
Devi yang tengah asik nya bermain boneka di kamar pun di kejut kan oleh suara dobrakan pintu,
Mata Devi melihat seorang lelaki dengan postur tubuh gagah ya dia adalah Rey
Iya mendekat lalu jongkok menyetarakan tinggi badan nya dengan Devi ,mengelus kepala Devi dengan lembut membuat Devi merasa nyaman
"Paman siapa?" Tanya Devi namun tak di jawab oleh Rey
Rey menggendong tubuh mungil Devi keluar dari kantor
"Paman mau bawa aku kemana!.."
Lagi lagi Rey tak menjawab ucapan Devi lalu memasukkan Devi di bangku sebelah nya mulai menyalakan mobil
Mobil melaju di jalanan namun Devi tak mengatakan apa pun membuat Rey mengarah kan pandangan nya ke arah Devi ternyata iya sudah tertidur.
Sesampai nya di rumah Rey menggendong Tubuh mungil itu masuk ke dalam rumah megah dan mewah itu ,rumah itu adalah rumah pribadi nya iya juga menempat kan Dava di sana
Meletak kan Devi di kamar yang sama Dava berada.
Lalu pergi dari sana.
Di ruang tamu Rey melihat orang yang tak asing di mata nya Vano.
"Tuan!"
"Hnn? Kenapa?" Balas Rey
"Aku minta maaf karna membawa Gadis itu pergi aku tak tau jika tuan-" ucap Vano yang terpotong oleh gelak tawa Rey
"Kau tahu karena kamu menculik gadis itu aku bisa mencapai tujuan ku dengan mudah dan satu lagi katamu aku masih menyukai Jingga? Vano Vano apa selama ini kamu tak menggunakan otak mu? Bagaimana munkin aku menyukai orang yang telah menghianati ku."
Vano terdiam ucapan Rey membuat nya gugup jadi iya telah salah paham. Tapi iya lebih mengkhawatir kan ke adaan Aurel yang kini terjebak dalam banyak masalah padahal dia hanya seseorang yang tak sengaja lewat saja
Rey keluar dari sana menyungging senyum lalu menjalan kan mobil nya
__ADS_1
"Mari kita lihat apa benar kamu adalah wanita malam itu?" Batin nya
Rey melajukan mobil nya ke arah rumah sakit lalu masuk ke dalam rumah sakit
Iya datang ke rumah sakit untuk mengecek apa kah benar Dava ataupun Devi adalah anak kandung nya
"Bagai mana?"
"Hasil tes nya akan keluar 3 hari lagi!"
Rey menggangguk lalu berjalan keluar.
Di sebuah bar
Aurel mabuk karena terlalu banyak minum iya frustasi kini segala nya di renggut dari nya ,membayang kan wajah nya saja sudah membuat Aurel muak.
"Dasar bajingan sialan! Berani nya kau membuat ku terjerat dengan banyak masalah kau tak punya hati akh" teriak nya menjadi jadi lalu meminum bir itu lagi
Pandangan Aurel sudah buram tak bisa lagi membedakan orang orang
"Hei ! Bukan kah itu Aurel?" Suara itu membuat Aurel tercengang siapa yang memanggil nya
"Clarissa!.." Aurel teriak dan berdiri ,menatap tajam kearah Clarissa yang hanya tersenyum manis membuat Aurel ingin muntah
"Kenapa? Apa kamu ingin pergi? Ku saran kan jangan Deh Aurel kalau ada seseorang yang tak sengaja menabrak mu dalam ke adaan mabuk bagaimana? Dan dia memanfaat kan tubuh mu.!"
Aurel yang di landa emosi pun mengggebrak meja
"Dasar wanita sialan kau datang kemari hanya untuk memanas manasi ku kan? Apa tak cukup kau membuat hidup ku kacau?" Teriak Aurel
"Kau sungguh wanita sialan kau yang membuat ku begini membuat ku di tiduri orang hiks sebenar nya kesalahan apa yang telah ku perbuat hah?!.."
Clarissa tersenyum lalu mendekat ke arah Aurel
"Kau bilang apa salah mu! Jelas jelas kamu sudah salah sejak dulu kelahiran mu harus di salah kan kau tahu setelah kau pindah ke sekolah semua perhatian dari murid dan guru teralih padamu semua hanya memerdulikan mu tanpa memperdulikan perasaan ku yang tercampur aduk mereka mempermain kan ku kau tahu memberikan harapan palsu padaku hingga aku terlalu percaya diri bisa mendapat segala nya! Jadi salah kan dirimu yang selalu mengambil perhatian orang lain!"
__ADS_1
Aurel terdim mendengar penuturan Clarissa iya tertawa terbahak bahak
"Sungguh konyol! Hanya karna perhatian kecil itu kau merusak persahabatan kita? Cih sudah lah!" Ucap Aurel lalu pergi meninggal kan tempat itu entah mengapa kesadaran nya seketika meningkat mendengar penuturan dari Clarissa
"Aurel Aurel kau pikir aku akan melepas kan mu begitu saja? Mimpi mu terlalu tinggi aku akan membuat kehidupan mu tak lebih seperti hidup di neraka!" Batin Calrissa lalu pergi juga dari bar tersebut
Aurel yang tengah berjalan agak sempoyongan menendang nendang kaleng kecil
"Akhh sialan kenapa semenjak aku kembali kemari banyak masalah yang menimpaku ? Kenapa ! Seharus nya aku tak kembali kemari seharus nya aku tetap berada di kota B saja tinggal dengan keluarga kecil ku!." Teriak Aurel lalu menendang keras botol kaleng tersebut
AKHH!!
Aurel terkejut mengira tendangan kaleng nya mengenai seseorang iya bergegas berjalan menuju ke arah suara tersebut.
Aurel membulat kan mata nya di kala melihat pria yang tak asing bagi nya membunuh seseorang iya menutup mulut nya dengan tangan Air mata mengalir di kelopak mata nya.
Dia adalah Rey ,ternyata Rey adalah orang bermuka dua di pagi hari iya akan berubah seorang CEO yang baik hati namun dingin
Sedang kan di malam hari iya akan berubah menjadi Pembunuh sadis tak kenal ampun.
Aurel membalikkan tubuh nya bersiap untuk pergi namun tangan Rey sudah terlebih dahulu memegang pinggang nya
"Mau kemana? Kamu sudah melihat semua nya bukan? jadi kamu seharus nya sudah mengetahui nya ! Karena itu jangan harap kamu bisa melarikan diri lagi."
DEG jantung Aurel berdegub kencang di kala mendengar ucapan Dari Rey jadi maksud nya iya tak bisa lagi lari dan kabur dan akan terus terjerat dengan pria ini
"Tidak! Sampai mati pun aku tak akan sudi" batin nya tapi masih tak menunjukkan ekspresi apa pun
Rey yang melihat Aurel seperti menahan sesuatu pun memeluk tubuh Aurel semakin erat lalu Menenggelam kan kepala nya di bahu Aurel sontak membuat Aurel terkejut
"Apa yang kau lakukan!"
Rey tersenyum lalu membalikkan wajah Aurel menghadap diri nya kini jarak antara mereka hanya terpaut 5 cm saja
"Aku tidak ingin di acuh kan seharus nya kau merespon ku.Kelak kamu akan menjadi calon istriku jadi bersikap lah baik dan menurut lah" ucap Rey membuat Aurel kembali terdiam pria ini sangat licik.
__ADS_1
Rey mendekat kan kepala nya lalu menempel kan nya ke kepala Aurel lalu mengecup dahi Aurel,
Aurel hanya bisa diam tak bisa membantah ataupun membalas tapi iya juga malu akan ke adaan mereka yang sudah seperti seorang sepasang kekasih yang romantis.