SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Pohon Tauge


__ADS_3

"Jangan macam macam. Singkirkan tanganmu!" kesal Mil lalu menyingkirkan tangan Dino yang ingin memeluknya.


Ketika ke duanya baru saja turun dari motor yang di kendarai Dino, saat sudah tiba di rumahnya.


"Ye elah Mil, meluk lengan doang, aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi Dina saat aku pulang membawa wanita ke rumah,"


"Kamu jangan buat masalah Dino, yang ada nanti kamu babak belur iya,"


"Tidak mungkin, istri aku tercinta tidak berani macam macam. Aku hanya ingin tahu reaksi dia jika aku pulang membawa wanita Mil. Aku kan ingin seperti orang orang di cemburui pasangan, kamu tahu sendiri Dina tidak pernah cemburu sama sekali padaku,"


"Itu namanya bagus, tandanya istri kamu itu setia padamu dasar peak," sambung Mil lalu mendorong tubuh Dino sang sahabat.


"Tapi kali ini aku ingin melihat reaksi Dina saat aku pulang membawa wanita ke rumah, jika kamu tidak ingin di peluk juga tidak masalah Mil. Tapi kamu nanti akan menyesal loh, ada pria tampan yang ingin memeluk kamu, tapi kamu menolak,"


"Tampan dari mana? Lebih tampan suami masa depanku Milano Justin,"


"Terus saja menghayal Mil, tapi jangan tinggi tinggi, cukup setinggi pohon tauge, biar kalau jatuh tidak sakit,"


"Menghayal tuh harus setinggi langit kali,"


"Biar nanti kalau tidak jadi kenyataan langsung masuk ke rumah sakit jiwa ya Mil?"


"Kurang ajar, dasar teman laknat, itu namanya kamu doain aku," kesal Mil sambil memukul lengan Dino.


"Sudahlah Mil lupakan si Milano itu percuma kamu mendekatinya, ada desas desus jika dia tidak tertarik dan tidak menyukai wanita loh Mil, lebih baik kamu jadi istri ke dua aku mau ya mau ya," ledek Dino sambil menaik turunkan alisnya.


"Ogah amat, jika di dunia ini hanya sisa satu pria yaitu kamu, aku juga tidak akan pernah tertarik padamu, dan satu lagi, tentu saja Pak Mila tidak tertarik dengan wanita mana pun karena dia hanya tertarik padaku," sambung Mil dengan percaya dirinya, tak lupa mengembangkan senyum dari ke dua sudut bibirnya.

__ADS_1


Kemudian Mil menuju ke arah pintu rumah Dino, namun tangannya langsung di cekal oleh Dino.


"Apaan sih Dino?"


"Kita ngeprank Dina oke oke,"


Akhirnya Mil mau mengikuti ide Dino untuk mengerjai sang istri.


Dino yang sudah menyampirkan tangan Mil di lengannya, langsung mengetuk pintu rumahnya beberapa kali. Sebelum sang istri membuka pintu tersebut, dan langsung menyapanya dengan senyum.


"Ya ampun sayang siapa wanita ini?" tanya Dina antusias dan terus mengukir senyum.


Tentu saja membuat Dino bingung, karena dirinya pikir sang istri akan marah padanya.


"Perkenalkan sayang, ini calon madu kamu," ujar Dino untuk melihat reaksi sang istri.


Dan lagi lagi membuat Dino bingung, apa lagi sekarang sang istri menyuruhnya untuk mendekat. Lalu Dino pun mendekati sang istri yang sudah berada di ruang tamu.


"Iya sayang ada apa?"


"Di dapur aku baru menyiapkan bahan bahan masakan untuk makan malam, kamu saja yang masak ya suamiku sayang, agar madu kamu ini terkesima dengan kamu sayang,"


"Sayang aku lelah loh baru pulang kerja, masa di suruh masak," tolak Dino.


"Ya ampun begitu saja lelah, bagaimana jika nanti istri kamu ada dua, kamu pasti akan tambah lelah, dengan macam macam urusan, belum lagi urusan di ranjang yang sekali sembur langsung lunglai tak berdaya," jelas Dina sambil manahan senyum.


"Ah tidak asik, pakai bahas sembur menyembur, siapa juga yang ingin punya istri lagi, dia kan Mila," akhirnya Dino yang sudah mati kutu mendengar ucapan sang istri, mengatakan yang sejujurnya jika, wanita yang pulang bersamanya adalah sang sahabat.

__ADS_1


"Aku juga sudah tahu," sambung Dina yang sekarang langsung memeluk sang sahabat, karena sebelum datang ke rumah Dina, Mil sudah memberi tahu terlebih dahulu.


Dan Dino yang merasa sudah di kerjain balik oleh ke dua wanita yang masih berpelukan, langsung menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar meninggalkan ke duanya.


"Ya ampun, aku sungguh tidak percaya jika kamu bisa secantik ini Mila," ujar Dina penuh kagum setelah melepas pelukannya. "Tapi Mil ada yang ingin aku katakan padamu,"


Bersambung.........................


Sambil nunggu 2M up date lagi yuk mampir ke karya teman aku Samudra Lee


yang akan bikin kalian baper, dengan judul Mr. Perfect & Miss. Careless


Blurb


"Dia kekasihku dan kami sudah tinggal bersama." Mata Aqilla membeliak tatkala ada seorang pria yang mengenalkan dirinya sebagai kekasih.


"Kamu bohong kan? Kamu sengaja mengatakan itu agar kamu bisa menghindari ku kan?" Wanita yang berdiri di depan laki-laki yang mengakui sebagai kekasihnya itu bertanya.


"Terserah, Kalau kamu tidak percaya. Asal kamu tahu saja, kami berdua bahkan sudah tinggal satu rumah," Jawa pria yang diketahui bernama Arvin Narendra.


Sebuah kesalahpahaman membuat Aqilla Ashira gadis berumur 20 tahun dan Alvin Narendra seorang pemuda berumur 28 tahun memutuskan untuk tinggal bersama keduanya sepakat untuk memberikan bantuan kepada satu sama yang lain.


Dan ini covernya



Jangan lupa mampir dan berikan dukungan, dengan klik love, like dan juga komen ya gaes bay bay

__ADS_1


__ADS_2