
Mil yang sudah tiba di rumah bibi Maria, menginginkan tidur di kamar Angel.
Tentu saja langsung mendapat ijin dari bibi Maria yang menginginkan sang keponakan sebagai boneka berjalan untuknya.
Meskipun Angel tidak suka dengan keputusan sang mama yang mengijinkan kamar miliknya di tempati orang lain, terlebih lagi orang itu adalah Mil, sepupu yang sangat di bencinya selama ini.
Dan Angel yang kesal dengan sang mama, memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya sambil menggerutu tidak jelas.
Senyum manis mengalahkan manisnya gula terukir dari ke dua sudut bibi Maria yang di tunjukkan untuk Mil, yang sekarang duduk di atas tempat tidur Angel dengan menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.
"Selamat datang Mil sayang,"
Sebisa mungkin bibi Maria bersikap baik pada Mil demi tujuannya, meskipun dirinya harus menjilat akan dilakukannya, karena kali ini tujuannya harus berhasil.
Mil tidak menanggapi apa yang baru saja bibi Maria katakan, meskipun kini bibi Maria duduk di pinggiran tempat tidur dan menghadap ke arahnya.
"Anggap saja ini rumah kamu sendiri sayang, dan apa pun yang kamu inginkan katakan saja," ujar bibi Maria dengan sangat manis mengalahkan manisnya lautan madu. "Apa ada yang kamu inginkan?"
"Kakiku terasa pegal, apa Bibi bisa memijatnya?"
"Oh tentu Mil, Bibi akan memijat kaki kamu,"
Bibi Maria pun naik ke atas tempat tidur lalu dengan segera memijat ke dua kaki Mil bergantian.
"Ini saatnya aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu," Batin Mil dalam hati sambil menatap bibi Maria yang sedang sibuk memijat ke dua kakinya bergantian.
Lalu senyum sinis terukir dari sebelah sudut bibir Mil, saat dirinya memiliki rencana tersendiri kenapa ingin tinggal di rumah bibi Maria.
__ADS_1
Setelah tadi paman Anton menceritakan sesuatu hal yang begitu penting padanya.
"Mil," panggil bibi Maria dan menghentikan pijatan nya.
"Iya,"
"Bibi rasa Mila sangat mencintaimu, terlepas dari semua yang sudah dia lakukan pada ke dua orang tua kamu,"
"Terus?" tanya Mil penasaran, karena Mil yakin bibi Maria memiliki sebuah rencana kenapa dia begitu baik padanya.
Tidak seperti dulu yang menganggapnya sebelah mata.
Bibi Maria yang melihat respon Mil setelah mendengar apa yang baru saja Mil katakan langsung tersenyum.
"Bagaimana jika kamu menguras habis hartanya, bibi yakin dia akan memberi semua yang kamu minta, karena bibi sangat yakin cintanya begitu besar padamu. Bukan apa apa bibi memberi usul seperti ini padamu, setelah apa yang dia lakukan kepada ke dua orang tuamu, hingga kamu kehilangan mereka untuk selamanya,"
"Bagaimana Mil. Dengan usul bibi ini?"
"Boleh di coba,"
Bibi Maria begitu senang mendengar jawaban Mil, meskipun awalnya ragu jika sang keponakan menolak rencananya.
Dan dengan Mil menyetujui rencananya, membuat bibi Maria tidak lagi harus bersusah payah menjadikan Mil boneka berjalan.
Karena bibi Maria yakin, sekarang Mil berpihak padanya.
"Jadi ini tujuanmu bibi Maria," batin Mil sambil membalas senyum bibi Maria yang terus mengukir senyum ke arahnya.
__ADS_1
"Kapan kamu akan memulai rencananya?" tanya bibi Maria untuk memastikannya.
"Mungkin besok,"
"Bagus," sambung bibi Maria dengan begitu senangnya.
"Oh ya Bi. Aku haus dan ingin minum jus apel. Tolong buatkan ya,"
"Oke Mil sayang," ujar bibi Maria yang langsung keluar dari dalam kamar di mana Mil berada.
Dan meninggalkan Mil yang sedang mengukir senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya menatap sang bibi keluar dari kamar.
Setelah keluar dari dalam kamar, bibi Maria menghampiri Angel yang kebetulan sedang berada di depan lemari pendingin yang ada di dapur, dan tatapan matanya tertuju ke arah sang mama, dengan tatapan kesal.
"Jangan menatap mama seperti itu. Mama membiarkan dia tinggal di kamarmu, karena dia sekarang menjadi sumber uang kita. Kamu paham!" tegas bibi Maria.
"Tapi aku–"
"Sudahlah, lebih baik kamu buatkan jus apel untuk Mil!" perintah bibi Maria memotong perkataan Angel
"Ogah," sambung Angel yang langsung pergi meninggalkan sang mama.
Akhirnya bibi Maria menyuruh asisten rumah tangga untuk membuatkan jus apel untuk Mil.
Prang!
Bersambung.....................
__ADS_1