Suami Gangster

Suami Gangster
Tante


__ADS_3

Beberapa Jam kemudian,akhir nya Nonya Dinda dan Jingga sampai di puncak.


Jingga menduduk kan tubuh nya di rumput,kemudian mengambil tenda di tas nya.


Setelah beberapa saat tenda tersebut pun akhir nya berdiri


"Tante!' Bagaimana kalau kita kesana ,melihat pemandangan" usul Jingga yang langsung di angguki Nyonya Dinda.


Ke dua nya pun segera berjalan ke ujung,lalu mengambil posisi yang tepat untuk duduk memandang ke depan nya,mereka takjub.


"Wah benar benar indah yah!.Tak sia sia kita kemari" Jingga tertawa kecil


Nyonya Dinda yang melihat itu hanya mengangguk kan kepala nya menyetujui apa yang baru saja Dia dengar.


"Oh iya Tan, menurut mu Siapa yang lebih baik antara aku atau Aurel"


Nyonya Dinda mengerut kan dahi nya bingung.Kenapa Tiba tiba Jingga menanyakan hal ini" tak penting siapa yang lebih baik selama kamu tak membuat ku marah itu bukan lah masalah"


Jingga mengepal kuat tangan nya"baiklah aku tak akan bertanya lagi"


Tak terasa Hari sudah mulai malam,Jingga beserta nyonya Rey berjalan ke arah tenda.


"Eh?, seperti ada yang kurang.Ah iya kita lupa membuat api unggun! Kemah tanpa api unggun tidak seru" ucap Jingga dengan wajah berseri seri.


"Emm..Kamu tunggu sebentar di sini Tante saja yang cari kayu bakar nya,kamu siap kan jagung untuk kita bakar" ucap Nyonya Dinda di angguki oleh Jingga.


Nyonya Dinda pun pergi meninggal kan Jingga yang tengah tersenyum misterius"seperti nya ini kesempatan bagus" gumam Jingga lalu mengikuti Nyonya Dinda dari belakang tanpa di ketahui nyonya Dinda.


Nyonya Dinda yang tengah mengambil ranting kecil tak merasakan kehadiran Jingga"kenapa semakin gelap saja?,aku lupa membawa senter" gumam Nyonya Dinda yang bingung akan arah jalan,Nyonya Dinda terus berjalan tanpa bisa melihat dengan jelas sekitar nya.


Tapi siapa sangka Di depan Nyonya Dinda terdapat sebuah jurang yang dalam,dengan langkah kaki pelan,dan tanpa sengaja melangkah ke arah jurang.


"Akhh..!" Nyonya Dinda memegang tanah dengan satu tangan nya,"tolong siapa pun tolong!!" Teriak Nyonya Dinda sembari menaikkan satu tangan nya lagi ,menopang tubuh nya.


Jingga yang sedari tadi membuntuti Nyonya Dinda menjadi bimbang"apa ku tinggal kan saja? Dia hanya akan menghambat rencana ku saja'tapi bagaimana aku menjelas kan nya nanti? Auah lebih baik ke sana dulu dan pura pura" gumam Jingga lalu melangkah ke arah Nyonya Dinda.

__ADS_1


Jingga menyenter ke sana ke mari"seperti nya tadi ada yang berteriak!"


Mendengar suara Jingga,Nyonya Dinda segera berteriak"Jingga bantu Tante!!"


"Eh? Tante" Jingga se akan panik lalu menyenter ke depan nya dan mendapati Nyonya Dinda yang tengah menopang tubuh nya agar tak terjatuh ke dalam jurang.Dengan cepat Jingga pun mengulur kan tangan nya.


"Pegang tangan saya Tante" ucap Jingga sembari memberikan tangan nya


"Tapi apa kamu bisa menopang Tante?"


"Tenang saja aku kuat kok!" Ucap Jingga dengan ekspresi menyakin kan agar Nyonya Dinda segera memegang tangan nya.


"Baiklah" benar saja Nyonya Dinda ,memegang erat tangan Jingga,Jingga menarik tubuh Nyonya Dinda ke atas dengan sekuat tenaga.


"Akh..Akhir nya Tante selamat juga,untung saja saya langsung datang dan melihat tante" ucap Jingga dengan nafas lega


"Oh iya Jingga,Bukan kah kamu seharus nya berada di tenda? Kenapa bisa kemari"


"Sebenar nya aku tak tega meninggal kan tante sendirian di Hutan jadi aku memutus kan mengikuti tante,siapa sangak tante akan mengalami hal buruk seperti ini" ucap jingga dengan senyum sedih di wajah nya.


"Ah tak apa,dan Terimakasih karena menolong ku,ayo kita kembali ke kemah" ucap Nyonya Dinda sembari tersenyum lalu menuntun Jingga ke tenda


..


"Kakak! Dimana Ibu? Beberapa hari ini aku tak melihat nya" ucap Rey yang baru saja sampai di rumah utama keluarga nya bersama istri dan anak nya.


Rey tengah bertanya pada Silvi yang tengah menyeruput teh di ruang makan"Ibu pergi ke gunung bersama Jingga" ucap Silvi dengan santai


"Hah? Ke gunung"


"Kenapa? Kaget? Tidak perlu membuat ekspresi seperti itu! Lagian kamu juga tak memperhatikan ibu lagi karena terlalu sibuk bersama istri mu itu" ucap Silvi dengan ketus.


"Kakak!!"


Rey marah namun Silvi tak memperdulikan nya,memincing kan mata nya ketika bertatap mata dengan Aurel.

__ADS_1


"Cih aku kekamar dulu" Silvi pergi


"Apa kakak ipar sebenci itu padaku?" Gumam Aurel yang masih dapat di dengar oleh Rey.


"Kamu jangan berkecil hati.Ingat lah penilaian seseorang itu akan berubah jika kamu tanpak menarik dan bisa di percaya.Suatu hari kakak pasti akan melihat mu kok" ucap Rey menyemangati Aurel.


Aurel hanya mengangguk lalu mengikuti Rey dari belakang menuju ke kamar mereka.


Se sampai nya di kamar Rey langsung merebah kan tubuh nya di samping Dava dan Devi sedang kan Aurel duduk di tepi kasur.


"Menurut mu Apa yang mereka lakukan di pegunungan?" Ucap Aurel membuka pembicaraan


"Palingan juga Jingga mencari perhatian Ibu tapi kamu jangan khawatir Ibu bukan tipe orang yang mudah di ambil kepercayaan nya"


"Tapi menurut ku Jingga berhasil mendapat kepercayaan Ibu mertua" Aurel menatap ke langit langit


Rey berdiri lalu mendekat ke arah Aurel"maksud mu?"


"Kamu bilang penilaian seseorang akan berubah jika Tanpak menarik bukan? Kemunkinan Jingga berusaha mendapat ke percayaan Ibu mertua dengan mengubah gaya dan pola hidup nya selama ini!" Ucap Aurel dengan nada datar


"Rey.Jika suatu hari ada seseorang yang mencoba menghancur kan hubungan kita apa kamu akan percaya padaku?"ucap Aurel tanpa sadar mengucap kan isi hati nya.


Rey menaikkan alis nya bingung.Tak biasa nya Aurel bersikap seperti ini"apa maksud mu? Tentu saja aku akan terus mempercayai mu? Dan kenapa kamu tiba tiba bertanya seperti itu? Apa kamu takut kehilangan atau cemburu?"


Aurel tersadar lalu menggeleng kan kepala nya"lupakan apa yang baru saja ku ucap kan,anggap saja aku hanya bercanda" ucap Aurel dengan datar.


"Walaupun kamu berkata seperti itu,aku berjanji akan tetap di sisi mu"


Aurel yang mendengar itu sedikit tersipu tapi dalam hati nya ada keraguan,Iya ragu apa Rey akan menepati janji nya"semoga kamu bemar benar mengingat janji ini" batin Aurel sembari mengumbar senyum


"Kalau begitu kamu tidur saja ini sudah malam besok kamu harus bekerja bukan?" Ucap Aurel di angguki oleh Rey


"Kamu juga tidur lah kamu juga harus tetap melakukan kegiatan pagi mu" perintah Rey lalu kembali ke posisi nya semula di ikuti oleh Aurel.


"Selamat malam!" Ucap Aurel lalu mematikan lampu di samping nya.

__ADS_1


"Selamat malam juga" balas Rey lalu memejam kan mata nya begitu pun dengan Aurel sedang kan Dava dan Devi sudah terlelap sedari tadi munkin mereka lelah.


Apa yang akan terjadi untuk hari kelak tak ada Yang tau hanya Tuhan saja yang tahu,munkin saja rumah tangga Aurel dan Rey di uji atau di pisah kan atau malah sebalik nya semakin erat


__ADS_2