Suami Gangster

Suami Gangster
kakak cantik


__ADS_3

Setelah selesai berganti pakaian Dava dan Devi pun di antar oleh Aurel ke sekolah menggunakan mobil yang kebetulan ada di garasi.


Se sampain nya di sekolah Dava dan Devi turun,di saat mobil Aurel ingin pergi tanpa sadar ada yang berteriak dari kejauhan,


"AHAHAHAH, BUKAN KAH ITU WANITA MURAHAN YANG LAGI VIRAL ITU?!" Teriak salah seorang siswi kls 6 sd yang tak sengaja melihat wajah Aurel.


Semua murid kini mengalih kan pandanagn nya pada mobil Aurel lalu ikut memaki nya"iya hahaha berani sekali datang kemari! Lagian tu dua bocah ngapain datang kenari gak malu apa punya orang tua yang murahan!" Teriak salah satu siswi lain nya


Aurel mengumpat dalam hati" dimana sopan santun yang di ajarkan di sekolah ini? Bahkan orang yang lebih tua pun tak di hormati lagi!"


Dava dan Devi juga kena imbas nya,mereka di buly oleh banyak orang bahkan orang orang yang sudah lama berteman dengan nya pun membuly nya.


Mereka diam di tempat.


Cacian itu tak berhenti di sana semakin banyak orang dan semakin banyak pula yang menghujat,tak tahan lagi akhir nya Aurel keluar dari mobil lagian iya juga tak bisa bertahan lama di sana saking banyak nya orang yang memaki nya di luar.


"DIAM!, Dimana tata krama kalian sebagai siswa? Apa kalian tak di ajar kan sopan santun? Percuma kalian sekolah jika hanya bisa mengedar kan gosip tanpa mengetahui ke benaran nya cih, benar nya sekarang tua muda tak ada bedanya semua nya suka menggosip!" Ucap Aurel dengan tegas tapi malah di anggap angin lalu oleh Para siswi/siswa itu.


Salah satu siswi mendekat ke arah Aurel dia adalah bunga sekolah kira kira umur nya 13 tahun.


"Heh, kau hanya orang tak tau diri yang berani menggoda orang lain berani datang ke sekolah ini!"


Dava dan Devi yang sedari tadi diam pun mulai angkat bicara"kamu! Walaupun kamu di sini sebagai kakak kelas dan panutan semua orang kamu tak berhak untuk memnghina ibu ku" ucap Devi dengan nada dingin.


Gadis itu menopang tangan di dagu nya sembari menunjukkan ekspresi tak percaya"benar kah? Tapi orang seperti nya memang pantas di hina, lagian kau siapa berani menasehati ku? Apa kau tahu aku siapa? Ingat nya kau sedang berhadapan dengan pemilik saham ketiga dari sekolah ini hanya dengan satu perintah aku bisa membuat mu di keluar kan!"


Devi mengepal erat tanagn nya"aku tidak takut, aku tidak akan takut untuk di keluarkan bagiku harga diri ibu ku lebih penting dari pada segala hal, aku tak ingin ibu menderita lagi jadi tolong Anda jangan asal berbicara dan berkata hal yang tidak tidak tentang ibu ku Memang seberapa hebat nya kamu? Sudah tinggal kelas dua kali masih bisa songong!" Ucap Devi yang di akhiri cibiran

__ADS_1


Gadis itu segera menampar wajah Devi,Devi memegang wajah nya lalu menatap marah kepada gadis di depan nya


Melihat suasana semakin panas Aurel ingin menghentikan nya namun Gadis itu sudah terlebih dahulu menjambak rambut Devi dan di balas balik oleh Devi.


Semua siswa maupun siswi yang melihat hal itu hanya menganggap nya hiburan dan hanya membiar kan nya saja walaupun dalam hati berniat untuk membantu meleraikan namun mereka tak bisa berbuat apa apa di depan pemilik saham sekolah hingga suara seseorang memberhentikan kelakuan ke duanya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!"


ya dia adalah Reva yang baru saja sampai ke sekolah dan di suguh kan dengan pandangan yang tak menyenang kan, mata Reva memandang ke sekitar dan menemukan Aurel yang tengah di landa ke bingungan.


"Kakak cantik?" Gumam nya


Reva mendekat ke arah Aurel lalu memeluk kaki Aurel"kakak cantik apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu ingin melihat Reva yang imut dan cans ini?" Tanya Reva dengan percaya diri membuat seluruh murid di sekolah menganga.


"Eh? Bukan aku datang kemari untuk mengantar anak anak ku" tutur Aurel dengan lembut takut menyakiti hati Reva.


"Kakak cantik tolong jelas kan kenapa dengan mereka? Apa mereka sedang bermusuhan makanya jambak jambakan?" Tanya Reva dengan polos nya.


Si bunga sekolah Dan juga Devi memutar mata nya malas"tidak kami tidak berkelahi!" Ucap Si bunga sekolah dengan kesal


"Lah? Trus ngapain jambak jambakan!"


"Kamu bodoh atau bego.sih udah liat lagi berantam malah nanya"


"Emang salah nya kalau bertanya? Kagak ada tuh setau ku" ketus Reva.


Suasana sekolah yang tadi nya ramai mendadak sepi di karenakan ucapan yang di keluar kan oleh Reva membuat mereka skatmat,Aurel memukul dahi nya

__ADS_1


"Hadeh, adek anak siapa sih gemes amat pengen cubit ginjal nya" gumam Reva yang hanya bercanda.


"Apa? Aku tak mendengar nya kakak ingin mencubit apa tadi?"


Aurel memutar bola mata nya malas lalu mengelus puncuk kepala Reva"kamu sangat pintar, boleh kah kakak meminta bantuan pada mu? Tolong jaga Dava dan Devi ya!"


Reva mengagngguk."tentu saja aku akan membantu mereka,mereka kan kawan aku" ucap Reva dengan penuh kepercayaan diri.Dava membulat kan mata sedang kan Aurel semakin senang"bagus ternyata kamu teman mereka kalau begitu kakak pergi dulu selanjut nya kakak serah kan padamu maaf merepot kan" ucap Aurel dengan senyum manis.


Reva hanya menggangguk lalu melihat mobil Aurel yang sudah mulai jauh dari kawasan sekolah.Dava segera datang lalu menepuk bahu Reva"kau sungguh keterlaluan sejak kapan kita jadi teman? Aku tahu kau ingin bersikap manis di depan orang lain tapi tidak usah membual kali"


Reva menepis kasar tangan Dava lalu menonjok wajah Dava"huh itu hanya agar kakak cantik itu tidak membenci ku makanya aku bilang kamu kawan aku tapi jangan harap kau jadi kawan aku!" Ucap Reva dengan Arogan lalu menerobos Dava


"Woyyy kakak cantik itu ibu ku" teriak Dava dengan penuh emosi


"Siapa peduli?" Ucap Reva balik berteriak.


Melihat tak ada lagi pertengkaran semua murid mulai bubar dengan beribu gosip di otak nya bersiap untuk membocor kan nya.


Kelas di muali dan seperti biasa Dava dan Devi mengikuti nya sesekali Reva memancing emosi Dava iya sangat senang ketika melihat Dava yang marah pada nya.


Seperti pada saat istirahat dengan sengaja Reva menumpah kan bakso nya di baju Dava


"Ups maaf"


"REVA SIALAN!, TUNGGU SAJA AKU AKAN MEMBALAS MU SUATU HARI KITA ADALAH MUSUH BEBUYUTAN!" Teriak Dava penuh dengan emosi.


"Aku menunggu pembalasan mu kawan, tapi saat kau sudah siap aku sudah beribu kali siap untuk menggal kan rencana mu" ucap Reva dengan nada sombong nya.

__ADS_1


__ADS_2