SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
ABG


__ADS_3

"Dengan M siapa? Kenapa tidak di teruskan? Apa dengan monyet? Pantes sih jika kamu duduk di pelaminan bersama dengan mo–"


"Diam!" seru Milano sambil menyikut tubuh sang kakak yang ada di sampingnya untuk menghentikan ucapannya.


"Aww ya ampun Mila. Kau sudah menyakiti benda pusaka milikku," ujar Brian sambil memegangi juniornya saat Milano menyikut tepat di juniornya.


"Syukur, cari lah kursi lain dan jangan ganggu makan siang ku. Setelah ini aku ada rapat penting!" ujar Milano lalu menyantap makanan yang ada di hadapannya, tanpa menyadari jika Mil yang duduk di sampingnya sedang menatap ke arahnya sambil mengukir senyum.


Senyum kebahagian, karena Mil menyakini ucapan yang tadi tidak di teruskan oleh Milano adalah, ucapan yang ingin menyebut namanya.


Bukan hanya Mil, yang merasa bahagia namum juga paman Anton dan juga mama Feli. Saat keduanya yakin Milano sudah mulai memiliki perasaan pada Mil.


Makan siang berjalan dengan lancar, dan sesekali mereka bercakap cakap. Milano yang tadi sudah meminta maaf pada paman Anton kini tidak ragu lagi untuk menanyakan apa yang ingin ditanyakannya.


Termasuk bertanya keseriusannya untuk meminang sang mama.


"Ya elah jangan seperti wartawan. Banyak sekali yang kamu tanyakan pada om Anton. Kan yang mau menjalani pernikahan mama dan juga Om Anton. Kita sebagai anak hanya perlu mendoakan yang terbaik untuk mereka," ujar Anton menyela pertanyaan yang terus Milano tanyakan pada paman Anton.


"Diam. Aku sedang tidak berbicara padamu!" seru Milano.


"Ok aku akan diam," sambung Brian tak lupa mengukir senyum dan beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kaki menghampiri di mana Mil duduk dan mengulurkan tangannya ke hadapan Mil. "Calon istriku sayang. Bagaimana jika kita tinggalkan wartawan ini. Aku akan mengajakmu ke tempat yang begitu indah,"


Plak!

__ADS_1


Milano menampik tangan Brian untuk menjauh dari hadapan Mil.


"Jangan mengada ada. Mil harus ikut denganku sekarang juga. Ada pekerjaan yang harus dia selesaikan,"


"Ya ampun Mila. Mil calon kakak ipar kamu, tega sekali kamu memberi pekerjaan yang banyak,"


"Itu sudah tugasnya,"


"Kalau begitu, kamu cari saja asisten baru. Biarkan kakak ipar kamu berhenti bekerja oke."


"Kaka ipar, kaka ipar jangan pernah berharap lebih. Karena Mil akan menjadi–"


"Menjadi apa?" tanya Brian saat Milano tidak jadi meneruskan ucapannya.


"Kita kembali ke kantor," ajak Milano dan menarik tangan Mil untuk beranjak dari duduknya.


Dan Milano langsung meninggalkan restoran tersebut tanpa berpamitan, dengan satu tangan nya terus menggenggam tangan Mil.


Paman Anton, mama Feli dan juga Brian hanya tersenyum melihat tingkah Milano.


"Jadi kapan mama dan juga Om Anton akan menikah?" tanya Brian yang kembali duduk di kursinya.


"Om mengikuti keinginan mama kamu," jawab paman Anton sambil menatap ke arah mama Feli.

__ADS_1


"Bagaimana Ma. Kapan mama ingin menikah?" tanya Brian lagi pada sang mama. "Mama jangan malu malu begitu. Seperti anak ABG saja,"


"Mama memang anak ABG,"


"Ah Bang Gelo. Gitu maksud mama," sambung Brian. "Tuh Om. Om Anton di katain gelo sama mama,"


"Eh kamu yang ngomong ya, bukan mama. Dasar anak tidak sopan,"


Mama Feli pun langsung melempar sendok ke arah sang putra. Membuat paman Anton langsung mengukir senyum.


Dan keluarga yang seperti ini yang di inginkan paman Anton. Keluarga yang penuh kegembiraan yang bisa mencairkan suasana.


Sementara itu Milano yang sedang mengendarai mobil miliknya sesekali menoleh ke arah Mil yang duduk di sampingnya.


"Jangan senyum senyum sendiri. Kamu seperti orang gila," ujar Milano karena sedari tadi menoleh ke arah Mil. Mil selalu tersenyum ke arahnya.


"Tidak apa apa. Kan hanya Pak Mila yang mengatakan aku gila," sambung Mil. "Karena aku memang sudah tergila gila pada Pak Mila," batin Mil dan terus mengukir senyum.


"Jika kamu keponakan om Anton, siapa yang menyebar berita hoax di kantor?"


"Mana aku tahu. Mungkin orang yang tidak menyukaiku," bohong Mil.


"Dan satu lagi. Om Anton kan papa dari Angel," ucap Milano saat tadi paman Anton memberikan tahu siapa dirinya. "Berarti kamu tahu keponakan om Anton yang pernah tinggal bersama keluarga nya. Kalau tidak salah dia bernama Karmila?"

__ADS_1


Bersambung.....................


__ADS_2