
"benar kak!, apa munkin ayah mengurung mami di sana?" Dava merenung.
"munkin saja, bagaimana kalau kita pergi saja ke sana jangan-jangan papah ngelakuin hal aneh!"
Devi menggangguk,tanpa di sadari ke dua nya sedari tadi ada seseorang yang menguping pembicaraan dia adalah Silvi yang kebetulan lewat ,lalu tersenyum menyeringai
"Jika Dia ada di sana aku bisa dengan mudah memberi nya pelajaran pada saat Rey sedang bekerja.Bukan kah ini kesempatan emas?" batin Silvi lalu pergi meninggal kan tempat itu.
Dava turun begitu pun Devi mereka memesan taksi online lalu melaju ke arah Rumah di mana Rey mengurung Aurel.
Sesampai nya di sana mereka berdua segera masuk ke dalam,firasat buruk menghampiri dan benar saja di saat sampai di sana ke dua nya di kejut kan oleh Rey yang tengah mencekram Aurel sangat kuat membuat Aurel ke sulitan Bergerak
"Rey lepas!, kenapa dengan mu?" Rey tak mengubris perkataan Aurel iya sudah di butakan oleh ke palsuan di internet yang kian merajalela,Rey mendorong Aurel cukup kuat
"akhh!, apa yang kau lakukan Rey?" Aurel memgang kepala nya yang pusing,Rey segera sadar ingin menolong Aurel namun iya di hentikan oleh Dava dan Devi.
"apa yang ayah lakukan?! kenapa mencelakai mama?" tanya Dava dengan sorot mata tajam.
Rey terdiam tidak tau harus berkata apa-apa
Devi juga ikut marah lalu mendorong tubuh Rey agar keluar
"pergi! kau bukan papa ku,papa ku itu baik dan perhatian sama mama tidak munkin berani melakukan hal begini sama mama"
__ADS_1
DEG..Entah mengapa perkataan Devi membuat hati Rey sakit"apa aku terlalu kasar?, akh sebaiknya aku minta maaf saja" batin Rey lalu menggemgam tangan Aurel,Aurel segera menepis kasar tangan Rey lalu masuk ke dalam kamar di ikuti Dava dan Devi.
Rey termenung lalu menghela nafas nya memilih untuk meninggal kan rumah itu.
setelah di luar Rey segera memasuki mobil nya ,melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Silvi yang bersembunyi di balik tembok menyeringai lalu masuk ke dalam rumah"Aurel aku akan memberi mu pelajaran karna telah menghasut adik ku!" batin Silvi
di kamar Aurel duduk di kasur di temani oleh Dava dan Devi yang selalu memberi kan pertanyaan pada Aurel.
"mama baik baik saja? apa ada yang sakit?" tanya Devi dengan nada panik iya takut ibu nya sakit
Aurel menggeleng lalu mengusap lembut rambut Devi"tidak apa apa ibu baik baik saja!"
"ma? apa papa menyiksa mu selama ini?"
"tidak kok!, hanya saja tadi pagi iya datang terburu-buru dan langsung marah marah pada ibu entah karna apa!"
"KARNA APA KAMU BILANG?!"
Aurel menoleh betapa iya terkejut ketika melihat Silvi berdiri sembari melipat tangan nya di dada wajah nya musam "kakak ipar?"
"jangan panggil aku kakak ipar! aku tak pernah menyetujui kau untuk menjalin hubungan suami istri dengan Rey!." ucap Silvi dengan sorot mata tajam se akan ingin menerkam Aurel hidup-hidup.
__ADS_1
Aurel terdiam dan menundukkan kepala nya hal itu membuat Dava kesal ada apa dengan nenek lampir yang satu ini?
"hei. Nenek lampir? apa kamu berhak untuk membentak ibu ku? lagian kenapa jika Ayah dan Ibu menikah toh itu juga di setujui oleh semua nya kecuali kau jujur saja aku ingin bertanya setan apa yang merasuki mu?" ucap Dava dengan Ketus.
Silvi mengggertak kan gigi nya"berani nya kau bocah apa kamu pikir aku akan mendengar kan mu? jika aku sudah mengambil keputusan maka itu akan terjadi!"
"benar kah? tapi yang kulihat setiap rencana mu akan gagal aku sudah meramal nya jadi berhentilah untuk memisah kan ayah dan ibu itu hanya akan sia sia!" ucap Dava dengan nada meninggi
"heh," Silvi tersenyum meremeh kan ,berjalan ke arah Aurel lalu menjambak rambut nya kuat"akhhh" Aurel berteriak membuat Silvi semakin berniat.
"bagaimana bocah?"
Dava yang melihat itu pun marah ,ingin membalas perbuatan Silvi namun di hentikan oleh Aurel.Aurel menatap memohon ke arah Dava
"mama mohon!, biar kan saja Dia melakukan apa pun asal dia puas lagian mama bisa menanggung nya sendiri kok!" begitulah arti tatapan Aurel di artikan Dava,Dava menghela nafas lalu berhenti ,Iya diam.
Silvi menjambak habis habisan rambut Aurel,menampar nya beberapa kali hingga membuat Aurel tak kuat lagi lalu pingsan iya sedari tadi sudah menahan sakit
"aihh.Pingsan? lemah sekali wanita ini!" Silvi pergi tanpa rasa bersalah di mata nya.
Dava dan Devi langsung menangis merutuki Silvi di dalam hati"lihat saja aku akan membuat mu menyesal karna telah menyakiti mama!" teriak Dava dengan berurai air mata.
Devi juga terisak lalu mengambil kain putih yang ada di meja,mengusap lembut wajah ibu nya yang sudah pucat"mama, maaf Devi tak bisa bantu mama" Devi menenggelam kan wajah nya di badan Sang mama.
__ADS_1
Dava yang melihat itu pun segera mengusap air mata Devi"ini bukan salah mu! jadi tidak usah minta maaf, ini semua salah papa tidak seharus nya papa berbuat seperti itu pada mama!." ucap Dava yang sudah terlarut dalam emosi.