
Mama Feli menutup mulutnya sendiri, karena sudah mengatakan yang baru saja dirinya katakan.
Padahal mama Feli sudah berjanji pada sang putra untuk tidak mengatakan apa pun pada siapa pun atas kekurangan sang putra.
"Membangunkan apa Bu?" tanya Mil penasaran dengan apa yang di katakan oleh mana Feli.
"Tidak jadi," jawab mama Feli lalu menyodorkan selembaran kertas ke hadapan Mil yang sudah duduk di kursi berhadapan dengan mama Feli. "Di situ sudah di tulis apa saja yang harus kamu lakukan saat sedang bekerja, dan pekerjaan kamu tidak mengenal waktu, aku harap kamu sanggup," Jelas mama Feli.
"Aku pasti sanggup," sambung Mil dengan yakin.
"Kamu bisa menyetir mobil kan?"
"Bisa Bu," jawab Mil, yang ternyata sudah di ajari oleh paman Anton jauh jauh hari, karena paman Anton tahu persis tugas apa saja yang harus di lakukan oleh asisten pribadi.
"Bagus," sambung mama Feli sambil mengukir senyum ke arah Mil.
Karena tujuan awal ingin membuat sang putra menjadi pria sejati, terlintas lagi saat melihat Mil, yang mama Feli rasa cocok dengan sang putra.
Dan hari ini adalah hari pertama Mil bekerja sebagai asisten pribadi Milano, meskipun Mil belum mahir dengan pekerjaannya dan masih sering melakukan kesalahan.
Namun Mil terus belajar dan belajar agar bisa melakukan pekerjaannya dengan profesional, namun bukan itu tujuan awalnya. Yang terpenting bagi Mil adalah bisa selalu dekat dengan Milano.
__ADS_1
Jam istirahat siang pun tiba, Mil tahu apa yang harus di kerjakan nya saat ini, yaitu menyiapkan makan siang untuk Milano.
Mil pun langsung beranjak dari kursi kerjanya yang masih satu ruangan dengan ruang kerja Milano, yang tadi pagi tempat nya ingin melakukan wawancara kerja namun tidak jadi, karena dirinya langsung di terima menjadi asisten pribadi Milano.
Mil menoleh ke sisi kanan di mana meja kerja Milano berada yang terlihat dari meja kerjanya, meskipun di batasi dengan dinding kaca.
Dan di meja kerja Milano juga terdapat sofa yang cukup untuk beberapa orang, bukan hanya itu, mini pantry dan juga fasilitas lainnya juga ada di ruang kerjanya.
Mil yang sudah beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya mendekati meja kerja Milano, yang letaknya bersebelahan dengan meja kerja nya.
"Selamat siang Pak, untuk siang ini Bapak ingin makan apa? Biar aku pesankan," ucap Mil saat sudah berada tepat di depan meja kerja Milano.
Milano yang mendapati Mil, masih berada di tempatnya sambil tersenyum, langsung menggelengkan kepalanya.
"Sudah bertahun tahun aku menempati ruangan ini, sepertinya tidak ada makhluk halus yang mendiami ruang kerjaku, jadi kamu kerasukan mahluk halus dari mana? senyum senyum sendiri tidak jelas," tanya Milano pada Mil, yang langsung mengkondisikan bibirnya untuk tidak tersenyum.
"Maaf Pak, aku permisi dulu," ujar Mil yang langsung membalik tubuhnya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, dan kembali lagi mengukir senyum.
Karena Mil begitu bahagia hanya mendengar apa yang di katakan oleh Milano, ketika menyuruhnya untuk makan siang.
"Dasar aneh, dari tadi kerjaannya senyum senyum sendiri, apa dia punya hormon kebahagiaan berlebihan," ucap Milano sambil menatap punggung Mil yang keluar dari ruang kerjanya.
__ADS_1
Mil yang sedang duduk di kantin perusahaan Justin Corp untuk menunggu makanan yang di pesannya, mengedarkan pandangan keseluruhan penjuru kantin yang sangat luas dan juga penuh dengan para karyawan yang sedang memanfaatkan waktu makan siang sebelum kembali bekerja.
Dan akhirnya ke dua bola mata Mil menghentikan pandangannya pada sosok yang sangat dirinya kenal.
Siapa lagi jika bukan Dino sang sahabat yang memang bekerja di perusahaan Justin Corp.
Dan Mil beranjak dari duduknya berniat untuk menghampiri nya, ingin mengetahui apa Dino masih mengenali dirinya atau tidak dengan perubahannya, karena Mila belum pernah mengunjungi rumah sahabatnya setelah kepulangannya dari negara K.
Namun baru saja Mil ingin melangkahkan kakinya tangannya langsung di cekal oleh Angel.
"Hey anak baru, pesankan aku makanan," perintah Angel yang sekarang duduk di kursi tempat Mil baru saja duduk.
"Aku tidak mau,'
" Oh berani sekali kamu menolak perintah ku!" kesal Angel yang beranjak dari duduknya dan mendorong tubuh Mil.
Lalu tangan Angel mengambil jus jeruk yang baru saja di antar oleh pelayan kantin di atas meja tempat sedari tadi Mil duduk.
Byur
Bersambung...........................
__ADS_1