SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Apa Kamu Butuh Bukti?


__ADS_3

Mil yang terkejut mendengar apa yang baru saja Milano katakan, langsung membuka mulutnya dan melongo, tak lupa ke dua bola matanya terus mengikuti ke mana Milano melangkah.


Membuatnya juga mengikuti Milano yang sekarang sudah menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Apa Pak Mila sudah gila. Mengajak aku untuk menghabiskan malam bersama. Pak Mila pikir aku wanita murahan begitu?"


"Aku tidak berpikir seperti itu, kamu sendiri yang mengatakan hal itu barusan," sambung Milano sambil menoleh ke arah Mil yang berdiri di sisi tempat tidur.


"Tapi tadi–"


"Silakan saja jika kamu mau keluar," sambung Milano memotong perkataan Mil.


"Tapi di mana kunci pintu itu Pak Mila, bagaimana aku bisa keluar jika pintu itu masih di kunci,"


Bukannya menanggapi perkataan Mil, Milano malah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Pak Mila,"


"Diamlah! Percuma menghabiskan waktu dengan banyak bicara!" seru Milano dari balik selimut.


Membuat Mil, melangkahkan kakinya menuju jendela yang ada di kamar tersebut, berharap dirinya bisa keluar dari dalam kamar tersebut.


Namun saat sudah membuka tirai yang menutupi jendela tersebut, Mil menghembuskan nafasnya kasar, pasalnya jendela kamar tersebut terpasang teralis besi.


"Ya ampun aku harus bagaimana ini?"


"Tidurlah, besok pagi juga pintu akan terbuka," sambung Milano yang mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Mil.


"Tidur, tidur, aku harus tidur di mana. Di lantai?" gerutu Mil lalu mendudukkan bokongnya di kursi yang ada di kamar tersebut, karena di ruangan tersebut hanya ada tempat tidur berukuran besar, satu lemari pakaian, dan juga kursi yang sedang di duduki nya.


Lalu Mil memegangi keningnya karena masih merasakan sedikit pusing di kepalanya.


"Kita berbagi tempat tidur," suara dari balik selimut terdengar jelas di telinga Mil.

__ADS_1


Mendengar itu pun, Mil merasakan senang dan juga takut. Senang bisa berdekatan dengan Milano, dan takut jika Milano berbuat yang tidak tidak pada dirinya.


"Tenang saja. Aku bukan harimau yang biasa makan orang," sambung Milano.


Namun tetap saja tidak di hiraukan oleh Mil, yang masih dia di tempatnya.


"Ya sudah jika tidak mau, aku juga sebenarnya tidak ingin berbagi tempat tidur denganmu,"


"Menyebalkan," batin Mil dan coba untuk mencari posisi tidur di kursi tempatnya duduk.


Namun sudah berbagai macam posisi Mil coba, tapi tidak ada satupun posisi yang membuatnya nyaman, karena kursi yang di duduki nya hanya berukuran lima luluh kali lima puluh.


Lalu Mil beranjak dari kursi tersebut, ketika mengingat lagi, jika dirinya harus beristirahat dengan cukup, dan posisi tidurnya harus benar, agar tidak merusak wajahnya yang tidak orisinil.


Dan Mil pun akhirnya menuju ke arah tempat tidur, dan naik ke atasnya lalu merebahkan tubuhnya jauh dari Milano yang ada di sisi lain tempat tidur tersebut.


Mil begitu terkejut saat Milano membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Pak Mila, aku mohon jangan melakukan apa pun padamu, aku mohon,"


"Terima kasih Pak Mila," ujar Mil sambil tersenyum dan menoleh ke arah Milano yang tertidur sambil membelakangi nya.


Bagaimana Milano tidak membelakangi Mil, saat gelayaran aneh kembali menghampiri tubuhnya, dan sebisa mungkin untuk mengontrol adik kecilnya yang mulai menggeliat di bawah sana, ketika rasa sakitnya sudah hilang.


"Pak Mila," panggil Mil.


"Tidurlah!" perintah Milano yang masih berada di posisi nya.


"Apa Pak Mila tidak memiliki kekasih?" tanya Mil memberanikan diri.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan kamu?" tanya Milano balik tanpa menjawab pertanyaan Mil.


"Tentu, agar rumor di luar sana yang mengatakan jika pak Mila tidak menyukai wanita tidak benar adanya," ujar Mil mengingat lagi apa yang pernah Dino katakan padanya tempo hari.

__ADS_1


Tentu saja mendengar apa yang baru saja Mil katakan membuat Milano beranjak dari tidurnya dan menatap ke arah Mil.


"Siapa yang mengatakan hal seperti itu? Berani sekali dia,"


"Ada Pak, tinggal Pak Mila katakan saja iya atau tidak,"


"Tentu saja tidak. Apa kamu butuh bukti?" tanya Milano sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Mil.


Bersambung....................


PENGUMUMAN GIVEAWAY NOVEL (Hanya PEMUAS)


Hai sesuai dengan apa yang aku katakan kemarin jika giveaway novel Hanya PEMUAS akan aku umumkan di novel ini.


Dan di bawah ini adalah beberapa komen terpilih yang akan mendapatkan hadiah dari aku.





Dan untuk komen terpilih akan mendapatkan @ 1pcs dompet cantik seperti di bawah ini



Dan untuk 3 pemilik akun di atas silakan DM dan kirim alamat kalian masing-masing untuk pengiriman.


Tahu kan DM ke mana? Pasti tahu lah masa tidak tahu IG harumini-12 🀭🀭🀭🀭


note


warna yang di kirim random

__ADS_1


dan tenang saja freeongkir ke seluruh belahan dunia πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2