SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Masalah?


__ADS_3

"Karmila?"


"Iya. Apa kamu mengenalnya?"


"Memangnya kenapa?" tanya Mil balik tanpa menjawab pertanyaan Milano.


"Tidak ada apa apa sudah lupakan saja,"


"Padahal aku mengenalnya loh,"


Mendengar ucapan yang baru saja di katakan oleh Mil. Milano menepikan mobil yang di kendarai nya lalu menghentikan nya.


Kemudian Milano menatap ke arah Mil. "Apa kamu tahu di mana dia?" tanya Milano.


"Apa Pak Mila sedang mencarinya?" tanya Mil balik.


"Iya,"


"Kenapa Pak Mila mencarinya?" tanya Mil penasaran kenapa Milano mencari keberadaannya.


Mendengar apa yang baru saja di katakan Mil. Milano langsung menatap tajam ke arah Mil.


"Kamu banyak bertanya. Jadi lupakan saja, apa yang baru saja kita bahas," ujar Millano dan kembali melajukan mobil yang di kendarai nya.


Karena Milano yang masih merasa bersalah, kehilangan jejak Karmila wanita yang di carinya. Saat Angel dan juga sang mama saat itu mengatakan jika Karmila kabur melarikan diri dengan membawa uang yang pernah Milano berikan padanya dan tidak ingin menemui Milano.

__ADS_1


Padahal semua yang di katakan oleh Angel dan juga sang mama adalah kebohongan, mengingat lagi uang yang di berikan oleh Milano hilang entah kemana, dan keduanya juga tidak mendapati keberadaan Karmila.


Dan akhirnya ke duanya tidak ingin memeras Milano lagi, saat Milano yang ingin memberikan uang lagi, meminta Karmila sendiri yang menerimanya bukan ke bibi Maria dan juga Angel lagi.


Mil yang merasa tidak puas dengan apa yang di ucapkan oleh Milano, menoleh ke arahnya yang sedang fokus mengendarai mobil.


"Apa jangan jangan Pak Mila menyukai gadis jelek itu?" tanya Mil untuk memancing Milano.


Namun Milano hanya melirik ke arah Mil sekilas tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan nya.


"Kenapa tidak di jawab? Apa benar selera Pak Mila di bawah standar?" tanya Mil lagi. "Kalau begitu aku yakin Pak Mila sudah rabun, lihatlah aku yang cantik ini sedang duduk di samping pak Mila, apa Pak Mila tidak tertarik padaku?"


"Diam lah!" jangan berisik!"


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Milano, saat Mil tidak hentinya bertanya pada dirinya.


Kemudian Milano menghentikan mobil yang di kendarai nya, lalu menoleh ke arah Mil.


"Kamu diam lah. Jika tidak–"


"Tidak apa?" tanya Mil saat Milano tidak jadi meneruskan ucapannya.


Membuat Milano langsung menarik tangan Mil untuk mendekat.


Dan saat tubuh Mil sudah mencondong ke arahnya. Milano langsung menarik belakang kepala Mil lalu menempelkan bibirnya di bibir Mil.

__ADS_1


Tentu saja Mil tidak menolak apa yang di lakukan oleh Milano, apa lagi saat Milano mulai menyesap bibirnya, membuat Mil memejamkan matanya untuk menikmati setiap sentuhan bibir pria yang sudah sangat lama di cintai nya dalam diam.


Milano melepas tautan bibirnya, saat merasakan ada aliran lain seperti yang dia rasakan di malam itu.


Malam di mana benda pusaka nya berdiri kokoh saat sedang berciuman dengan Mil.


Dan benar saja saat Milano memegang buyung miliknya, buyung tersebut mulai menggeliat di bawah sana. Lalu Milano menatap ke arah Mil yang sudah kembali duduk dengan benar di kursinya, dan menatap ke depan.


"Maafkan aku," ujar Milano dan kembali mengendarai mobilnya sambil mengontrol buyung miliknya. "Kenapa hanya mencium bibirnya sudah membuat buyung ku tidak mati suri lagi," batin Milano mengingat apa yang terjadi, hanya berciuman dengan Mil sudah membuat dirinya kembali manjadi pria seutuhnya. Padahal dulu saat mama Feli menyuruh beberapa wanita untuk mendekati nya, hingga ada yang sengaja mencumbu nya Milano tidak merasakan apa pun seperti sekarang ini.


"Untuk apa minta maaf, aku juga menikmatinya," batin Mil sambil mengontrol mimik wajahnya untuk terlihat begitu saja. Meskipun di dalam hati sedang bersorak bergembira.


"Mil. Tolong angkat ponsel milikku, dan aktifkan pengeras suara," perintah Milano yang sedan fokus mengendarai mobil sambil menjinakkan buyung miliknya, saat ponselnya berdering.


Dan dengan segara Mil mengikuti perintah atasannya tersebut.


"Mila. Sepertinya kamu harus datang ke perusahaan cabang kamu ini. Ada masalah besar yang harus kamu tahu," suara Aris dari balik sambungan ponselnya.


"Masalah?"


"Iya. Dan kamu harus segera ke sini tut tut tut," sambungan ponsel Aris terputus.


Tentu saja membuat Milano begitu kuatir dan langsung memutar balik mobil yang di kendarai menuju anak perusahaan yang di pegang oleh Aris.


Bersambung.....................

__ADS_1


__ADS_2