SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Akurat


__ADS_3

Mendengar ucapan Mil, bibi Maria kini bertepuk tangan dan berjalan sambil mengelilingi tubuh Mil.


"Tidak percaya? Oh oh oh Karmila, Karmila. Terserah padamu jika kamu tidak percaya. Aku hanya ingin memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi,"


Dan bibi Maria sekarang menghentikan langkahnya tepat di hadapan Mil.


"Apa kamu lupa. Beberapa tahun lalu kamu ingin menuntut keadilan pada seseorang yang menabrak mobil ke dua orang tua kamu?"


"Aku tidak pernah lupa. Dan sampai saat ini jika aku bertemu dengan pemilik mobil itu, aku juga akan menuntut keadilan. Tapi aku tidak akan pernah percaya pada bibi jika orang itu adalah Mila. Paham!" tegas Mil.


Karena Mil, memang tidak mengetahui orang yang menabrak mobil ke dua orang tuanya.


Mengingat lagi polisi menghentikan proses hukum, karena tahu mobil yang di kendarai orang tua Mil mengalami rek blong.


"Baiklah jika kamu tidak percaya padaku. Terserah padamu saja, aku hanya ingin menunjukan yang sebenarnya padamu," ujar bibi Maria yang kini mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya.


Kemudian meraih tangan Mil dan memberikan beberapa selembaran kertas di tangannya.


Mil langsung menautkan keningnya melihat beberapa lembaran kertas yang ada di tangannya, lalu bergantian melihat sang bibi.


"Apa ini?"


"Kamu lihat saja." perintah bibi Maria di akhiri dengan tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang Mil pun segera melihat satu persatu selembar kertas yang ada di tangannya tersebut.


Dan saat sudah melihat semuanya, Mil kini menatap sang bibi untuk meminta penjelasan.


"Itu data resmi dari polisi, siapa yang terlibat kecelakaan dengan mobil ke dua orang tua kamu. Jika kamu kira aku berbohong, kamu boleh datang ke kantor polisi untuk memastikan nya," jelas bibi Maria, tentu saja di akhiri dengan senyum kebahagiaan, ketika melihat wajah Mil yang terlihat begitu terkejut.


Bagaimana Mil tidak terkejut, saat di beberapa lembaran kertas tersebut, menyebutkan jika Milano dan juga mobilnya lah yang terlibat kecelakaan dengan mobil ke dua orang tuanya.


"Kamu baru tahu kan. Siapa calon suami kamu itu, sekarang lebih baik kamu lepas gaun pengantin yang melekat di tubuhmu. Biar aku yang memakainya, aku rasa gaun itu lebih cocok di tubuhku dari pada di tubuh kamu yang semua tidak orisinil," sambung Angel.


Lalu Angel mendekati Mil dan mendorong tubuhnya.


"Lepas sekarang. Pasti kamu tidak ingin menikah dengan pembunuh bukan?"


Bibi Maria pun segara menarik tangan Angel sang putri.


"Sayang lebih baik kita tinggalkan sepupu kamu ini untuk berpikir,"


"Ma tapi–"


Angel menghentikan ucapannya saat sang mama menarik tangannya kembali, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga sang putri.


"Diam lah, untuk saat ini tujuan kamu untuk mendapatkan Mila singkirkan dulu. Jika dia meninggalkan Mila, mama pastikan kamu akan mendapatkan nya oke,"

__ADS_1


"Tapi Ma,"


"Sayang. Percaya dengan mama," ujar bibi Maria mengingatkan sang putri.


Karena dari awal Angel bertujuan untuk menggantikan Mil di hari pernikahannya, jika Mil mengetahui apa yang sebenarnya tentang Milano. Karena Angel yakin Mil tidak akan melangsungkan pernikahannya tersebut.


Kemudian ke duanya keluar dari dalam kamar di mana Mil berada, dan meninggalkan Mil yang masih diam terpaku di tempatnya.


Beberapa lembaran kertas tersebut jatuh dari tangan Mil setelah sang bibi dan Angel keluar dari kamarnya.


Air mata jatuh membasahi pipi, seiring dengan Mil menjatuhkan bokongnya di atas tempat tidur.


Awalnya Mil tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh bibi Maria. Namun akhirnya dirinya percaya, dengan bukti bukti yang sangat akurat tersebut.


Mil menghapus air mata yang membasahi ke dua pipinya, dan tatapan matanya kini tertuju ke lembaran kertas yang berserakan di atas lantai.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?"


Bersambung...............


Semoga kalian tidak bosan, karena akan ada konflik oke.


Bosan soalnya lempeng mulu macam papan triplek 🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2