
"Ya ampun. Apa anak anak punk itu terlibat masalah lagi?"
"Entahlah,"
"Jelas lah. Apa lagi yang bisa mereka lakukan jika bukan membuat masalah,"
"Siapa wanita tadi ya, Bu?"
"Mungkin saja dia mangsa barunya,"
Beberapa ibu ibu yang sedang berkumpul tidak jauh dari rumah lama Mil terus membicarakan anak anak punk yang terlihat begitu kuatir, masuk ke dalam sebuah angkot dengan membawa seorang wanita cantik.
"Bu. Jangan bicara seperti itu, kita tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Dan jangan pernah menilai seseorang hanya dari penampilan nya saja," sambung salah satu ibu ibu, yang baru saja mendekati kerumunan ibu ibu tersebut, yang terus membicarakan anak anak punk dengan pikiran negatif.
"Ya ampun Bu. Ibu lihat saja penampilan mereka seperti apa. Tidak mungkin mereka memiliki sisi positif,"
"Ya Tuhan. Bu, mereka manusia biasa seperti kita. Dan meraka sama sama ciptaan Tuhan. Sama seperti kita, dan sesama ciptaan Tuhan kita jangan saling mencela," ujar ibu baik hati untuk mengingatkan ibu ibu yang lainnya.
Mendengar ucapan ibu baik hati tersebut, ibu ibu yang tadi sedang berkerumun dan membicarakan anak punk sekarang satu persatu membubarkan diri.
__ADS_1
Tentu saja membuat ibu baik hati tersebut menggelengkan kepalanya, dan ingin pergi juga, namun langkahnya terhenti saat ada sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan rumah, di mana tadi ada angkot yang pergi meninggalkan rumah tersebut.
Milano dan juga paman Anton yang sudah tiba di rumah lama Mil yang tidak terurus, langsung keluar dari dalam mobil, dan segera masuk ke dalam rumah.
Namun saat sudah berada di dalam rumah, Milano dan juga paman Anton tidak mendapati ada Mil, meskipun ke duanya sudah menyusuri setiap sudut rumah kosong tersebut.
Yang ada, keduanya hanya mendapati banyak sampah yang berserakan, dan juga baju baju anak punk yang tergantung di rumah tersebut.
Milano yang berdiri di samping paman Anton, langsung menoleh ke arahnya, begitu pun dengan paman Anton yang juga menoleh ke arah Milano.
"Om. Apa rumah ini di huni para anak punk?" tanya Milano.
"Jika Mil tidak berada di sini. Di mana sekarang istriku berada Om?"
"Kita cari ke tempat lain saja lagi,"
"Tempat lain mana. Kita sudah mencarinya ke mana saja Om," sambung Milano dan langsung menarik rambutnya sendiri, karena begitu frustrasi, belum juga menemukan sang istri.
"Mencari siapa?" tanya ibu Baik hati yang sekarang masuk ke dalam rumah, dan menghampiri Milano dan juga paman Anton.
__ADS_1
Tentu saja mendengar pertanyaan ibu baik hati tersebut membuat Milano dan juga paman Anton menatap ke arah sumber suara.
"Apa kalian sedang mencari anak anak punk itu?" tanya ibu baik hati lagi. "Jika kalian mencarinya, mereka sedang tidak berapa di rumah. Mereka sedang membawa seorang wanita ke rumah sakit,"
Ibu Baik hati memberi tahu apa yang tadi dirinya ketahui. Karena dirinya tadi sempat menanyakan pada anak anak punk, siapa sosok wanita yang akan di bawanya ke rumah sakit. Dan anak anak punk tidak mengetahui siapa yang akan di bawanya ke rumah sakit.
"Seorang wanita?" tanya Milano penasaran.
"Iya. Dan wanita itu dalam keadaan tidak sadarkan diri,"
"Tidak sadarkan diri?"
"Iya. Bapak bapak ini siapa? Apa kalian sedang mencari wanita yang tadi bersama dengan anak anak punk?"
"Di mana rumah sakit tujuan mereka?" tanya Milano tanpa menjawab pertanyaan ibu baik hati tersebut.
Bukan tanpa alasan Milano menanyakan hal tersebut, tapi firasatnya mengatakan jika wanita yang di bawa anak punk adalah Mil sang istri.
Bersambung...........
__ADS_1