
Setelah menenang kan diri nya Aurel pun kembali ke pesta Dengan senyun seperti biasa nya iya tak mau membuat Dava dan Devi sedih melihat nya menangis "mama!" saru Dava mengguncang tubuh Aurel.
Aurel sontak kaget"aduh Dava jika kamu ingin berbicara jangan mengaget kan kalau mama punya penyakit riwayat jantung kian bisa bisa mami serangan jantung."
"tapi kan mama tak punya penyakit jantung"
Aurel diam lalu menuntun Dava menuju ke meja yang sudah di tempati Oleh Rey dan Devi ,Aurel duduk dan mengedar kan pandangan nya kemana mana
Suasana tenang dan damai itu tak berlangsung karena
DOR DOR
seluruh para tamu undangan di kejut kan oleh suara tembakan di langit dengan kedatangan orang orang berbaju hitam dengan senjata di tangan nya ada juga yang datang dengan tangan kosong
"akhhh!!"
berbagai teriakan menggelegar di sana seharus nya pesta ini adalah pesta yang membuat hati bahagia dan untuk menghibur tapi berubah menjadi pertumpahan darah.
Rey yang melihat itu membelalak kan mata nya lalu menghalangi orang orang berbaju hitam itu mendekat ke arah Aurel dan si kembar tentu saja Aurel terkejut bingung akan situasi saat ini.
Rey mengambil pistol di saku nya yang selalu iya gunakan untuk melindungi diri nya jika di luar
DOR
DOR
Iya menembak tepat di kepala orang orang berbaju hitam itu memberikan jalan untuk Aurel dan si kembar lari tapi Dava tak mau tinggal Diam iya mengambil batu lalu melempar kan nya ke arah pria kekar berbaju hitam tanpa menggunakan senjata iya maju untuk melawan
"Dava!!!..." Teriak Aurel yang tak habis pikir akan pikiran Dava anak ini tak takut mati asal kan iya bisa membantu ibu nya untuk melarikan diri
Rey yang melihat itu agak terkejut melihat keberanian yang terpancar di mata Dava di kala menghajar para Pembunuh itu
Dava mundur kewalahan begitu pula Dengan Rey seharus nya ada peluan untuk mereka menang melawan namun Orang orang ini sangat banyak tak habis habis nya.
__ADS_1
Nafas Dava dan Rey ter engah engah lalu membelakangi Devi dan Aurel untuk melindungi mereka
"sebenar nya siapa mereka?.." Tanya Aurel yang juga menyiap kan kuda kuda nya untuk melawan , walaupun iya tak terlalu tau beladiri tapi iya masih bisa bertarung untuk melindungi diri nya sendiri.
"mereka ada leader Mafia yang di utus untuk membunuh ku!."
Aurel tertegun lalu mengalih kan nya pada orang orang berbaju hitam itu yang mulai bangkit se akan akan tembakan di lengan atau kaki nya hanya luka kecil bagi mereka yang sudah didik keras untuk menjadi pembunuh luka tembakan bagaikan gigitan semut
Aurel menggertak kan gigi nya lalu mengambil kayu keras yang berada di samping nya maju lalu memukul beberapa orang.
"Apa yang kau lakukan!!" Rey berteriak
"Aku tak akan membiar kan mereka merusak kebahagian ku!" Aurel memukul kepala salah seorang dengan keras nafas nya juga mulai keawalahan
Devi juga ikut membantu mengambil beberapa kayu Untuk perlindungan diri nya ,mereka ber empat bertarung melawan pasukan mafia itu ,jumlah yang banyak tadi mulai habis satu persatu.
kemenangan sudah di depan mata,Jingga yang kebetulan bersembunyi di balik semak semak melihat kesempatan bagus untuk mencelakai Aurel dengan ter gesa gesa Jingga pun berlari ke arah Aurel sembari menangis dan menabrak Aurel hingga terjatuh.
Aurel yang terjatuh ingin berdiri namun tubuh nya sudah di pukul oleh kayu yang iya pakai untuk memukul orang orang itu"akhhhh" iya berteriak keras.
Rey yang melihat itu ingin menembak namun peluru nya habis iya segera melempar kan pistol itu"sialan!!."
Belum sempat Rey ingin berlari ke arah Aurel bahu nya sudah di pukul keras oleh salah seorang dari mafia itu
Rey memegang bahu nya yang sakit meringis pelan.
Dava yang masih melawan pun menjadi buas ketika melihat papa dan mama nya sudah tak berdaya iya memukul habis habisan orang orang di depan nya tanpa memperdulikan ke adaan nya saat ini kacau balau.Yang ada di otak nya adalah memukul dan memukul
Devi yang melihat itu juga menjadi Emosi mengambil pisau dari salah seorang lalu menancap kan nya tepat di dada musuh pertama kali nya iya se bengis dan sekeras ini jika biasanya iya hanya tersenyum manis dan penuh kelembutan kini dia berubah menjadi iblis berdarah dingin
Dava dan Devi berhasil menghabisi para pembunuh itu lalu tergeletak di tanah tak sadar kan diri ,Jingga yang melihat Semua nya pingsan mengambil pisau Berniat untuk menikam namun sirine polisi terdengar cepat cepat iya pergi dari sana"sial!"
para polisi segera mengaman kan tempat kejadian begitu pula dengan Aurel,Rey dan si kembar di bawa ke rumah sakit terlebih dahulu karena kondisi nya yang amat kacau penuh dengan darah .
__ADS_1
..
Aurel membuka mata nya lalu mendapati diri nya di kamar rumah sakit iya mencoba untuk duduk namun punggung dan perut nya teras nyilu dan sakit sekali segera iya teringat akan kejadian semalam.
"apa Dava dan Devi baik baik saja?" batin Aurel
pintu terbuka lalu memperlihat kan Rey yang di balut perban di punggung nya "kamu sudah sadar"
Aurel mengangguk"dimana Dava dan Devi?"
"jangan khawatir mereka sedang beristirahat karena terlalu lelah kau juga istirahat lah dulu hingga tubuh mu sembuh."
Aurel diam ,Rey duduk di kursi lalu menatap intens Aurel membuat Aurel risih
"ada apa dengan tatapan mu itu!"
"hanya saja aku merasa kau sangat istimewa selain berani melawan ku kau juga berani bertarung mempertaruh kan nyawa mu dan aku juga tak menyangka jika sikembar bisa beladiri apa itu di turun kan dari ku karena aku juga bisa beladiri?"
BUGH
Aurel memukul perut Rey membuat Rey kesakitan"apa yang kau lakukan apa yang salah dengan ucapan ku?"
"tidak ada yang salah hanya saja aku tak suka!"
Aurel mencoba berdiri karena menurut nya kondisi tubuh nya sudah lumayan membaik tapi tak di sangka Iya malah terjatuh kelantai lalu menarik baju Rey hingga Rey menindih tubuh nya
lama mereka bertatapan dan hanyut dalam pikiran masing masing"Apa kamu cemburu karena aku berdansa dengan Jingga dan tak sengaja menindih tubuh nya dan kau juga mengingin kan nya makanya kau menarik baju ku?"
Aurel spontan mendorong tubuh Rey
dan memaksakan diri nya untuk berjalan
"omong kosong mana munkin aku cemburu".
__ADS_1
Rey yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya dan ikut keluar dari kamar tersebut.