Suami Gangster

Suami Gangster
rumah sakit


__ADS_3

Se sampai nya di rumah sakit Aurel dan Rey pun dengan tergesa gesa langsung melarikan Devi ke ruangan dokter yang khusus di sewa Rey nama nya dokter Gio


"Cepat periksa !" Ucap Rey dengan tatapan setajam elang pada dokter Gio


"Tenang Rey dia pasti baik baik saja kok" ucap Gio yang mencoba menenang kan Rey


"Bagaimana bisa aku tenang melihat anak ku tak sadar kan diri?"


Perkataan Rey berhasil membuat Gio terperangah apa sebenar nya maksud Rey"anak?"


"Sudah tidak perlu banyak ucap kamu periksa lah dulu baru aku jelas kan semua nya" ucap Rey memijat dahi nya


"Baik"


Gio masuk ke dalam dimana Devi terbaring tak sadar kan diri ,beberapa menit kemudian iya keluar nampak raut wajah nya serius membuat Rey memincingkan mata nya


"Apa anak ku baik baik saja?!"


"Dia sudah tak terselamat kan maaf sudah terlambat!"


Mendengar hal itu amarah Rey pun memuncak iya mencengkram kerah baju Gio dengan kuat


"Jangan bercanda kata nya tadi dia hanya sekedar pingsan saja"


"Sabar Rey kalau memang ini sudah takdir kita tak bisa menentang nya"


"Akhhh kau jangan bercanda" Teriak Rey lalu melempar kan barang barang di meja jika benar Devi sudah mati apa iya akan melihat Air mata Aurel terlebih itu juga amat menyakit kan

__ADS_1


"Puftt hahaha, astaga aku tak menyangka kau akan semarah itu, Rey oh Rey di mana sikap dingin mu yang dulu yang tak pernah memperdulikan orang lain haha astaga ini sangat menghibur ku" Gio tak henti henti nya tertawa membuat Rey semakin marah


"Jangan marah aku hanya bercanda tak munkin dia mati hanya saja iya di beri obat tidur hingga membuat nya lama tak sadar kan diri aku sudah memberi obat untuk membangun kan nya sebentar lagi iya akan baik baik saja tapi aku memang tak menyangka loh kamu bisa seperhatian itu"


Rey terdiam jadi dia di tipu oleh orang di depan nya ini?


"Sekarang kau berhutang penjelasan padaku beritahu aku kenapa kau mengatakan kalau anak kecil itu anak mu?"


"Dia hasil dari hubungan ku enam tahun yang lalu dan lagi masih ada satu lagi hanya saja ke dua nya bak iblis saja munkin di turun kan dari ku yang tanpan dan kejam ini" ucap Rey dengan enteng


"Dan munkin juga anak itu narsis karena gen dalam tubuh mu" gumam Gio yang mendapat tatapam tajam dari Rey


"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Benar bukan kau terlalu narsis"ucap Gio dengan polos nya yang berhasil membuat Rey semakin kesal


"Kau benar benar ya,kesabaran ku juga ada batas nya apa kau lupa kau tengah berhadapan dengan siapa? aku bisa membunuh mu di sini,menit ini bahkan detik ini jika aku mau untung saja aku masih memerlukan mu sehingga aku tak membunuh mu!" ucap Rey dengan senyum jahat di wajah nya ,


Gio terdiam siapa yang tak tau pria di depan nya ini? bos gangster yang suka berkelahi bahkan membunuh orang tanpa rasa simpati sedikit pun mendengar nama nya saja sudah membuat bulu kuduk orang Berdiri.


melihat Gio yang terus saja diam,Rey memutar bola mata nya malas ,Gio adalah salah seorang anak kecil yang iya temukan di jalanan sewaktu masih berusia 10 tahun


Gio berjalan sempoyongan hari itu di tengah deras nya hujan dan kebetulan Rey lewat hati Rey yang masih murni tanpa noda merasa kasihan dan membawa nya pulang ke rumah tapi hal tak di duga terjadi ketika iya pulang ayah nya sudah terbaring di peti mati,sejak itu Rey mulai berubah kata orang-orang penyebap kematian ayah nya hanya kecelakaan tapi Rey merasa itu bukan kecelakaan biasa.


makanya Rey sangat khawatir ketika mendengar bahwa Devi sudah meninggal iya tak mau lagi kehilangan orang yang iya sayangi.


"Uhuk uhuk" dari dalam terdengar suara batuk Devi,secepat kilat Rey pun segera memberitahu Aurel yang berada cukup jauh dari tempat mereka


"Devi sudah sadar" ucap Rey dengan nada bahagia berharap di peluk Aurel.

__ADS_1


Aurel yang melihat itu pun segera berdiri lalu menerobos masuk ke dalam tanpa memperdulikan Rey yang berada di pintu


"Kasihan ayah di tinggal" ejek Dava yang juga masuk ke dalam mengikuti Aurel


Rey mematung mendengar ejekan dari Dava"bahkan anak sendiri saja berani mengejekku" gumam Rey yang juga masuk ke dalam


Di saat membuka pintu Aurel melihat Devi dengan wajah pucat tengah bersandar di tepi ranjang Aurel pun dengan tergesa gesa memeluk Devi


"Hiks kenapa dengan mu Devi? Kamu membuat ibu takut saja"


Devi yang melihat itu juga menangis" maaf membuat mama khawatir"


Aurel menyeka air mata nya lalu menatap Devi dalam dalam.


Dava dan Rey yang berada di sofa hanya menguap lumayan membosan kan


"Cepat katakan pada mama kenapa kamu bisa jadi seperti ini? Bukan nya kamu pergi ke toilet? Kenapa jadi tenggelam?"


"Aku tak tau hanya saja sebelum mata ku menutup aku melihat ada beberapa orang yang membawa ku masuk ke dalam mobil berwarna hitam dan di dalam sana aku juga melihat samar samar seorang wanita dengan rambut bergelombang dan setelah itu semua nya menghilang kemunkinan aku pingsan" tutut Devi


Rey yang mendengar itu dari kejauhan merenung"rambut bergelombang? Mobil hitam? Kenapa aku merasa pernah melihat nya" batin Rey


Aurel yang mendengar penuturan Devi pun langsung memeluk Devi"mama tak perduli dia siapa! Yang penting kamu baik baik saja itu sudah cukup" ucap Aurel.


Devi yang mendengar itu benar benar terharu ibu nya ini sangat perhatian pada anak nya membuat nya nyaman.


Setelah di perboleh kan pulang Aurel dan yang lain nya berjalan ke luar dari rumah sakit menuju ke mobil

__ADS_1


Aurel tak memikir kan masalh siapa lagi yang mencelakai Devi tapi Rey terus saja memikir kan nya entah mengapa ciri ciri yang di katakan Devi se akan pernah di lihat Rey.


Hingga satu nama terbesit dalam pikiran nya'Jingga'.


__ADS_2