
Bukannya menjawab pertanyaan sang istri paman Anton malah menoleh ke arah Mil yang berada tepat di belakangnya.
"Kamu masuklah," perintah paman Anton pada Mil.
Dan tanpa berkata apa pun, Mil segera meninggalkan sang paman.
"Kenapa kamu menyuruhnya untuk masuk, sebelum aku mencakar wanita ular itu. Apa kamu takut simpanan kamu itu babak belur!" seru bibi Maria.
Dan lagi lagi tidak mendapat tanggapan dari sang suami, yang kini keluar dari pintu dan menutup pintu tersebut.
"Pulanglah. Aku tidak ingin ribut dengan kamu!" perintah paman Anton yang berdiri tepat di depan sang istri dan juga Angel putrinya.
Kemudian paman Anton menahan tangan bibi Maria yang mengangkat tangannya ingin menampar dirinya.
"Maria!" bentak paman Anton.
"Oh, berani sekali kamu membentak ku. Tanpa aku, kamu bukan siapa siapa Anton!"
"Iya aku akui itu. Tapi aku bukan boneka mu. Dan untuk saat ini, detik ini juga aku tidak lagi menganggap kamu istriku lagi!"
"Pa. Apa yang papa katakan? Kenapa jadi seperti ini?" sambung Angel dan meraih tangan sang papa.
Namun paman Anton tidak ingin menjawab pertanyaan Angel yang ditujukan pada dirinya.
"Apa kamu mengatakan ini karena wanita ular itu?!"
"Bukan. Ini semua karena dirimu. Sekarang kamu pikir Maria. Apa selama ini kamu sudah menjadi istri yang baik? Belum Maria. Aku sudah memberi tahu kamu untuk berubah tapi apa? Kamu sedikitpun tidak pernah berubah, dan aku tidak ingin mempertahankan pernikahan ini,"
Bibi Maria masa bodoh dengan apa yang baru saja sang suami katakan. Kemudian dirinya menggedor pintu untuk apartemen paman Anton.
"Maria. Hentikan!" teriak paman Anton dan menahan tangannya. "Pergi dari sini. Atau aku akan memanggil satpam!"
__ADS_1
"Tidak. Sebelum aku membuat wanita itu babak belur. Cepat panggil dia!"
"Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa menyentuh dia. Jika itu sampai terjadi, aku akan membuat perhitungan denganmu. Kamu paham!" tegas paman Anton yang langsung menarik tangan bibi Maria untuk menjauh dari unit apartemen nya.
"Pa. Lepaskan Mama!" seru Angel yang mengikuti langkah sang papa.
Kemudian paman Anton melepas tangan bibi Maria dengan kasar saat sudah menjauh dari unit apartemen nya.
"Urus mama kamu, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang bisa membuat papa hilang kendali," ujar paman Anton dan meninggalkan bibi Maria dan juga Angel.
Ini pertama kalinya paman Anton berbuat kasar pada bibi Maria selama pernikahannya.
Karena paman Anton benar benar sudah tidak bisa mempertahankan pernikahannya dengan bibi Maria, yang ingin dari dulu lakukan.
Namun baru kali ini dirinya lakukan, mengingat lagi sudah tidak ada orang yang terus mendesaknya untuk terus bersama bibi Maria.
Ketika sang ibu beberapa tahun lalu meninggal dunia. Ibu yang menyatukan paman Anton dengan bibi Maria menjadi suami istri.
Dan paman Anton sudah berjanji pada sang ibu untuk terus bersama dengan bibi Maria. Namun janji itu sekarang di langgar. Karena tidak mungkin paman Anton akan mempertahankan pernikahan yang tidak sehat seperti ini.
"Diam dan tutup mulutmu!" seru bibi Maria pada sang putri. "Jika mama tidak bisa menyentuh Mil, kamu yang harus melakukannya,"
"Bagaimana caranya Ma?"
"Nanti Mama beri tahu kamu."
Setelah paman Anton masuk kembali ke dalam unit apartemennya, Mil yang menunggu di ruang tamu langsung menghampiri nya.
"Paman,"
"Maafkan paman Mil. Akhirnya mereka tahu di mana kamu tinggal,"
__ADS_1
"Kenapa paman berkata seperti itu? Meraka kan tahu nya aku Mil bukan Mila,"
"Tapi tetap saja mereka mengira kamu adalah wanita simpanan paman. Dan kamu masih dalam bahaya,"
"Tenang saja Paman. Aku bukan Mila, tapi aku Mil," sambung Mil sambil mengukir senyum.
"Maafkan paman sekali lagi,"
"Ah sudahlah paman, jangan minta maaf terus lebaran masih lama,"
"Kamu bisa saja," ujar paman Anton sambil mengusap rambut Mil.
"Oh ya Paman. Tadi paman bilang ingin menunjukkan sesuatu, apa itu?" tanya Mil mengingat lagi sebelum sang bibi datang, paman Anton ingin menunjukkan sesuatu pada dirinya.
"Oh iya paman lupa, paman ingin menunjukkan calon bibi baru untuk kamu,"
"Bibi baru?"
"Iya. Dan setelah surat perceraian paman dari Pangadilan keluar paman akan menikahinya,"
"Wow aku jadi penasaran, siapa wanita yang bisa merebut hati paman,"
Mendengar ucapan sang keponakan, paman Anton langsung menunjukkan foto wanita yang ada di ponselnya.
Bersambung....................
MARHABAN YA RAMADHAN
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya.
Selalu utamakan ibadah dulu ya gaes sebelum baca novel, apa lagi novel yang hot jelotot kaya bakso aci level mampus🤭🤭🤭🤭🤭 wkwkwk
__ADS_1
Dan untuk 2M akan tetap up date rutin seperti biasa, namun di harapkan bacanya jika sudah berbuka ya gaes.
Sekali lagi Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya, mohon maaf lahir dan bathin🙏🙏🙏🙏🙏