Suami Gangster

Suami Gangster
kabur


__ADS_3

"Sudah lah itu tak munkin Dia lagian Gadis kecil itu juga tidak tau kemana pergi rasanya aku ingin bermain kembali dengan nya seperti waktu kecil"gumam Silvi lalu kembali menoleh ke arah Aurel,tanpa sadar iya tersenyum.


..


Jingga yang merasakan jika kini kehidupan Aurel kembali berjalan normal,Iya tak lagi merasa di tekan oleh banyak masalah bahkan Silvi juga tak menggu nya lagi"ck sebenar nya ada apa ini? Jingga sabar kan saja setelah mereka semua pergi dan hanya menyisakan Aurel beri Dia pelajaran,ancam Dia menggunakan anak anak nya" batin Silvi dengan senyum licik di wajah nya.


Selepas makan sesuai dugaan Jingga mereka pergi,namun tak ada siapa pun di antara mereka yang menrauh curiga pada Jingga:Silvi pergi bekerja begitu pun Rey sedang kan N.y Dinda pergi arisan ke rumah sahabat nya.


Kini rumah itu benar benar sepi,saat Aurel masuk  ke kamar Dava dan Devi,iya menggertak kan gigi nya ketika melihat Jingga yang tengah duduk manis di atas kasur.


"Akhir nya kamu datang juga hoam lama sekali" Jingga menguap malas lalu turun dari kasur mengambil pisau dari balik punggung nya mendekat kan nya ke pipi Dava"apa yang kamu lakukan!! Janga  lakukan lagi atau kamu akan meberima akibat nya" ucap Aurel yang panik.


Jingga berhenti lalu segera menyimpan pisau nya,berjalan ke arah Aurel"jangan main main dengan ku,aku bisa membunuh mereka kapan saja dan yang perlu kamu lakukan hanya tidak boleh membantah ku kamu harus menuruti segala ke inginan ku termaksu menjauhi Rey dan Silvi beserta Ibu nya atau kamu tak akan melihat Dava dan Devi lagi" ucap nya berlalu pergi


Aurel yang mendengar itu terjatuh di lantai "pada akhir nya kau akan kembali ke akhir yang tragis,Tidak! Aku tak mau mati di sini dan aku tak ingin Dava mapun Devi terkena imbas nya aku harus pergi! Aku akan kabur" batin Aurel lalu menutup pintu rapat rapat"maaf Dava,Devi ini.adalah cara terbaik kita pergi neninggal kan rumah ini yah walau kalian tak akan pernah bertemu lagi dengan papa kalian tapi itu adalah jalan terbaik daripada menunggu mati di sini"


Aurel segera mengambil tas yang berada di samping lemari pakaian lalu memasukkan beberapa pakaian Dava dan Devi ke dalam tas.


"Baiklah sekarang bagaimana cara nya untuk membawa kalian pergi?"


Kelopak mata Devi terbuka menandakan iya terbangun,benar benar badan nya pegal sekali"mama?"


Tak jauh berbeda dengan Devi,Dava juga terbangun"mama? Kenapa mama di sini! Akh mama hiks aku rindu" pekik Dava

__ADS_1


"Mama juga rindu kalian tapi kita tak bisa lagi berlama lama di rumah ini!"


"Loh kenapa mah?" Tanya Devi yang penasaran


"Ini demi kebaikan kita,Dava dan Devi apa kalian punya cara untuk pergi dari sini? Tanpa keluar dari pintu utama? Terlebih kita berada di lantai 2 jadi pasti akan sulit"


Dava dan Devi segera berpikir hingga mata ke duanya menoleh ke arah gorden yang terpasang di setiap jendela kebetulan jendela di kamar ada banyak jadi gorden nya juga banyak kemudian Devi menoleh ke arah lemari,membuka lemari mengambil sebuah kain tipis dan panjang namun kelihatan nya kuat"kita pakai ini untuk turun! Kita sambung sambung kan dengan gorden saja"


Dava langsung berbinar binar"ya itu ide bagus dan aku juga ingin mengalami nya"


Aurel nampak ragu namun tetap saja melakukan saran dari Dava dan Devi ,menyambung nyambung kan gorden yang ada dengan kain panjang yang di berikan Devi.


Setelah mengikat cukup kuat ke arah pintu jendela Aurel menjatuh kan gorden yang sudah panjang itu namun seperti nya kurang panjang tapi tak ada lagi kain maupun gorden yang bisa menyambung"kalau tak ada lagi sebaiknya kita langsung turun saja itu tidak mengapa! Tanpa pikir panjang Dava pun memegang lilitan kain itu dengan erat lalu perlahan demi perlahan turun hingga sampai dengan selamat ke bawah"mama ayo turun"ucap Dava sedikit berteriak.


Setelah di bawah Aurel segera menggandeng tangan Dava dan Devi lalu tersenyum kemengangan"akhir nya kita pergi juga! Kenapa dari dulu aku tak berpikir untuk melarikan diri nya"


Mereka berlari sekencang munkin menjauh dari rumah mewah itu,saat di jalan Aurel menghentikan salah satu taksi lalu menyuruh untuk meninggal kan tempat itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00,Rey baru saja kembali dari kantor,iya sangat lelah,kemudian iya melihat ke adaan rumah yang begitu sepi se akan tak ada yang menghuni.


Rey berjalan ke arah kamar Dava dan Devi entah mengapa firasat nya buruk sekali tentang ini


Saat membuka pintu iya begitu di kejut kan akan ke adaan kamar yang kosong kemudian mata nya melihat ke arah jendela di mana lilitan kain itu masih ada,tak percaya akan pikiran nya Rey pergi ke arah lemari,membuka lemari"ck! Bagaimana munkin mereka kabur? Aurel kamu menguji kesabaran ku"batin Rey lalu menelfon seseorang"tak kan ku biar kan kamu kabur begitu saja ,aku akan memberi mu hukuman karena berani kabur"batin nya lalu pergi.

__ADS_1


Rey marah dengan Aurel karena Aurel membawa kabur Dava dan Devi,iya pun menyuruh bawahan nya untuk mencari mereka sampai ketemu.


Rey berjalan dengan wajah musam duduk di meja makan bersama dengan ibu,kakak nya"Rey ada apa dengan mu? Kamu seperti nya sedang marah apa terjadi sesuatu di kantor?" Tanya Silvi yang mengundang perhatian Ibu dan Jingga


"Ya kamu kenapa tak seperti biasa nya" timpal N.y Dinda


"Bukma apa apa bu hanya saja Ada masalah kecil"


"Masalah?" Tanya Silvi heran"ini tentang Aurel iya kabur" ucap Rey dengan tenang namun wajah nya sangat lah marah


Hampir saja Silvi menyembur kan makanan di mulut nya"kabur? Kenapa bisa kabur?" Ucap Silvi yang entah kenapa pabik se akan tak suka jika Aurel kabur.


"Ada apa dengan mu bukan kah seharus nya kamu senang dia tak ada di sini?" Ucap Rey dengan sinis membuat Sivi terdiam iya juga tak tau mengapa,akhirnya mereka tak lagi berbicara.


"Dia benar benar kabur? Tak kusangka tapi ini adalah hal baik untuk ku jika Dia kabur aku akan lebih mudah menghancur kan Rey hehe ternyata Aku sangat beruntung" batin Jingga.


"Tapi tenang saja aku sudah menyuruh seseorang untuk mencari nya aku tak bisa membiar kan nya membawa kabur anak anak ku" ucap Rey lagi yang hampir membuat Jingga menyembur kan air dari mulut nya,dan tanpa sengaja tersedak .


"Uhuk uhuk"


"Ada apa dengan mu Jingga?" Ucap Silvi agak panik lalu memberikan secangkir air putih yang langsung di minum oleh Jingga tanpa memperdulikan Rey dan N.y Dinda


"Tak di sangka Nona Jingga begitu tak punya sopan minum seperti itu" ucap Rey dengan senyum sinis di wajah nya membuat Wajah Jingga malu

__ADS_1


__ADS_2