
"Pak cium saja, aku tidak akan menolak kok," ujar Mil saat Milano belum juga mencium bibirnya padahal dirinya sudah memajukan bibirnya lama.
"Mbak, mbak, kasihan itu mas nya pingsan," Suara ibu pemilik warung makan tersebut sambil menggoyangkan bahu Mil, saat melihat Milano sudah pingsan tidak sadarkan diri.
Tentu saja Mil yang mendengar ucapan ibu pemilik warung tersebut langsung membuka matanya, lalu menatap ke arah Milano yang masih berada di bawahnya.
Dan Mil pun begitu terkejut saat mendapati Milano tidak berdaya di bawahnya.
"Pak Mila bangun. Pak," Mil coba untuk membangunkan Milano dengan menepuk nepuk pipinya. "Pak bangunlah apa yang terjadi dengan Bapak? Apa Pak Mila sangat terpesona dengan bibir sexy milikku ini. Hingga membuat Pak Mila tidak sadarkan diri. Tenang saja Pak, bibir sexy ini hanya milik Pak Mila kok. Dan itu untuk selamanya," ucap Mil dan tersenyum sendiri tidak jelas.
Tentu saja membuat ibu pemilik warung tersebut langsung menggelengkan kepalanya. Lalu menepuk punggung Mil.
"Apaan sih Bu,"
"Ya ampun Mba. Mbak ini waras tidak sih, orang mas nya sedang pingsan malah di ajak bercanda,"
"Oh iya lupa Bu," sambung Mil, dan kembali menepuk nepuk pipi Milano untuk membangunkannya.
"Lebih baik kita bawa Mas ini ke dalam rumahku Mbak. Kasihan di sini terkena cipratan air hujan,"
"Boleh Bu. Terima kasih sebelumnya Bu," ujar Mil.
"Mari aku bantu,"
"Tidak usah Bu. Aku bisa mengangkat nya sendiri," tolak Mil.
__ADS_1
Dan benar saja Mil langsung mengangkat tubuh Milano dengan tangguh dan membopongnya masuk ke dalam rumah tersebut mengikuti ibu pemilik warung dan rumah tersebut.
Dan Mil langsung merebahkan tubuh Milano di atas balai bambu yang terdapat di ruang tamu rumah tersebut.
"Ya ampun Mbak. Mbak kuat sekali bisa membopong tubuh mas nya ini," salut ibu tersebut.
"Ibu juga pasti juga kuat, iya kan?"
"Tidak Mbak,"
"Tidak mungkin. Kalau malam malam di tindih sama suami ibu kuat apa tidak?"
"Ish itu mah beda lagi Mbak. Kan di tindihnya enak," jawab ibu tersebut sambil malu malu. "Ah hujan hujan jangan bicara yang aneh aneh Mbak. Mbak tunggu di sini. Aku akan mengambil minyak angin dulu," ujar ibu tersebut lalu pergi meninggalkan Mil.
Setelah kepergian ibu tersebut Mil langsung memukul bibirnya sendiri.
Mil terus mengolesi kening Milano dengan minyak angin yang tadi di berikan oleh pemilik warung dan rumah tersebut.
Namun sudah hampir satu jam Milano belum juga sadarkan diri, padahal hujan sudah reda dari tadi, dan matahari sudah tenggelam.
"Ya ampun Pak Mila. Lama sekali pingsannya," ucap Mil yang duduk di pinggiran balai bambu tersebut.
Kemudian Mil menatap minyak angin yang berada di tangannya, di mana minyak angin yang tadi penuh kini tinggal separuh.
"Apa minyak angin ini di tuang ke mata Pak Mila saja ya, biar melek," ujar Mil dan terus menatap minyak angin yang ada di tangannya. "Ah coba saja lah,"
__ADS_1
Dan Mil pun membuka tutup minyak angin tersebut, dan berniat untuk membuka mata Milano.
Namun baru saja Mil ingin memegang mata atasannya tersebut, mata Milano mulai terbuka.
Tentu saja membuat Mil mengurungkan niatnya, dan mengukir senyum ke arah Milano yang sudah membuka ke dua matanya.
"Syukurlah Pak Mila sudah sadar," ucap Mil antusias.
Namun tidak mendapat tanggapan dari Milano, yang sekarang mengedipkan matanya.
"Ya ampun Pak. Jangan genit genit kenapa, kan aku jadi malu,"
"Kamu bicara apa sih Mil. Ini kenapa mataku jadi perih," ujar Milano yang sekarang mengucek matanya. "Apa yang kamu lakukan padaku Mil?"
"Tidak ada Pak. Aku hanya mengolesi kening Pak Mila menggunakan minyak angin," jelas Mil sambil menunjukkan minyak angin yang berada di tangannya.
"Seberapa banyak minyak angin yang kamu oleskan?"
"Separuhnya Pak,"
"Ya ampun Mil," seru Milano lalu beranjak dari tidurnya dan ingin turun dari tempat tidur.
Namun karena masih merasakan pusing, Milano hilang keseimbangan dan meraih tangan Mil, yang juga kehilangan keseimbangan karena tidak bisa menahan tubuh Milano yang tiba tiba meraih tangannya.
Dan ke duanya langsung jatuh bersama di atas balai bambu tempatnya tadi Milano berada, dengan posisi Mil berada di bawah Milano.
__ADS_1
Bersambung......................
Skip puasa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣