
Aurel merebah kan diri nya di kasur tubuh nya sangat lelah akibat Bekerja
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 ,Dava dan Devi sudah tidur.
BRAK..!!
Pintu di dobrak paksa. Aurel menoleh ketika melihat Silvi yang datang dengan menahan emosi hati nya mulai kacau
Kenapa Silvi datang kemari?
"Dasar wanita murahan!, setelah menggoda Rey sekarang kau sudah berani menggertak Jingga ya..!" Ucap Silvi membuat Aurel bingung
"Menggertak? Seperti nya kakak ipar salah paham bahkan aku tak pernah bertemu dengan Jingga"
"Jangan panggil aku kakak ipar sampai kapan pun aku tak akan menerima mu sebagai adik" ucap Silvi lalu menampar wajah mulus Aurel
Aurel diam, "walau pun kakak tak mau mengakui ku tetap saja aku masih punya sopan santun dan juga jangan menuduh orang sembarangan aku bukan orang yang akan main belakang. Jika aku mau aku akan langsung melakukan nya di depan umum!"
Silvi menggertak kan gigi nya ingin menampar wajah Aurel sekali lagi"kau wanita sialan! Masih berani melawan."
Aurel menangkap tangan Silvi lalu menghempas nya pelan"aku tak akan tinggal diam jika ada seseorang yang ingin menganiaya ku tanpa sebap!" Lagi lagi Silvi terdiam.
"Lihat saja aku akan kembali dan memberi mu pelajaran..!"ucap Silvi lalu berjalan keluar membuka pintu dengan kasar
Aurel berdecak kesal lalu beranjak ingin menutup pintu.
__ADS_1
Rey yang sedari tadi berada di pintu keluar pun
Segera memeluk tubuh Aurel,merasakan ada pelukan dalam tubuh nya Aurel melihat ke depan .Membulat kan mata.
"Kau?, sejak kapan di sini?"
"Aku sudah lama di sini semenjak kau berdebat dengan kakak bahkan sangat lama aku pikir kau tak akan datang melihat suami mu ini pulang!"
Aurel terdiam seperti nya anak ini salah paham!
"Sebenar nya tujuan ku datang kemari adalah untuk menutup pintu" gumam Aurel
Rey yang mendengar itu membanting pintu kasar hingga tertutup dengan kasar membopong
tubuh Aurel.
Saat sampai di kamar Rey melempar tubuh Aurel ke kasur,Aurel agak meringis namun Rey tak memperdulikan nya iya gelap mata akibat kesal.
"Kau harus di hukum karna mempermain kan hati ku!" Ucap Rey dengan nada berat
"Sejak kapan aku mempermain kan mu? Lepas kan aku" Aurel mencoba untuk menjauhi Rey ketika iya menggigit leher nya bak vampir haus darah
"Jangan bergerak! Atau aku akan semakin kasar"
"Sialan anak ini berani melakukan hal seperti ini padaku" batin Aurel lalu menarik nafas panjang
__ADS_1
Aurel memukul perut Rey.Rey yang langsung sadar segera meringis kesakitan
"Kamu berani?..!"
"Kamu sendiri yang mulai berani melakukan hal gila itu pada ku" ucap Aurel dengan nada santuy
Rey memdekat hingga jarak mereka hanya beberapa cm saja"hal bagaimana? Apa seperti ini?" Ucap Rey lalu mencium bibir Aurel dengan lembut.
Aurel yang terkejut pun spontan mendorong tubuh Rey namun sia sia Rey menahan tubuh Aurel dengan erat dalam dekapan nya iya tak akan membiar kan Aurel kabur lagi.
Setelah beberapa menit Rey pun berhenti, Aurel mengambil hafas panjang saat berciuman iya tak punya banyak waktu untuk mengambil nafas
"Lumayan" ucap Rey sembari mengusap bibir ny
"Lumayan apa nya kau benar benar bajingan sial berani nya mengambil kesempatan pada ku" Aurel marah besar namun semakin iya marah semakin pula Rey merasa bangga
"Sudah lah hanya sebuah ciuman kau begitu marah bukan nya aku sudah pernah mencium mu? Seperti nya kamu tidak akan se kesal itu bukan?" Rey berucap dengan santay se akan akan apa yang iya katakan adalah benar
Aurel tak menjawab lalu keluar dari kamar itu menutup pintu kasar"aku akan tidur di kamar Dava dan Devi" teriak Aurel.
"Hei..! Mana boleh begitu aku ini suami mu"
Tak ada sahutan mengartikan Aurel sudah tak di depan pintu.
"Sudah lah biar kan saja dulu dia tidur dengan anak-anak hanya untuk malam ini" batin Rey
__ADS_1
Karena malas untuk memarahi Aurel akhir nya Rey memilih untuk memejam kan mata nya hingga terlelap dalam mimpi