
Lima hari telah berlalu.
Aurel duduk di kursi meja rias memandang
Pantulan wajah nya,dengan balutan gaun pengangtin putih.Iya menghela nafas panjang.
Aurel melangkah kan kaki nya keluar
Dari ruangan itu menuju altar pernikahan ,
Di sana tak banyak orang yang hadir bahkan keluarga dari pihak wanita maupun perempuan tak ada yang hadir.
Aurel tak memerdulikan nya karena iya tahu
Pernikahan ini di rahasiakan
Hanya ada beberapa orang
saja yang mengetahui nya
Dava dan Devi duduk di tempat nya mengumbar senyum
Bahagia ,akhir nya ibu nya tak kesepian lagi
Akan ada orang yang menjaga mereka dan bersama mereka.
Sedang kan Rey menatap takjub ke arah calon istri nya itu hari ini iya sangat cantik!
Rey menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja putih di dalam
Iya menggemgam sebentar tangan Aurel
Namun segera di tepis oleh Aurel iya menatap
Tajam ke arah Rey
"Dasar tak tau malu, mau nikah tapi
Sifat nya masih begitu!" Begitu lah arti tatapan
Aurel di mata Rey.
Rey mengepal erat tangan nya berusaha sabar agar acara lernikahan nya ini tak hancur.
(Di skip bae lah)
Saat selesai mengucap kan janji suci Tiba
Tiba Seseorang berteriak
"REY..!"
Rey menoleh ternyata itu adalah Jingga iya menyuruh
Sang pendeta untuk menyelesaikan pernikahan nya tanpa memperdulikan teriakan wanita itu yang tak lain adalah Jingga
Jingga setelah mendengar kabar angin tentang pernikahan Aurel dan Rey tak habis pikir lalu segera bergegas kemari dan saat sampai ternyata pernikahan itu sudah di langsung kan dan akan segera selesai.
Iya menatap kesal pasangan baru nikah itu.Mata nya menatap tajam ke arah Aurel lalu menghampiri mereka berdua yang tengah bermain dengan Dava dan Devi tampak seperti keluarga harmonis.
PLAK
Jingga menampar wajah Aurel mata nya berapi api se akan ingin melahap Aurel hidup hidup.
"Kau wanita rendahan berani nya kau menggoda Rey hingga menikah!, apa kau tak punya harga diri sama sekali?."
Aurel memegang pipi nya lalu menjatuh kan pandangan nya ke arah Jingga yang tengah marah besar,Rey memegang tangan Aurel lalu berjalan mendahului Jingga
"Apa urusan nya dengan mu! Mulai sekarang Aurel adalah istri ku kami sudah menikah secara resmi dan itu tak ada sangkut paut nya dengan mu" perkataan Rey tepat di telinga Jingga bagaikan bisikan maut bagi nya
__ADS_1
Jingga terdiam.
Aurel beserta keluarga kecil nya pergi meninggal kan Jingga seorang diri di sana
Jingga yang kesal menghancur kan semua barang barang yang berada di depan nya
Iya murka.
"Sialan" iya berteriak menggebu gebu menyumpahi Rey dan Aurel
"Aurel jangan salah kan aku harus bertindak kau sudah keterlaluan telah merebut apa yang seharus nya menjadi milikku seharus nya Rey akan berlutut dan memohon kepadaku untuk menikahi nya"
Untung saja Rey tak berada di sana dan tak mendengar ucapan Jingga barusan atau iya akan benar benar muntah
Mimpi saja kau untuk menginjak Rey dan membuat nya bertekuk lutut
Jingga mengambil hp dari tas nya lalu berusaha menelpon seseorang yang tak lain adalah kakak Rey
Silvi
"Yang sekarang bisa kulakukan hanya lah mengandal kan kakak bodoh nya ini" gumam Jingga
Tit
Telepon tersambung Jingga pun segera ber akting menangis ,mendengar itu Silvi khawatir lalu segera menanyakan kepada Jingga apa yang terjadi
"Ada apa dengan mu kenapa kau menangis?"
Jingga terisak sebentar lalu berbicara
"Bukan apa apa kak hanya saja aku sangat sedih kau tahu ternyata Rey.."
Jingga tak melanjut kan ucapan nya membuat Silvi penasaran
"Ada apa dengan nya?"
"Dia telah menikah!"
Akhir nya si bodoh ini masuk dalam jebakan nya
Segera Jingga menjawab dengan gagap seperti tengah ketakutan
"Iya menikah dengan Aurel" pelan namun masih bisa di dengar oleh Silvi.
Silvi membelalak kan mata nya"siapa itu Aurel apa dia karyawan yang waktu itu menggoda Rey? Atau ada orang lain?"
"Iya itu karyawan yang waktu itu" jawab Jingga
Silvi meremas kuat hp nya
lalu segera mematikan Hp nya
Jingga tersenyum"sungguh mudah di bohongi"batin nya lalu pergi dari tempat itu
Malam nya
Selepas acara pernikahan yang amat melelah kan
Aurel dan Rey pun kembali ke rumah.
Se sampai nya di rumah Aurel turun terlebih dahulu lalu segera pergi ke kamar,
Aurel segera mengganti pakaian nya iya tak betah akan baju pengantin ini.
"Sangat menyebal kan!" Gumam Aurel
Di pintu rumah si kembar Beserta Rey masuk ke dalam
Rumah Rey segera menyuruh Dava dan Devi untuk beristirahat di kamar nya sedangkan iya berjalan sempoyongan ke arah kamar di mana Aurel berada
__ADS_1
Iya sangat lelah.
Aurel yang berada di kamar di kejut kan oleh ke
Datangan Rey lalu berjalan mundur di kala iya tengah mendekat
"Hey, tak perlu setakut itu juga kalik
Aku bukan pemakan manusia!"
Aurel terkekeh lalu melempar bantal di kasur
Ke wajah Rey
"Kamu tidur di sofa malam
ini jangan menggangguku" Aurel berkata dengan
Arogan menatap penuh kemenangan kepada Rey
Rey membelak kan mata nya tak percaya wanita di depan nya ini sungguh punya nyali berani memerintah nya ,Rey perlahan mendekat.
"Heh' kau memerintah ku? Kamu cukup berani untuk menjadi wanita!"
Rey semakin dekat lalu menyudut kan Aurel di tembok
"Aku bisa melakukan apa pun padamu jika aku
Mau!"
"Benar kah?"
BUGH
Aurel menendang perut Rey membuat pria itu meringis
Ke sakitan hey dia hanya bercanda!.
"Kau sungguh wanita yang kasar"
Aurel tersenyum se akan sedang di puji lalu
Duduk di pinggiran kasur memandang ke arah Rey yang masih memegang perut nya yang sakit
"Apa kau selemah itu hingga tak bisa menahan pukulan sepelan itu?"
Rey marah iya merasa di remeh kan"kau tak tau apa apa! Jelas jelas kau memukul ku sangat keras siapa juga yang tidak akan kesakitan."
Aurel yang mendengar itu mengangguk ngangguk namun
Masih tetap pada pendiriaan nya bahwa Rey itu lemah
"Tetap saja kau lemah. Bahkan pukulan seorang wanita tak mampu kau lawan atau pun hindari cuihh" Aurel meludah
"Lelaki lemah!!" Aurel menekan kata nya membuat
Amarah Rey memuncak.
"Kau sungguh berani padaku nya apa kau pikir aku
Tak berani melakukan apa pun padamu malam ini? Heh' kau meremeh kan ku? Kita sudah terikat tali pernikahan jadi jika aku melakukan nya padamu itu adalah hal biasa"
Aurel tergidik geli lalu mundur ketika melihat Rey yang semakin mendekat ke arah nya iya lumayan takut akan apa yang akan terjadi jika itu sesuai dengan yang di pikiran nya
"Kamu menjauh dari ku"Aurel menunjuk Rey namun semakin membuat Rey bergairah ingin melihat reaksi Aurel
Hingga
BRAK..
__ADS_1
Pintu di dobrak paksa