati sang bawahan yang menunduk hormat pada nya"ada apa"


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" tutur Sang bawahan.


Al berdiri lalu melangkah pergi"malam ini adalah saat yang tepat untuk menjatuh kan perusahaan mu di saat kau tengah terpuruk" gumam Al


Tadi siang iya sudah menyewa seseorang untuk menjadi suruhan nya dalam melakukan rencana nya kemunkinan yang ingin bertemu dengan nya itu adalah orang yang iya bayar.


"Bos" saat sampai Al mendapat tundukan kepala dati seorang lelaki muda yang munkin berkisar umur 24 tahun masih muda bagi nya


"Kamu sudah tahu apa yang perlu kamu lakukan" Al menatap datar ke arah lelaki itu"ya,bos aku mengerti hanya menunggu perintah dari anda oh iya perkenal kan nama saya Tommy agar bisa di panggil lebih mudah" Tommy tersenyum penuh ke hormatan.


Tommy sudah sering mendengar tentang pria di depan nya ini iya adalah seorang leader mafia yang cukup di takuti di dunia gelap.Iya sangat licik,dan sangat sulit di kalah kan,satu satu nya orang yang mampu membuat nya terluka hanya Rey seorang makanya iya amat membenci Rey.


Sedang kan Rey iya adalah bos Gangster tidak jauh dari kata mafia hanya saja Rey selalu membunuh musuh nya seorang diri jarang dengan tim nya sedang kan mafia tentu saja berkelompok.


"Baiklah Tommy,besok pagi aku ingin kamu melamar kerja di R.A GROOP jika tak di terima sebaik nya kamu membujuk nya dan jika kamu berhasil.Sisa nya adalah pekerjaan ku'kau mengerti?" Ucap Al sembari menyeruput teh yang memang sudah berada di sana,Tommy mengangguk kan kepala nya antusias seperti nya iya tak sabar akan apa yang akan iya lakukan besok

__ADS_1


Menyamar adalah ke ahlian nya ,setelah berbincang sesaat ke dua nya pun kembali ke tempat masing-masing untuk tidur Karna hari sudah semakin larut.


__ADS_2