
Milano menghentikan mobil yang di kendarai tepat di tempat parkir sebuah rumah sakit.
Saat tadi dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tujuannya sekarang, setelah menerima pesan dari sang mama.
Dan saat Milano menghubungi sang mama, mama Feli hanya menangis tanpa menjawab apa yang sebenarnya terjadi.
Alhasil Milano yang merasa cemas akhirnya menunda ronde ke duanya demi menemui sang mama.
Milano menoleh ke samping kiri jok mobil di sampingnya, di mana Mil sang istri sedang duduk sambil menatap ke arahnya.
Karena Mil tidak tahu apa yang terjadi, dan kenapa sang suami pergi ke rumah sakit. Karena Milano hanya memberi tahu jika ingin menemui mana Feli.
"Sayang, apa mama sakit?"
"Entahlah, karena pagi tadi dia masih baik baik saja," jawab Milano.
Lalu satu tangannya membelai wajah sang istri dengan sangat lembut.
"Kamu tunggu saja di sini, aku ingin menemui mama,"
"Aku ingin ikut,"
"Bagaimana kamu ingin ikut, jalan kamu saja seperti bebek,"
"Itu karena ulah kamu!"
"Tapi enak kan. Mau lagi kan? Hayo ngaku?"
Mendengar ucapan Milano, Mil langsung tersipu malu. Tentu saja membuat Milano tidak tahan melihat wajah sang istri yang begitu menggemaskan.
Akhirnya Milano mendekatkan wajahnya untuk mencium bibi sang istri, yang bagaikan magnet untuk dirinya.
__ADS_1
Setelah puas mencium bibir sang istri, Milano melepas tautan bibirnya, lalu meraup wajah sang istri.
"Pulang dari rumah sakit ini. Kita lanjutkan lagi. Oke,"
Mil yang menang tidak memungkiri juga menginginkan ingin kembali merasakan surga dunia akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Bagus. Sekarang kamu tunggu aku di sini saja, aku tidak lama menemui mama,"
"Aku tetap ingin ikut,"
"Tapi–"
"Aku bisa mengkondisikan langkahku," sambung Mil memotong perkataan sang suami.
"Baiklah sayang," ujar Milano yang langsung keluar dari dalam mobilnya terlebih dahulu, dan ingin membuka pintu mobil di mana sang istri berada.
Mil begitu terkejut saat Milano yang sudah masuk ke dalam rumah sakit, berjalan sambil memeluk bahunya berjalan menuju kamar jenazah rumah sakit tersebut.
"Entahlah aku juga tidak tahu. Itu mama sayang," tunjuk Milano ke arah sang mama.
Saat melihat mama Feli sedang duduk di bangku tepat di depan kamar jenazah, bukan hanya mama Feli, namun juga ada paman Anton yang sedang berjongkok tepat di depan mama Feli yang sedang menangis.
"Kamu jahat Anton!" seru mama Feli di sela sela tangisnya.
"Maafkan aku Fel,"
"Jika kamu pergi. Aku dengan siapa?"
"Dengan anak dan menantu kamu Fel,"
"Tapi–" Mama Feli tidak jadi meneruskan ucapannya saat Paman Anton beranjak dari tempatnya dan langsung membawa mama Feli ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Maafkan aku, tidak bisa berada di sampingmu untuk selamanya, namun aku tidak menyesal telah melakukan ini,"
Mendengar apa yang baru saja paman Anton katakan, mama Feli yang tadi tangisnya mulai reda, kini kembali menangis semakin jadi.
Tentu saja Milano dan juga Mil yang kebetulan sudah mendekati ke duanya saling pandang karena merasa bingung.
Kemudian Milano mengalihkan pandangannya kembali ke arah paman Anton yang sekarang sudah melepas pelukannya.
"Mama, Om. Ada apa sebenarnya?" panggil Milano.
Mama Feli yang mendengar suara sang putra, langsung beranjak dari duduknya dan menghambur memeluk Milano.
Tentu saja membuat Milano bertanya tanya dengan tingkah sang mama yang tidak seperti biasa.
"Om Anton, ada apa ini?" Milano kini bertanya pada paman Anton, karena sang mama masih menangis sambil memeluk nya.
"Maafkan Om,"
Bersambung........................
BACA DULU YA GAES
Mau promo novel bestie
Yang penasaran cus ke lapak author nazwa talita.
Atau tinggal cari di kolom pencarian judul novel MAAFKAN AKU, ISTRKU
semoga kalian menyukainya 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1