
Sisi Aurel
Jam istirahat
Aurel yang tengah memberes kan berkas-berkas di
Depan meja nya pun melang kah ingin keluar namunĀ hp nya berdering ,iya pun melihat nya ada sebuah pesan dari no tak di kenal
"Datang ke jln xx sekarang aku menunggumu di sana" ucap Aurel membaca ulang isi pesan itu,Aurel menyimpan hp nya merenung sebentar.
"Sebaiknya aku datang saja agar tau siapa
Yang ngirim Sms itu" gumam Aurel.Aurel pun segera berjalan keluar dari Kantor ke betulan para karyawan juga sudah berhamburan ke kantin jadi dia tak perlu meladeni mereka.
Aurel masuk ke dalam mobil,lalu menyalakan mesin mobil melaju di jalanan denangan kecepatan rata rata iya sangat penasaran tentang sms itu
Aurel memberhentikan mobil nya ketika sudah sampai di alamat yang tertera di sms ternyata di sebuah reatoran,dengan langkah kaki ragu Aurel pun masuk ke dalam.
Namun iya tak melihat ada orang yang iya kenal semua nya asing hingga mata nya menangkap seseorang yang melambaikan tangan padanya
"Eh? Bukan kah itu Clarissa?" Batin Aurel,lalu berjalan ke arah Clarissa.
Clarissa tersenyum ramah lalu mempersilah kan Aurel untuk duduk namun dengan tegas di tolak oleh Aurel
"Tidak usah basa-basi apa tujuan mu untuk menyuruh ku datang kemari?!"
"Hanya ingin berbincang saja kebetulan aku ingin mengenal kan seseorang padamu tunggu saja nanti dia akan datang"
Aurel diam. Bingung siapa yang dimaksud oleh Clarissa hingga terdengar suara seorang anak kecil dari arah belakang.
"Kamu kenapa memanggil ku kemari? Apa kau tahu aku telah melewat kan jam pelajaran dan bolos kalau di hukum bagaimana?" Ya dia adalah Reva gadis bar-bar itu
Reva menoleh ke arah Aurel,mata nya merasa Aurel mirip dengan Dava
"Wahhhh, kakak cantik dari mana ini?" Teriak Reva dan langsung memeluk Aurel.
Sontak hal itu membuat Aurel dan Clarissa kaget,Clarissa tak menyangka jika Reva akan menyukai Aurel,iya segera menarik Reva dari pelukan Aurel.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sih? Dia itu yang ingin kamu urus!"bisik Clarissa,Reva yang mendengar itu tertegun
"Kakak cantik ini? Tidak mau kalau yang lain mau tapi dia tak boleh" bantah Reva lalu memeluk pinggang Aurel
Aurel yang tak mengerti apa apa memilih untuk diam
"Kau!' Sialan bagaimana kau bertanggung jawab bukan nya hari itu kamu bilang boleh tapi sekarang kenapa tidak?"
"Pikiran anak kecil itu mudah berubah tante" ucap Reva yang sengaja memancing emosi Clarissa
"kau bilang apa? Tante!! kau pikir aku setua itu"
Reva hanya tersenyum manis se akan iya tak melakukan kesalahan hal itu semakin membuat Clarissa marah ,ingin memukul Reva namun di hentikan oleh Aurel
"kau sungguh tak beretika berani memukul anak kecil,cih muka aja udah besar kelakuan kek bocah yang cuman bisa main pukul,Dek kita pergi aja Kakak antar kamu kembali" ucap Aurel di angguki oleh Reva.
melihat ke dua nya sudah pergi Clarissa menggebrak meja
"sialan..! Awas saja kau,Aku akan memberimu pelajaran" teriak Clarissa.
"kau mengenal nya?"
"ya aku mengenal nya! tapi kau siapa?
apa kau juga mengenal nya?"
Dia duduk di depan Clarissa menopang tangan nya di dagu
"aku mengenal nya apa kau ingin bekerja sama dengan ku?"
"kau siapa? aku tak akan menerima orang tak ku kenal begitu saja" ucap Clarissa dengan sorot mata yang semakin menajam.
"hmm panggil saja Al,Aku ingin kau menfitnah nya sehingga membuat orang-orang di sisi nya mencurigai nya aku ingin melihat seseorang hancur"
Clarissa merenung
"jika aku menfitnah nya apa untung nya bagi ku? lagian kenapa kau ingin menfitnah nya dan siapa yang kau ingin lihat hancur?!"
__ADS_1
Al mencengkram kuat dagu Clarissa mengambil sebuah pisau lipat lalu di arah kan pada wajah Clarissa
"tidak usah banyak bicara!, Aku hanya ingin mendengar kau mau atau tidak"
"kau!, jauh kan pisau itu"
"boleh saja,tapi kau harus menyetujui nya terlebih dahulu atau tidak aku akan merusak wajah cantik mu ini apa kau ingin melihat wajah mu hancur? jadi pilihan mu hanya wajah mu hancur atau kau menjadi pion ku?"
"sialan, kenapa dengan pria ini? mengancam ku terang terangan apa hubungan nya dengan Aurel sebaik nya aku setujui saja dari pada wajah ku dia rusak lagian aku juga ingin Aurel menderita"batin Clarissa
"baik aku akan menuruti mu sekarang cepat jauh kan pisau itu" ucap Clarissa dengan tegas.
Al melempar pisau itu lalu melepas cengkraman nya melipat tangan nya lalu di letakkan di atas meja ,tersenyum manis ke arah Clarissa
"kau jangan menyesali nya"
Clarissa segera menggangguk kan kepala nya dan dalam hati memaki maki Al"apa an menyesal justru aku akan sangat menyesal tak menuruti mu kalau tidak wajah ku bisa hancur" batin nya
"oh baiklah cepat mulai semuanya!"
Clarissa membelalak kan mata nya
"hah? sekarang aku mana bisa "
"lakukan atau.."Ancam Al sembari mengeluar kan sebuah pistol di saku nya bahkan orang-orang yang melihat Al melakukan hal itu hanya tutup mata
"sebenar nya siapa pria ini?" batin Clarissa lalu mengambil hp nya mulai mengedit foto Clarissa dengan laki laki lain,saat ingin mengunggah ,Al mengambil ahli hp Clarissa
"eh?"
"jangan banyak tanya!" Al mengganti poto editan itu menjadi diri nya tengah berduaan dengan Aurel hal itu tentu membuat Clarissa bingung namun tak bertanya iya takut.Clarissa segera mengunggah foto itu ke internet
Al menyeringai lalu berdiri mengeluar kan beberapa lembar uang ke depan Clarissa tentu saja Clarissa kaget "ini untuk apa?"
"upah mu, lain kali jika kau ingin bekerja sama dengan ku tak usah banyak tanya hanya perlu membicarakan yang penting saja oh iya kau segera bersih kan akun yang kau gunakan untuk mengunggah poto itu tapi ingat jangan sampai poto itu terhapus atau kau akan habis dengan ku" ucap Al lalu pergi meninggal kan Restoran tersebut.
"emm sebenar nya kenapa aku merasa kasihan nya sama Aurel? tidak -tidak Clarissa ingat dia adalah musuh mu lagian ini adalah perintah orang itu" gumam Clarissa lalu segera melakukan apa yang di perintah kan oleh Al.Setelah melakukan tugas nya Clarissa pun segera pergi dari sana iya tersenyum
__ADS_1
"aku tak sabar menunggu raut wajah pasrah dari Aurel haha aku sungguh menantikan nya "Clarissa segera bergegas pulang ke rumah baru nya rumah keluarga Zovanka