
Pagi hari nya Aurel terbangun ketika mendapati sinar matahari yang menerpa wajah nya dengan pintu gudang yang terbuka lebar lebar menunjukkan seseorang yang tak lain adalah Jingga.
Jingga menatap rendah ke arah Aurel membuat Aurel hanya bisa mengepal kuat tangan nya menahan emosi"kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan?"
Aurel mengangguk lalu berdiri,saat berjalan keluar kaki nya tiba tiba terpeleset menyebap kan nya jatuh,hidung nya berdarah karena mencium lantai.
Aurel melihat Jingga tertawa terbahak bahak,sekarang Aurel mengerti siapa yang melakukan itu!
Palingan juga Jingga yang tengah menjahili nya.
Aurel segera melangkah keluar dan mendapati ruangan yang amat sepi"kemana semua orang? Bukan kah ini masih terlalu pagi untuk mereka pergi?"
Jingga mendekat"kakak Silvi pergi ke pantai bersama teman teman nya sedangkan Rey pergi ke kantor dan Tante Dia di kamar masih tertidur! Cepat selesai kan pekerjaan mu sebalum Tante bangun!" Perintah Jingga namun kali ini Aurel nampak tidak mematuhi perkataan Jingga membuat Jingga kesal lalu mengancam Aurel.
"Apa kamu ingin aku membuat anak mu tak lebih seperti bintang di rumah ini?" Tanya Jingga dengan senyum sinis bersiap pergi ke arah kamar Dava dan Devi namun segera di hentikan oleh Aurel"tidak perlu! Aku akan melakukan nya" ucap Aurel lalu pergi meninggal kan Jingga yang hanya tersenyum tak jelas.
Dan seperti itu lah akhir dari pada Aurel,Iya harus rela di suruh suruh oleh,Jingga karena selalu di ancam oleh Jingga mau bagaimana pun sekarang Jingga lah yang memegang kendali penuh ,Aurel tak bisa berbuat apa apa selain mematuhi nya.
"Huft" Aurel menyeka keringat nya pada suatu pagi.
Sudah 2 bulan Aurel melakukan pekerjaan ini iya tak mau jika Jingga sampai melakukan hal yang tak di ingin kan pada Dava maupun Devi.
__ADS_1
"Akh..Aurel?!" Teriak Silvi ketika masuk ke dalam rumah,iya menutup mulut nya tak percaya.
Keringat dingin membasahi pipi Aurel"bagaimana ini? Bagaimana jika Dian tau selama ini Dia di bohongi? Aih sebenar nya itu tak ada urusan nya dengan ku tapi bagaimana jika Jingga malah memcelakai Dava dan Devi karena berpikir aku sengaja melakukan hal ini untuk membongkar kedok nya?" Batin Aurel.
"Jingga!!"
Jingga yang sedang asik bermain hp di kamar di kejut kan oleh suara nyaring Silvi,bergegas turun ke bawah,dan betapa iya terkejut mendapati Silvi yang menatap nya tajam dengan Aurel yang tengah menunduk.
"Eh? Kakak ada apa?" Ucap Jingga gugup,takut akan tatapan tajam bak elang dari Silvi
"Jelas kan pada ku? Kenapa Bisa Aurel yang memberes kan rumah? Bukan nya biasanya kamu yang melakukan nya?!" Ucap Silvi dengan dingin.
"Duh kenapa sih nih orang bisa pulang secepat ini? Dan kenapa bisa langsung masuk,Bukan nya pintu sudah ku kunci tadi? Atau" ucap Jingga dalam hati nya lalu menatap tajam ke arah Aurel
"Kakak- kamu salah paham! Sebenar nya aku yang mengerjakan nya tadi tapi karna aku tak enak badan sebentar aku masuk ke kamar tau tau Aurel sudah melanjut kan apa yang apa yang ku kerjakan,Iya mengancam ku agar aku tak keluar dari kamar seperti nya Dia tahu kalau kakak akan datang sehingga melakukan itu!"
Mendengar perkataan Jingga,Aurel menggertak kan gigi nya lalu membuang sapu itu"bohong!! Padahal ini kamu yang menyuruh ku,kenapa kamu melempar kan kesalahan padaku! Ini juga sudah berlangsung hampir sebulan" tutur Aurel namun seperti nya Silvi tak memperdulikan nya,iya tak percaya sekalipun pada Aurel.
"Kamu berani berani nya berbohong lagi?!.Heh' Aurel seperti nya kamu meremeh kan ku karna tak bisa melakukan apa pun padamu,Jingga bawa Dia ke kamar mandi mumpung Rey tak di sini aku akan memberikan pelajaran baik baik pada nya agar tau cara menjadi orang yang benar.
Jingga yang mendengar itu menyeringai lalu menraik paksa tangan Aurel ke arah kamar mandi mengikuti Silvi dari belakang.
__ADS_1
Se sampai nya di kamar mandi,dengan kejam Silvi langsung mendorong kuat tubuh Aurel hingga terjatuh beruntung Aurel kuat hingga bisa menopang tubuh nya agar kepala nya tak terbentur keramik.
Silvi yang melihat itu tersenyum menyeringai,kali ini di mata Aurel iya benar benar seperti seorang iblis,Silvi mengambil segayung air lalu menyiram nya ke tubuh Aurel.
Pertama Aurel tak merasakan apa pun lama kelamaan karna terus di siram iya pun kedinginan,Aurel memberontak namun seperti nya Silvi tak berniat sama sekali untuk melepas kan Aurel.
Silvi mengambil tali yang entah berasal dari mana lalu mengikat tubuh Aurel agar tak bisa memeberontak kemudian kembali melakukan aktifitas nya tadi.
Aurel hanya bisa menggertak kan gigi nya tanpa bisa melawan,tubuh nya serasa beku karna terus di siram air dingin tanpa henti tanpa di sadari tubuh nya yang sudah melemah menyebap kan iya pingsan.
Silvi yang melihat itu menguap malas"segitu saja langsung pingsan ck ck lemah!" Silvi pergi mengisyarat kan kepada Jingga untuk mengurus nya.
Jingga berjongkok di depan tubuh Aurel yang sudah basah kuyub"seharus nya kamu sadar diri,Kamu sudah kalah,Seharus nya kamu pergi saja melarikan diri dengan anak anak mu itu dengan begitu kamu akan aman bukan? Ck ck dasar bodoh kamu masih mengaharap kan cinta dari Rey? Apa kamu pikir iya akan percaya lagi padamu! Hidup mu hanya akan berakhir mengenas kan saja di sini" Jingga menjambak rambut Aurel dengan kuat
"Dan juga aku akan membuat perhitungan dengan mu karna telah membantah ku tadi lihat saja!" Geram Jingga lalu melempar kan tubuh Aurel.
Iya menyuruh salah satu tukang kebun yang sedang bekerja untuk mengangkat tubuh Aurel lalu memasukkan nya ke gudang dengan ke adaan seperti itu dan pak kebun itu hanya mampu mengiyakan nya
..
Aurel membuka mata nya perlahan,tubuh nya sangat sakit dan rasa nya remuk,kemudian iya menuentuh pakaian nya yang hampir kering
__ADS_1
"Pantas aku merasa tak enak badan ternyata pakaian ku sudah hampir kering di tubuh ku"batin Aurel lalu kembali mmejam kan mata nya"huft..Selanjut nya apa yang harus ku lakukan apa benar aku kabur saja membawa Dava dan Devi?" Batin Aurel ketika mengingat apa yang di katakan Oleh Jingga,
Saat itu Aurel memang belum sepenuh nya sadar kan diri jadi Dia masih mendengar samar samar perkataan Jingga"baiklah besok aku akan pergi dari rumah ini!!" Ucap Aurel dengan sorot mata tajam"aku tak ingin lagi di kekang dan di siksa oleh mereka apa lagi melibat kan Dava dan Devi"