SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Omong Kosong


__ADS_3

"Duduklah!" perintah Milano sambil menarik bangku kayu panjang yang berada di warung tenda, dimana dulu Dino dan juga Mil sempat makan siang bersama menikmati gado-gado.


Mil menuruti permintaan Milano sambil tersenyum tipis. Saat Milano yang di selimuti rasa cemburu, terus menarik tangan Mil keluar dari perusahaan menuju warung tenda di mana sekarang keduanya berada.


Ini untuk pertama kalinya Milano makan di ruang terbuka. Dan menjadi pusat perhatian para karyawannya, yang selalu memenuhi warung tenda yang berjajar di mana tempatnya sekarang berada untuk makan siang.


Milano yang tahu jika menjadi pusat perhatian langsung memanggil pemilik warung tenda di mana dirinya berada.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya pemilik warung tenda tersebut ketika sudah mendekat ke arah Milano.


"Aku ingin, hanya aku dan dia yang berada di sini," ujar Milano sambil menunjuk ke arah Mil.


"Tapi Pak ba–"


"Diam!" perintah Milano sambil mengeluarkan kartu nama miliknya untuk menghentikan ucapan pemilik warung tenda tersebut. "Datang temui aku nanti, dan aku akan membayar semua jualan kamu. Tapi ikuti perintah aku tadi,"


"Baik Pak," sambung pemilik warung tenda tersebut, saat sudah mengetahui siapa Milano.


Laku pemilik warung tersebut menyuruh semua orang yang ada di warung tenda miliknya untuk pergi, dan menyisakan Mil dan juga Milano.


"Sudah Pak," lapor pemilik warung tenda saat sudah mengikuti perintah Milano.


"Bagus. Setelah ini hidangkan dua porsi gado-gado!"


"Baik Pak," lalu pemilik warung tersebut segera menyiapkan pesanan yang baru saja di pesan Milano.


Mil menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah Milano.


"Ish ish Pak Mila sungguh kejam. Mereka semua ingin makan siang. Kenapa Pak Mila malah menyuruh pemilik warung mengusir mereka semua,"

__ADS_1


"Aku tidak terbiasa makan berdesak desakan seperti sedang antri minyak goreng,"


"Jika Pak Mila tidak terbiasa, kenapa Pak Mila malah makan siang di sini,"


"Karena aku ingin membuktikan,"


"Membuktikan apa?"


"Jika pria itu tidaklah mencintai kamu. Seperti aku yang berani mengajak kamu makan siang di sini karena aku juga tidak mencintaimu, kamu paham. Dan satu lagi omong kosong yang kamu katakan jika pria itu mengelap keringat yang ada di wajah kamu, aku juga bisa,"


Lalu Milano mengambil beberapa lembar tisu yang tidak jauh dari jangkauannya lalu mengelap keringat yang ada di wajah Mil.


"Dan aku tegaskan sekali lagi, aku melakukan ini karena aku tidak mencintaimu, begitu juga dengan pria itu, paham!"


"Tidak, karena dia berani makan gado-gado dengan level ter pedas untuk membuktikan cintanya padaku,"


Tentu saja hanya membuat Mil tersenyum tipis, apa lagi saat Milano memesan gado-gado level ter pedas.


Mil yang sedang menikmati gado-gado milirik ke arah Milano yang duduk di sampingnya.


"Jangan di paksa jika kepedasan." ujar Mil ketika melihat wajah Milano yang sudah kemerahan seperti udang rebus, dan keringat bercucuran di seluruh wajahnya.


"Jangan banyak bicara,"


"Oke," ucap Mil yang kembali ingin menyantap gado-gado yang ada di hadapannya.


Namun baru saja Mil ingin menyendok gado-gado yang ada di hadapannya, Milano sudah memanggilnya.


"Ada apa lagi Pak Mila?"

__ADS_1


"Tolong lap keringat di wajahku,"


"Jika aku tidak mau bagaimana?"


"Aku akan membatalkan pernikahan kita,"


"Bagus itu,"


Mendengar apa yang baru saja di katakan Mil, Milano langsung menoleh ke arahnya.


Kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan menaruh di tangan Mil. Lalu Milano mengarahkan tangan Mil tersebut untuk mengelap keringat yang ada di wajahnya.


"Begitu saja repot," ucap Milano.


"Terus Pak Mila jadi kan membatalkan pernikahan kita?"


"Tidak. Enak saja kalau bicara,"


"Berarti Pak Mila mencintai aku kan?" tanya Mil untuk memancing Milano.


"Tidak, sudahlah diam!"


"Katakan saja Pak. Tidak usah malu," ledek Mil.


"Mil..."


"Gengsi amat. Tinggal bilang cinta apa susahnya sih, kemarin saja ketika di rumah sakit begitu panik saat Mil pingsan," sambung seseorang yang kini duduk tepat di hadapan Milano dan juga Milano.


Bersambung.......................

__ADS_1


__ADS_2