
Mil melempar gelas berisi jus apel ke atas lantai hingga gelas tersebut pecah tak terbentuk lagi.
Asisten rumah tangga bibi Maria yang baru saja mengantar jus apel tersebut dan masih berada di dalam kamar di mana Mil berada begitu terkejut.
Bagaimana tidak terkejut saat dirinya ingin keluar dari dalam kamar, tidak ada angin dan tidak ada hujan, Mil melempar gelas berisi jus apel hingga berserakan.
Asisten rumah tangga tersebut yang sudah berada di depan pintu kini kembali mendekati Mil yang masih berada di tempat tidur..
"Maaf Non, kenapa jus apel ini di buang?" tanya asisten rumah tangga bibi Maria.
Namun Mil tidak menghiraukan pertanyaannya.
Hingga bibi Maria yang tadi sedang duduk di ruang kelurga, kini masuk ke dalam kamar di mana Mil berada, saat ke dua telinganya mendengar dengan jelas pecahan kaca dari dalam kamar.
"Ya ampun Siti!" seru bibi Maria saat sudah masuk ke dalam kamar di mana Mil berada.
Dan melihat pecahan gelas yang berserakan di atau lantai. Lalu bibi Maria berjalan mendekati asisten rumah tangganya dan melotot tajam ke arahnya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Maaf, Nona ini–"
"Jus itu tidak enak rasanya," sambung Mil memotong perkataan asisten rumah tangga bibi Maria yang bernama Siti.
Mendengar penjelasan Mil, bibi Maria yang tadi menatap ke arah Mil sekarang menatap tajam ke arah asisten rumah tangganya kembali.
__ADS_1
"Membuat jus Apel seperti biasanya saja kamu tidak becus. Apa yang kamu bisa!" bentak bibi Maria pada Siti.
"Maaf,"
"Maaf. Maaf, sekarang buatkan lagi jus apel. Ingat. Harus yang enak,"
"Baik nyonya,"
"Tunggu," Mil menghentikan langkah Siti yang ingin keluar dari dalam kamar.
"Mil ada apa?" tanya bibi Maria yang begitu penasaran.
"Aku tidak ingin dia yang membuatkan jus apel, rasanya sangat tidak enak. Aku ingin Bibi yang membuatkan jus itu,"
Mendengar apa yang baru saja Mil katakan, bibi Maria langsung menautkan keningnya karena Mil berani memerintah nya, namun bibi Maria akhirnya mau membuatkan jus untuk Mil.
Dan sebisa mungkin bibi Maria harus memperlakukan Mil sebagai ratu di rumahnya.
"Siti kamu bersihkan lantai ini!" perintah bibi Maria sebelum keluar dari dalam kamar.
Setelah beberapa saat bibi Maria kembali ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi satu gelas jus apel.
Namun langkahnya terhenti saat melihat serpihan gelas dan juga bekas jus apel masih berserakan di atas lantai kamar di mana Mil berada.
"Ya ampun Siti. Aku sudah menyuruh untuk membersihkannya tapi," kesal bibi Maria yang melangkahkan kakinya mendekati Mil yang masih berada di tempatnya.
__ADS_1
Kemudian bibi Maria memberikan jus apel ke arah Mil yang langsung di ambilnya.
"Minumlah Mil. Bibi akan memberi pelajaran pada Siti tidak tahu diri itu. Bisa biasanya dia tidak membersihkan lantai ini,"
"Aku yang menyuruhnya untuk pergi dari kamar ini,"
Mendengar ucapan Mil, bibi maria yang tadi melangkahkan kakinya ingin keluar dari kamar, langsung menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya untuk menatap Mil yang sedang meminum jus apel yang ada di tangannya.
Setelah beberapa teguk Mil meminum jus apel, kini dia beralih mengukir senyum ke arah bibi Maria yang sedang menautkan keningnya.
"Aku begitu muak dengan menatap wajahnya. Apa lagi harus berada satu kamar dengannya, jadi aku mengusirnya,"
"Tapi lantai ini kotor, jika kamu terkena pecahan gelas ini bagaimana Mil?"
"Bibi saja yang membersihkan nya,"
"Apa!" seru bibi Maria begitu terkejut dengan perkataan yang lolos dari bibir Mil.
"Kenapa bibi terkejut. Apa bibi tidak ingin membersihkannya? Dan nanti pecahan kaca itu melukai kakiku, dan aku besok tidak bisa menjalankan rencana Bibi begitu?"
"Tentu saja tidak Mil. Bibi akan membersihkannya sekarang juga," sambung bibi Maria sambil tersenyum dan langsung memunguti pecahan kaca yang berserakan di lantai sebelum membersihkan lantai.
Tanpa bibi Maria sadari jika Mil sedang mengukir senyum sambil menikmati jus apel yang ada di tangannya, dan ke dua bola matanya terus tertuju ke arah bibi Maria.
Keesokan harinya
__ADS_1
Bersambung.................