SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Pemakaman


__ADS_3

"Apa maksud Paman. Berkata seperti itu? Jelas jelas Angel adalah putri Paman sendiri. Dan aku benar benar tidak tahu kenapa paman melakukan hal kejam seperti ini pada bibi dan juga Angel, aku sungguh kecewa pada Paman!"


"Tapi Paman sudah bisa bernafas lega, karena sudah melakukan ini. Karena tidak ada lagi yang akan menggangu hidup kami Mil,"


Mendengar apa yang baru saja Paman Anton katakan, Mil baru memahami kenapa paman Anton melakukan hal seperti ini.


Dan Mil yang memang sudah berdiri di depan Paman Anton, kini menatap wajahnya dengan tatapan tajam.


"Itu namanya Paman sama saja seperti bibi Maria, sama sama pembunuh!" seru Mil. "Tapi Paman lebih seperti hewan karena sudah membunuh putri paman sendiri!"


"Terserah kamu mau berkata apa pada paman, paman tidak akan pernah marah. Namun sekali lagi aku katakan padamu, Angel bukanlah putri kandungku," jelas paman Anton lagi sambil tersenyum ke arah Mil.


Dan Paman Anton langsung menoleh ke samping kanan dan juga kirinya di mana dua polisi masih memegangi lengannya, lalu menyuruh mereka untuk segera membawanya ke kantor untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Karena paman Anton tidak menyesal pada apa yang telah dilakukannya, pada bibi Maria dan juga Angel anak yang paman Anton kira putri kandangnya.


Namun paman Anton baru mengetahui jika Angel bukanlah putrinya, mengingat lagi ternyata dirinya selama ini mandul, saat beberapa hari lalu paman Anton memeriksakan kesehatannya dan mendapati dirinya mandul sejak lahir.


Sebenarnya paman Anton melakukan ini, karena dirinya tahu, rencana yang sudah di buat oleh bibi Maria dan juga Angel.


Jika mereka tidak bisa merampas harta Milano lewat Mil, bibi Maria sudah menyewa orang untuk menghabisi Mil dan juga Milano beserta keluarganya.


Selepas kepergian paman Anton dari rumah sakit menuju kantor posisi untuk mempertanggung jawabkan pembuatannya, Mil langsung menangis. Tentu sama Milano yang sedari tadi berada di belakangnya langsung memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Sayang jangan menangis,"


"Kenapa paman Anton melakukan ini pada bibi dan juga Angel sayang?"


Namun Milano tidak menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir sang istri karena sekarang dia melepas pelukannya lalu membalik tubuhnya untuk menghadap ke arahnya.


"Jangan menangis, manusia memiliki kekhilafan. Dan paman Anton mungkin khilaf melakukan hal ini. Namun paman Anton manusia yang bertanggung jawab, karena dia mau mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukannya. Jadi jangan kamu tangisi semua yang sudah terjadi,"


Milano kemudian menghapus air mata yang masih keluar dari ke dua pelupuk mata sang istri. Lalu membawa Mil ke dalam dekapannya.


*


*


*


Dan Mil masih tidak percaya dengan semua ini, hingga Mil tersadar dari lamunannya, saat Milano duduk di sampingnya dan memeluk bahunya.


"Sayang kenapa kamu melamun? Kamu bilang akan melupakan kejadian ini,"


"Tidak, aku tidak melamun. Aku hanya ingin menemui paman di kantor polisi. Aku ingin memastikan paman baik baik saja," jelas Mil.


Karena seberapa pun Mil membenci paman Anton dengan apa yang sudah dilakukannya, namun di hati kecilnya Mil masih memperhatikan paman Anton, yang sudah sangat baik pada dirinya selama ini.

__ADS_1


"Baiklah, kita pergi. Tapi sebelum itu, kita temui mama terlebih dahulu di kamar," ajak Milano.


Karena mama Feli tadi masih saja terus menangisi Paman Anton yang sudah mendekam di dalam penjara.


Namun saat Milano dan juga Mil sudah berada di dalam kamar mama Feli, mama Feli tidak berada di dalam kamar.


"Sayang ke mana mama?" tanya Mil.


"Aku tidak tahu,"


"Ada apa kalian mencari mama?"


Milano dan Mil pun langsung menoleh ke arah sumber suara mama Feli.


"Mama,"


"Apa yang mama lakukan ini?"


Bersambung.......................


Hay gaes aku ada rekomendasi novel lagi, yuk di baca dulu. Jika suka cus merapat. Cover dan Blurb ada di bawah ini ya gaes.


__ADS_1


__ADS_2