SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Pawang


__ADS_3

Mil yang terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh mama Feli, jika Milano impoten, antara ingin tertawa dan juga sedih.


Bagaimana dirinya tidak sedih, karena pria yang selama ini di cintai nya ternyata tidak lah sempurna.


Namun Mil mengingat lagi jika tadi dirinya menendang sesuatu yang keras di bawah sana saat Milano sedang mengungkungnya.


Dan Mil sekarang menatap ke arah mama Feli yang begitu kecewa, karena apa yang sudah di pikirannya, jika sang putra sudah bisa menegakkan buyung nya, dan juga bisa menusuk ambyar sudah.


"Oh iya tante, kalau impoten kan loyo ya? Tapi tadi aku menendang buyung Pak Mila yang keras, yang keras itu apa tante?" tanya Mil.


Tentu saja mama Feli yang mendengar apa yang di katakan oleh Mil, langsung menatapnya.


"Keras?"


"Iya Tante,"


"Panjang tidak?"


"Apanya yang panjang?" tanya Mil balik tanpa menjawab pertanyaan mama Feli.


"Yang tadi kamu bilang keras?"


"Oh itu. Mana aku tahu tante, kan pak Mila masih menggunakan celana," jawab Mil.

__ADS_1


"Ya sudah kamu tidurlah. Tante ingin menemui Milano,"


"Tapi aku ingin pulang,"


"Besok saja ini sudah tengah malam, nanti mbak akan membawakan pakaian ganti untuk kamu, dan kamu ingin apa tinggal minta padanya," ujar mama Feli yang langsung keluar dari kamar di mana Mil berada, tanpa mendengarkan sesuatu yang ingin Mil katakan.


"Huf belum juga bicara sudah di tinggal saja," ucap Mil setelah kepergian mama Feli. "Jadi selama ini pak Mila tidak ingin dekat dengan wanita seperti yang Dino katakan karena dia impoten, ish kasihan sekali. Tapi tenang saja pak Mila sayang. Aku akan menjadi pawang, tapi bukan pawang hujan, melainkan pawang buyung milikmu pak, dan aku yakin pasti bisa,"


Mil tersenyum dan mengangguk angukkan kepalanya sendiri setelah berbicara sendiri, lalu menoleh ke arah pintu kamar di mana ada salah satu asisten rumah tangga mama Feli yang membawa pakaian ganti untuknya.


Sementara itu Milano yang sudah berada di dalam kamarnya, dan sedang berganti pakaian menoleh ke bawah di mana dirinya belum menggunakan celana tidur dan hanya mengenakan celana segitiga dengan buyung yang sudah tertidur pulas.


"Boy apa kamu tadi sedang nge prank? Coba berdiri lagi tunjukkan jika kamu sudah mampu berdiri dan juga menyembur," ujar Milano sambil memegangi buyung mikirnya yang tidak berdaya.


Mengetahui jika sang mama masuk ke dalam kamarnya, Milano dengan segera mengenakan celana tidurnya.


"Ma bisa tidak jika masuk ke dalam kamar ketuk pintu terlebih dahulu,"


"Tidak sempat, mama ke sini hanya ingin tahu. Apa tadi buyung milikmu bisa berdiri,"


"Sudahlah Ma, ini sudah malam aku ingin tidur, jadi jangan berbicara yang tidak tidak. Lebih baik mama keluar dari kamarku,"


"Tidak bisa. Tadi Mil mengatakan menendang benda keras saat kamu sedang mengungkungnya, berarti buyung kamu sudah bisa berdiri kan?"

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan sang mama, Milano malah langsung naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.


Tentu saja mama Feli yang ingin mengetahui kebenarannya, mendekati sang putra dan duduk di pinggiran tempat tidur.


"Mila jawab pertanyaan Mama,"


"Iya yadi sempat berdiri, sebelum di tendang oleh Mil, dan sekarang mama sudah tahu. Jadi mama keluarlah dari kamarku!" Perintah Milano.


Namun tidak di hiraukan oleh mama Feli yang langsung mengukir senyum mendengar yang baru saja Milano katakan.


"Akhirnya kamu sudah menemukan pawang yang tepat Mila, dan pawang kamu itu Mil asisten pribadi kamu,"


"Pawang, pawang, pawang apaan sih Ma, mama kira aku gajah harus ada pawang nya," sambung Milano.


"Ya anggap saja begitu, karena belalai kamu hanya berfungsi saat dengan Mil. Dan mama yakin dia akan menjadikan kamu pria seutuhnya,"


"Ma jangan mengada ada, mungkin tadi hanya refleks saja,"


"Tidak Mila, kamu memang sudah menemukan pawang nya, yaitu Mil. Dan mama harap kamu menikah dengan dia agar mama segera memiliki cucu," ujar mama Feli dengan mengukir senyum.


"Menikah?"


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2