
"Hanya perasaan ku kah? Atau anak itu berbeda?!..Heh' aku ingin tahu apa yang kamu rencanakan!" Gumam Aurel lalu meneguk secangkir teh di depan nya.
Saat keluar dari rumah itu,Aurel tak di sangka bertemu dengan Ibu nya(nyonya Risa.) Dan mengajak nya ke rumah.
Awal nya Aurel ragu namun iya tetap menyetujui nya karena tak enak menolak permintaan terakhir n.y Risa.
"Jadi? Apa yang ingin Anda beritahu?!" Ucap Aurel dingin'seperti nya iya masih tak melupakan kejadian dimana sang ibu angkat menelantar kan nya
N.y Risa langsung berlutut di kaki Aurel, hal itu membuat Aurel spontan berdiri"apa yang Anda lakukan?!" Pekik Aurel.
N.y Risa mengeluar kan cairan bening lalu ikut berdiri,memegang erat tangan Aurel.
"Aurel? Apa kamu benar benar tak bisa memaaf kan ku? Ya.Aku tahu aku salah tapi berikan aku ke sempatan sekali lagi! Aku ingin menjadi orang yang baik dan menepati janji ku!" N.y Risa menunduk.
Aurel mengerut kan dahi nya lalu memegang bahu N.y Risa"maksud anda? Janji? Hubungan nya apa?!"
N.y Risa terdiam lalu menghela nafas panjang"sebenar nya ini adalah rahasia,karena kamu sudah dewasa aku akan mengatakan rahasia besar:Sebenar nya kamu adalah anak dari pasangan wanita dan lelaki yang begitu mesra dan harmonis,mereka berdua adalah teman dekat ku,tapi suatu kejadian membuat ke duanya meninggal dalam sebuah ke celakaan,orang orang bilang itu hanya ke celakaan biasa tapi- ...itu adalah perbuatan keji dari seseorang hiks Aurel apa kamu tahu siapa dalang di balik ini semua?! Itu ayah angkat mu! Suami ku! Tapi- lagi lagi aku salah berungkapan ternyata bukan hanya Dia seorang yang melakukan hal itu ada seseorang yang memiliki latar belakang kuat yang membunuh ayah dan ibu kandung mu Dan saat saat terakhir ke dua orang tuamu,mereka menitip kan mu pada ku tapi aku,Tak berguna! Melupakan janji karena di butakan ke egoisan.Jadi maaf kan aku! Beri aku ke sempatan untuk menebus kesalahan ku" ucap N.y Risa panjang kali lebar sembari menangis.
Mendengar penuturan dari N.y Risa tanpa sadar air mata mengalir di pipi Aurel"ayah? Ibu?!"
"Maaf! Ini memang adalah kesalahan ku!" N.y Risa menunduk
"Tidak.Ini bukan salah mu! Aku juga salah" ucap Aurel lalu keluar dari rumah itu meninggal nya N.y Risa seorang diri.
N.y Risa menatap punggung Aurel dari kejauhan lalu tersenyum"putri mu sudah dewasa! Maaf aku tak bisa menjaga nya lagi,dan Lega rasa nya mencurah kan itu semua.Terserah diri nya mau menilai ku apa setelah ini,aku hanya berharap Dia melupakan masalalu lalu memulai hidup baru"gumam N.y Risa.
..
"Pertama aku hamil, ke dua masalah dengan wanita itu dan ketiga masalah tentang orang tua kandung ku!....Apa apa an ini? Hiks Apa Tuhan tengah memepermain kan takdir ku?! Kenapa hal menyedih kan seperti ini menimpa ku?" Aurel menangis tersedu sedu di pinggir jalan yang sepi di mana tak ada sama sekali mobil atau pun kendaraan lewat.
__ADS_1
Aurel menangis merenungi nasib naas yang selalu menimpa hidup nya.
"Hei..Kamu!!" Suara itu mengejut kan Aurel.Kemudian Iya pun menoleh lalu mendapati seseorang yang pernah iya temui di suatu tempat"kamu?!"
"Kamu masih mengingat ku?"
"Ya,Kamu wanita yang bermain musik di taman dan berbicara dengan gadis itu kan? Gadis itu adalah putri ku!"
"Ah.Ternyata benar Dia putri mu'Aku sudah mencari mu kemana mana akhir nya menemukan mu" ucap wanita yang tak lain adalah Geby wanita yang di temui oleh Aurel di taman ketika pesta ulang tahun sekolah.
"Kenapa kamu di sini?" Aurel menaikkan alis nya heran"aku ke sini ingin menawar kan sesuatu padamu"ucap Geby lalu menyerah kan selembaran pada Aurel
"Apa ini?, Lomba bermain biola" gumam Aurel yang semakin di buat heran.
"Maksud nya?!"
"Eh? Devi? Tapi untuk apa! Kalian kan hanya pernah bertemu sekali saja,kenapa langsung menyuruh nya untuk mengikutis audisi?" Ucap Aurel penuh dengan selidik.
"Aku memang tak mengenal kalian tapi- Aku hanya ingin mengetahui sebesar apa kemampuan gadis itu jadi kamu jangan terlalu mengkhawatir kan nya"jelas Geby namun masih tetap di geleng kepala oleh Aurel.
"Tidak! Pokok nya tidak "
"Baiklah terserah kamu saja tapi apa boleh kamu memberikan brosur itu pada gadis itu? Bukan kah lebih baik jika Dia yang menentukan sendiri, baiklah kalau begitu aku pergi sampai bertemu besok di sini" ucap Geby lalu pergi jauh dari hadapan Aurel.
Aurel merenung sejenak memikir kan apa yang baru saja di katakan oleh Geby namun iya segera menggeleng geleng kan kepala nya.
Aurel pulang ke rumah menggunakan taksi
Saat sampai di rumah iya begitu di kejut kan ketika melihat Jingga dan Silvi yang tengah memojok kan Devi,iya berlari menghalau ke dua nya ketika mendekat ke arah Devi"apa yang kalian lakukan?!!"
__ADS_1
Namun hal tak terduga terjadi lagi N.y Dinda datang dari arah dalam rumah dengan wajah marah"Aurel?!!,sungguh saya tak menduga kelakuan mu begitu buruk di belakang ya? Berani bermain mata dengan lelaki lain! Apa kamu lupa jika kini kamu adalah istri dari Rey"
Mendengar penuturan itu tentu saja Aurel terkejut"Ibu! Bukan begitu!!"
"Jangan panggil aku ibu!" Bentak N.y Dinda
Jingga yang menyaksikan itu mengumbar senyum licik"akhir nya perjuangan ku menghadapi perilaku arogan dan sombong wanita tua itu berguna juga hehe Aurel Aurel sudah berapa kali tapi kamu masih tetap bodoh ya" batin Jingga.
Devi yang melihat itu pun maju ke depan ibu nya menghalau pukulan yang akan di lontar kan N.y Dinda kepada Ibu nya dan alhasil"akh..!"
N.y Dinda tertegun iya tak menyangka jika Devi akan menghalangi nya,hal itu membuat Aurel emosi lalu mendekat ke arah N.y Dinda
Jingga yang menyaksikan itu juga mendekat ke arah N.y Dinda ,mendorong N.y Dinda hingga terjatuh ke tanah dan..
"Akh..!"
Tak di sangka saat N.y Dinda terjatuh ,kepala nya terbentur batu,Aurel menutup mulut nya tak percaya"Aurel!! Apa yang kamu lakukan" teriak Silvi penuh emosi
"Aku tak melakukan kan n-nya"
"Jangan berbohong kamu! Aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri hiks ibu!!" Silvi menangis lalu memangku kepala ibu nya yang berdarah,Jingga yang melihat itu mengeluar kan hp nya lalu dengan panik menelfon ambulans
Beberapa saat kemudian Ambulans datang di ikuti oleh mobil Rey,Jingga memberitahu semua nya"apa yang terjadi? Ada apa dengan ibu!"
Nampak Raut wajah Rey panik dan marah.
"Kau tahu?!, istri mu itu.Berbuat ulah Iya mendorong ibu dan membuat kepala ibu terjatuh ke batu,Akh... tidak perlu basa basi Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja" Silvi segera masuk ke dalam ambulans.
Rey melirik sekilas ke arah Aurel lalu segera pergi.
__ADS_1