
Setelah mendengar apa yang Mil katakan, Milano kino melepas ke dua tangannya yang masih memeluk tubuh Mil.
Lalu melepas pelukan Mil yang masih memeluknya dan menatap wajahnya dengan intens, tak lupa ke dua tangannya kini memegang bahu sang istri.
"Jadi kamu belum memaafkan aku sayang?" tanya Milano. "Tapi Om Anton bilang kamu–"
"Stttt,"
Mil menaruh jari telunjuk nya tepat di bibir Milano untuk menghentikan ucapannya.
"Aku sudah memaafkan kamu sayang,"
"Tapi. Tadi kamu bilang jika kamu–"
Lagi pagi Milano tidak meneruskan ucapannya, saat bibir sang istri kini menempel di bibirnya.
Dan tanpa pikir panjang Milano kini mulai menyesap bibir sang istri yang sudah sangat di rindukan nya, meskipun baru hitungan hari jauh dari Mil.
Mil pun dengan pasrah membiarkan sang suami mengeksplor bibir miliknya dengan senang hati.
Karena tidak dapat di pungkiri, Mil juga sangat merindukan sang suami yang sangat di cintai.
Terlepas dari kesalah pahaman yang baru saja dirinya alami.
__ADS_1
Dan Mil baru menyadari, dirinya lah yang salah karena sudah percaya pada ucapan dan bukti yang sang bibi berikan padanya.
Namun Mil akhirnya mengakhiri kesalahan pahaman itu, setelah paman Anton menceritakan dan memberikan bukti yang akurat padanya.
Siapa dalang sebenarnya di balik kecelakaan yang menimpa ke dua orang tuanya, hingga mereka meninggal dunia.
Mil yang mulai susah bernafas saat Milano sang suami bukan hanya menyesap bibirnya, kini menjauhkan wajahnya saat Milano mel*umat bibirnya.
"Maaf sayang. Aku sungguh tidak tahan,"
Milano yang sudah melepas tautan bibirnya, kini memeluk pinggang sang istri dan menempelkan tubuhnya degan tubuh Mil.
"Dan terima masih, kamu sudah memaafkan aku dan mengakhiri kesalah pahaman ini,"
Namun Mil hanya merespon perkataan Milano dengan senyuman, lalu membelai wajahnya dengan jari jari lentiknya.
"Sssttt,"
Kini gantian Milano yang menaruh jari telunjuknya tepat di bibir Mil sang istri untuk menghentikan ucapannya.
"Jangan katakan apa pun lagi sayang, lupakan semuanya. Siapa pun kamu dulu, aku tidak peduli. Aku mencintaimu untuk saat ini dan untuk selamanya, dan aku tidak ingin jauh darimu. Aku ingin terus bersama dengan dirimu melewati waktu bersama dan hidup bahagia untuk selamanya,"
Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Milano setelah mengatakan yang ingin memang di katakan nya.
__ADS_1
Setelah dirinya mengetahui jika Mil sang istri adalah Karmila, seorang gadis yang ke dua orang tuanya terlibat kecelakaan dengan mobilnya beberapa tahun lalu, dan gadis yang Milano cari.
Mengingat lagi Milano masih merasa bersalah dengan kecelakaan itu meskipun kecelakaan itu bukanlah salahnya.
Dan Milano baru mengetahui sebenarnya, jika bibi Maria lah dalang di balik kecelakaan ke dua orang tua Mil setelah paman Anton menceritakan semuanya pada dirinya.
"Ish, hanya bahagia? Bagaimana jika aku sedang bersedih, siapa yang akan menghiburku, apa kamu akan meninggalkan aku?" tanya Mil sambil memicingkan matanya menatap ke arah Milano.
"Tentu saja tidak sayang. Karena aku tidak akan pernah melihat kamu bersedih. Selama kamu ada di sisiku, karena aku pastikan kamu akan selalu bahagia, kamu paham."
Dan Mil pun langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan Milano pria yang sedari dulu sudah mengisi hatinya, dan pria yang Mil klaim sebagai suami masa depannya. Yang sekarang menjadi kenyataan.
"Jaga senyummu itu sayang. Aku sungguh tidak tahan melihat bibir manis mu itu yang bagaikan telaga madu,"
"Pret," sahut Mil.
"Apa kamu sedang meledekku sayang? Jika iya aku akan memberi pelajaran untukmu," sambung Milano yang langsung mengangkat tubuh sang istri.
"Aw sayang, pelajaran macam apa ini. Turunkan aku!"
"Tidak. Dan pelajaran kali ini adalah pelajaran anu yang harusnya kita lakukan di Malam pertama kita, di mana malam itu kamu meninggalkan aku,"
"Anu. Oh no,"
__ADS_1
"Oh yes sayang,"
Bersambung................