Suami Gangster

Suami Gangster
Jingga kau sungguh bodoh!


__ADS_3

Jingga keluar dari kamar nya dengan perlahan takut membuat suara walau sekecil apa pun iy harus tetap waspada.


Jingga melangkah pelan masuk ke dalam kamar Rey tapi iya lupa mengunci pintu


"Seperti nya aku harus mencari nya mulai dari lemari dulu" batin Jingga.


Jingga berjalan ke arah lemari mengobrak abrik isi lemari namun tak ada apa pun di sana,setelah dari lemari Jingga berjalan ke arah meja dekat kasur ,setelah di periksa di sana juga tak ada apa apa ,kemudian Jingga berjalan ke arah kasur memberantaki kasur tapi tak ada juga bahkan selembar kertas pun tak iya lihat


"Sebenar nya dimana sih?" Gerutu Jingga lalu berjalan kembali ke sudut


Jingga sudah beberapa kali mondar mandir namun tak melihat apa pun bahkan sehelai kertas pun tak iya lihat


Hingga mata nya tak sengaja melihat ke arah sudut terpencil di sana ada sebuah peti kecil


Rasa penasaran membuat Jingga berjalan ke arah sana saat ingin membuka Peti itu kunci nya tak ada


"Akhhh..Sialan!,bagaimana cara ku membuka nya,dimana pria bajingan itu menyimpan kunci nya?"


Jingga berjalan kembali ke arah meja kecil itu memeriksa sekali lagi hingga iya mendapat kan sesuatu


"Kunci? Apa ini kunci untuk membuka peti itu?" Batin Jingga


Jingga perlahan membuka peti itu dengan kunci yang iya temukan benar saja peti itu berhasil di buka iya tersenyum senang


"Akhir nya"


Jingga mengambil berkas berkas yang ada di dalam berjalan ke arah luar


"Apa yang kau lakukan di kamar anak ku!" Ucap Mika yang entah sejak kapan berada di sana ,Mika menatap tajam ke arah Jingga


Jingga yang melihat itu menelan ludah nya kasar"a-aku hanya sedang mengambil beberapa kertas yang diminta oleh Rey,aku pergi dulu" ucap Jingga yang langsung pergi hingga mendapat tatapan tak senang dari Mika


"Tak tahu malu"


Jingga berjalan ke arah luar iya akan pergi namun langkah nya terhenti ketika Silvi berbicaradari belakang.


"Jingga kamu mau kemana malam-malam begini hoammm" ucap Silvi lalu menguap iya masih ngantuk


"Ah.. Kakak aku hanya ingin mencari udara segar saja ,aku keluar sebentar nya" ucap Jingga yang ingin pergi namun di hentikan lagi oleh perkataan Silvi


"Menghirup udara segar? Apa mau aku temani? Ini sudah malam loh tak baik anak perempuan berjalan seorang diri malam malam"


Jingga tersenyum paksa"tidak perlu kak, aku bisa sendiri kok lagian aku gak jauh jauh amat"


"Oh ok"


Jingga kembali berjalan "menjengkel kan"

__ADS_1


gumam nya


Ke adaan Rey dan Aurel


"Ugh" Darah keluar dari sela mulut Aurel ,kini iya duduk tak berdaya di samping Rey


"Kenapa kau melakukan nya? Kenapa kau tak lari saja Aurel! Seharus nya kau meninggal kan ku saja" ucap Rey yang membuat Aurel makin kesal


"Diam lah! Ini bukan saat nya berdebat"


Al yang melihat itu hanya menguap iya sungguh bosan dengan drama kedua nya.


"Bagaimana? Apa sudah bersedia mati?"


"Kami tak akan mati semudah itu" ucap Aurel kemudian bangkit di ikuti Rey


"Oh benar kah?"


Dert Dert


Hp Al berbunyi"tunggi sebentar aku mengangkat telfon dulu" ucap nya lalu agak menjauh dari Aurel dan Rey


Yang menelfon Al adalah Jingga yang tengah memberitahu jika data data perusahaan Rey relah di tangan nya hal itu membuat Al menyeringai


"Seperti nya hari ini kalian cukup beruntung tapi lain kali aku tak akan mengampuni nyawa kalian sampai jumpa lagi manis" ucap Al mengedip kan sebelah mata nya ke arah Aurel lalu melompat dari jendela ,hal itu berhasil membuat Aurel terbelalak


"Apa dia sudah gila?"


Aurel merobek lengan baju nya lalu mebalut nya di lengan Rey yang berdarah.


"Jika di pikir-pikir hari ini kau cukup berbeda hari ini kau sangat perhatian padaku! Apa kamu sudah menyadari jika kamu menyukai ku?" Ucap Rey mencoba untuk menggoda Aurel.


Aurel terdiam dan menekan kuat lengah Rey yang berdarah membuat Rey menjerit kesakitan


"Kau ingin membunuh ku?!"


"Makanya jangan pikir aneh-aneh coba kamu pikir apa yang akan di lakukan oleh orang-orang di rumah jika tau aku membiar kan mu di bunuh di depan mata jadi jangan berpikir terlalu kepedeaan!" Ucap Aurel dengan ketus


"Benar kah? Tapi tatapan mu tadi memang sungguh berbeda dari biasanya se akan tadi itu bukan kamu saja!"


Mendengar hal itu Aurel semakin kesal iya pun menekan sangat kuat luka Rey.


"Kau benar-benar ingin membunuh ku ya?!"


"Huh,kamu yang mulai sih" ucap Aurel sembari menggembungkan pipi nya


"Bos" ucap Vania dari belakang entah sejak kapan iya berada di sana

__ADS_1


Rey menoleh"ada apa?"


"Sebaikanya bos dan nyonya kalau ingin bermesraan jangan di sini!" Ucap Vania yang berhasil membuat amarah Aurel meledak


"SIAPA YANG BERMESRAAN ASTAGA..!"


Di sisi Al


"Kerja bagus Jingga kau memang sangat bisa diandal kan!" Ucap Al sembari menyeruput teh nya,kini iya duduk di halaman Villa nya


"Emmm"


"Ada apa?"


Al memeluk tubuh Jingga iya membuat Jingga menjadi amat tegang


"Aku takut"


"Takut? Kenapa?"


"Tadi saat aku keluar dari kamar Rey aku tak sengaja bertemu dengan ibu nya aku tak tahu apa dia melihat aku membawa berkas-berkas itu atau tidak jadi selanjut nya bagaimana?" Tutur Jingga


"Mudah saja kamu harus bisa membuat ibu Rey berpihak padamu!"


"Cara nya"


Al menyerput teh nya kembali"Jingga,apa kamu tak punya otak lagi hingga tak bisa berpikir sendiri? Cari lah cara nya sendiri dasar bodoh!"


Jingga menundukkan kepala nya lalu turun dari gendongan Al"baiklah aku akan kembali lagi setelah tugas ini selesai tunggu aku Al!."


"Hn"


Jingga pergi, Al menghela nafas panjang seringai licik terpancar di wajah nya.


"Rey aku rasa kau terlalu beruntung! Setelah meninggal kan wanita bodoh itu(Jingga) kamu menemukan pengganti nya terlebih wanita itu berhasil membuat ku tertarik bayangan wajah nya yang gigih untung melindungi mu membuat ku ingin memiliki nya dia terlalu sempurna untuk pria sepertimu"


"Tuan..!"


Al menoleh ketika bawahan nya memanggil nya menaikkan sebelah alis nya"ada apa?"


"Bagimana dengan Rencana Tuan selanjut nya? Apa tuan akam tetap mengandal kan nona Jingga?"ucap Bawahan nya dengan Tegas


"Kau jangan terlalu meninggikan wanita itu memanggil nya nona segala dia hanya pion yang bersedia ku gunakan,dan juga rencana itu sebaik nya di undur dulu aku punya ide yang lebih baik dan ini akan sangat menarik!" Ucap Al dengan masih menyeringai kejam membuat bulu kuduk bawahan nya berdiri


"Kalau boleh tau apa rencana Tuan?"ucap Bawahan nya dengan ragu.


Al memutar mata nya malas lalu mencengkram bahu bawahan nya dengan kuat.

__ADS_1


"Aku ingin memberitahu nya padamu! Tapi seperti nya aku lebih baik mengurung kan nya saja lebih baik aku pendam sendiri rencana ini"


"Kalau begitu maaf kan saya Tuan" Al tertawa dalam hati ketika melihat sang bawahan berlutut padanya ada rasa kemenangan dalam hati nya.


__ADS_2