SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Habiskan Malam Bersama


__ADS_3

Milano mengukir senyum setelah Mil memanggil namanya, namun senyum itu hilang saat tiba tiba Mil menendang buyung miliknya menggunakan lututnya.


"Oh ya ampun!" pekik Milano kesakitan yang sekarang sudah menjatuhkan tubuhnya di samping Mil sambil memegangi buyung miliknya. "Baru juga berdiri tegak, tapi sekarangโ€“"


Milano tidak meneruskan ucapannya, di gantikan erangan saat merasakan sakit di adik kecilnya, karena Mil menendangnya dengan sekuat tenaga, alhasil buyung yang tadi sudah berdiri tegak bagaikan tiang listrik, sekarang mengurai kembali dan bersembunyi di balik celana segitiga nya.


Mil yang benar benar baru tersadar, beranjak dari tidurnya sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing, lalu menolah ke arah di mana Milano masih mengerang kesakitan dengan posisi tengkurap.


"Pak, Bapak baik baik saja?" tanya Mil yang terlihat begitu kuatir.


"Kamu pikir saja sendiri," sahut Milano dan menoleh ke arah Mil.


"Itu salah Pak Mila, kenapa harus berada di atas tubuhku, atau jangan jangan Pak Mila inginโ€“ oh ya ampun," Mila langsung menatap tubuhnya dan tidak jadi meneruskan ucapannya.


Kemudian Mil memalingkan wajahnya tidak ingin melihat ke arah Milano yang masih menatap dirinya, lalu menaikan tali gaun sebelah kanannya yang melorot.


Dan setelahnya Mil mengukir senyum, karena bisa sedekat ini dengan pria yang sangat di cintai nya, sebenarnya Mil bisa saja membiarkan Milano melakukan apa pun yang diinginkannya.


Namun Mil tidak ingin itu, karena semua orang memiliki nafsu dan bisa melakukan apa pun tanpa adanya cinta, itu yang Mil hindari meskipun dirinya sangat mencintai Milano.

__ADS_1


Dan yang Mil inginkan adalah mendapatkan Milano bukan dengan cara seperti ini, melainkan mendapatkan cintanya.


Setelah membenarkan pakaiannya Mil menoleh kembali ke arah Milano yang masih berada di tempatnya.


"Maafkan aku Pak, aku tadi benar benar terkejut dan tidak sengaja menendang benda pusaka milik Pak Mila,"


"Sudah diamlah, lebih baik kamu pulang sebelum aku berbuat yang tidak tidak padamu!"


"Tapi Pak Mila baik baik saja kan?" tanya Mil dan ingin menyentuh punggung Milano, namun dirinya urungkan saat Milano berteriak.


"Pergilah!"


Namun Mil kembali lagi menuju ke tempat tidur saat pintu tersebut tidak bisa di buka.


"Pak pintunya tidak bisa di buka, Apa Pak Mila sengaja mengunci pintu itu agar Pak Mila bisaโ€“"


"Diam dan jangan bicara yang tidak tidak! Apa kamu lupa, kamu yang memulai duluan," kesal Milano memotong perkataan Mil, lalu beranjak dari tidurnya.


"Mulai apaan Pak?"

__ADS_1


"Kamu ingat saja sendiri!" seru Milano lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu sambil menahan sakit di bagian adik kecilnya.


Mil mengingat lagi apa yang baru saja Milano katakan dengan susah payah, dan akhirnya Mil mengingat jika dirinya tadi merasa sedang berciuman dengan Milano di sebuah taman yang di penuhi hamparan bunga bunga dari berbagai jenis.


"Apa mungkin tadiโ€“ ah tidak mungkin," ucap Mil dan tatapan matanya tertuju ke arah Milano yang sedang menendang pintu kamar tersebut.


"Kurang ajar! Ini pasti kerjaan mama," kesal Milano dan terus menendang pintu tersebut hingga kakinya terasa sakit setelah menendang pintu yang tidak akan mungkin bisa roboh, jangankan roboh, sekencang apa pun berteriak orang yang berada di luar tidak akan pernah mendengar suaranya, karena kamar tempatnya sekarang berada kedap suara.


"Pak ada apa?" tanya Mil yang sudah menghampiri nya.


"Tidak ada apa apa, kembali lah ke tempat tidur. Untuk malam ini kita habiskan malam bersama,"


"Apa!"


Bersambung...................


Maaf hanya sedikit up nya, karena aku sedang dalam mode benar benar tidak mood untuk ngapa ngapain, semoga kalian mengerti ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


Yang kemarin nanyain visual sudah aku posting di IG ya kak, yang penasaran dengan visual mereka silakan cek IG aku ya kak di harumini-12

__ADS_1


__ADS_2