SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Arisan


__ADS_3

Ciuman demi ciuman Milano berikan di setiap jengkal tubuh sang istri. Bukan hanya ciuman, namun juga jilatan saat Milano sudah tidak tahan lagi untuk mengontrol hawa nafsunya.


Tentu saja Mil hanya pasrah menerima apa yang dilakukan oleh Milano sang suami.


Saat dirinya juga merasakan gelayaran kenikmatan di setiap aliran darahnya yang mengaliri setiap jengkal tubuhnya, yang lebih tepatnya rasa nikmat yang belum pernah Mil rasakan.


Apa lagi saat ini Milano, tengah asyik menghisap Choco chips merah jambu dengan rakusnya, bagaikan anak bayi yang haus akan air susi sang ibu.


Ketika Milano berhasil membawa sang istri dan merebahkan nya di atas ranjang hotel di mana dirinya berada.


Milano yang sudah melucuti setiap benang yang menempel di kulit sang istri, tanpa sepengetahuan Mil yang terus menikmati apa yang di lakukan sang suami, kini mulia melebarkan salah satu paha sang istri untuk mengusap hutan belantara di bawah sana.


Tentu saja membuat Mil menghentikan rancauan kenikmatan yang sedari tadi keluar dari bibirnya, seiringan dengan setiap sentuhan yang Milano berikan.


Lalu Mil membuka matanya dan reflek mengangkat paksa kepala Milano yang masih asik dengan mainan barunya yang sudah sangat lama di inginkan nya.


Dan Mil menghimpit tangan Milano saat jari jari sang suami kini perlahan mulai memasuki hutan belantara.


Milano yang mendapati tangannya di himpit ke dua paha sang istri, kini mendongakkan kepalanya untuk menatap sang istri, yang sedang menautkan keningnya.


Dan Milano tahu persis dengan tautan kening sang istri dan juga tatapan matanya, yang menatap dirinya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Sayang,"


"Se... Sejak kapan aku–"


"Kenapa sayang? Bukannya kamu menikmati setiap sentuhan yang aku berikan untukmu?" tanya Milano dan memotong perkataan sang istri yang kini menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangannya.


Bagaimana Mil tidak menutup wajahnya, saat mendapati sang suami juga sudah tidak lagi menggunakan sehelai benang pun seperti dirinya, dan entah kapan Milano melucuti pakaiannya dan juga pakaian sang istri.


Namun bukan itu alasan Mil menutup wajahnya, karena Mil menutupi wajahnya saat melihat junior sang suami dengan sangat jelas yang sudah berdiri tegak, karena Milano yang tadi mengungkung sang istri. Kini menegakkan tubuhnya dengan bertumpu ke dua lututnya di atas tubuh sang istri, saat sudah bisa melepas tangannya yang di himpit sang istri.


"Ada apa sayang. Ini milikmu loh," ujar Milano sambil menahan senyum.


"Ish, kenapa malu malu sayang. Aku akan menunjukkan bagaimana rasanya anu yang begitu nikmat dan juga nagih,"


Tentu saja mendengar apa yang di katakan oleh Milano, Mil memicingkan matanya menatap sang suami yang sedang tersenyum sambil menaikkan satu alisnya.


"Jadi kamu–"


"Jangan berpikir macam macam," sambung Milano. "Aku melakukan arisan di kamar mandi, itu juga karena dirimu sayang, apa kamu tidak ingat?" tanya Milano.


Mengingat lagi beberapa hari sebelum melakukan pernikahan dirinya yang sudah di kuasi hawa nafsu, terpaksa harus bermain arisan, karena Mil menolak untuk melakukan making love sebelum menikah.

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja Milano katakan Mil langsung tersenyum, saat dirinya juga mengingat apa yang baru saja sang suami katakan.


"Jangan tersenyum. Saat ini juga aku ingin melakukannya. Katanya lebih nikmat langsung masuk hutan belantara dari pada main arisan,"


"Kata siapa?" tanya Mil sambil menahan senyum.


Namun bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Milano malah langsung menempelkan bibirnya di bibir sang istri dan melu*atnya.


Dan Mil yang juga tidak bisa menahan hasrat di tubuhnya langsung melingkarkan ke dua tangannya ke belakang leher sang suami.


Tentu saja membuat Milano yang ingin segera masuk ke hutan belantara sang istri, mulai membuka ke dua pahanya.


Dan mulai mengusap usap hutan belantara sang istri, yang membuat Mil merinding dan melepas tautan bibirnya.


"Sayang ada apa?"


"Lakukan sekarang," perintah Mil sambil mengukir senyum, dan langsung melebarkan ke dua pahanya.


Tentu saja tanpa pikir panjang Milano langsung mengarahkan juniornya ke hutan belantara milik sang istri.


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2