SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Casing


__ADS_3

"Sialan!" teriak Angel dengan kencang dan penuh kekesalan, hingga semua pengunjung kantin menatap ke arahnya.


Ketika baru saja Mil merebut jus jeruk yang berada di tangannya lalu menyiram wajahnya dengan jus jeruk tersebut, hingga wajahnya basah, bukan hanya wajahnya, pakaian yang di kenakan nya pun basah kuyup.


Padahal awalnya Angel lah yang ingin menyiram wajah Mil terlebih dahulu.


Angel menatap ke arah Mil yang ada di hadapannya dengan tatapan kesal.


Kemudian Angel mengepalkan ke dua telapak tangannya dan mendekati Mil.


Bruk!


"Kurang ajar!" teriak Angel lagi saat dirinya sudah berada di atas lantai sambil meringis kesakitan.


Pasalnya baru saja Mil mendorong tubuhnya dengan kencang saat Angel ingin memukul tubuh Mil.


Lalu beberapa karyawan yang tadi hanya melihat ke dunya, kini menghampiri nya dan membantu Angel untuk berdiri.


"Dasar anak baru tidak tahu diri, awas saja nanti!" seru Angel saat sudah beranjak dari tempatnya.


"Kamu senior yang tidak tahu diri, harusnya sebagai senior mengajari anak baru, bukannya menindas nya," balas Mil yang ingin duduk kembali di kursinya dan ingin menyantap makan siang, karena perutnya sudah sangat lapar, mengingat lagi padi tadi tidak sempat sarapan dan hanya makan satu buah apel dan juga satu gelas susu.

__ADS_1


Namun saat Mil ingin duduk di kursi tangannya langsung di tarik oleh Angel dengan kencang hingga dirinya hampir saja kehilangan keseimbangan.


"Heh anak baru, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan ini padaku!" perintah Angel.


"Aku tidak mau,"


"Kurang ajar!" teriak Angel sambil mengangkat satu tangannya ingin menampar Mil.


Namun dengan sigap Mil menahan tangannya, lalu melepas tangan Angel dengan kasar hingga Angel mundur beberapa langkah.


"Awas kamu, aku akan melaporkan semua ini pada pak Mila, dan aku yakin pak Mila pasti akan langsung memecat mu hari ini juga!"


Namun Mil tidak menghiraukan apa yang baru saja Angel katakan, karena dirinya langsung meninggalkan kantin, dengan puluhan pasang mata yang menatap ke arahnya, dan banyak suara bisik bisik dari pengunjung kantin, yang sedang membicarakan keberaniannya dan tidak sedikit menyayangkan apa yang baru saja dilakukannya, namun Mil tidak mempedulikan apa yang mereka katakan, meskipun telinganya menangkap semua yang di katakan oleh pengunjung kantin tersebut.


Tanpa dirinya sadari jika Milano yang tadi melewati kantin saat ingin keluar kantor untuk makan siang, melihat semua yang di lakukan oleh Mil.


Dan Mil akhirnya keluar dari gedung untuk mencari makan di luar, yang ke betulan di seberang jalan tempatnya bekerja ada banyak penjual makanan yang tersusun rapi.


Akhirnya Mil memutuskan untuk makan gado gado, yang komplit dengan berbagai macam sayur.


Karena memang Mil harus tetap mengonsumsi sayur dan buah, dan menghindari makan makanan berlemak untuk menjaga kesehatan kulitnya.

__ADS_1


Baru juga Mil menyantap makanan yang terdapat di hadapannya dirinya di kejutkan dengan seseorang yang duduk tepat di sampingnya.


Lalu Mil, menoleh ke arah seseorang tersebut yang sangat dirinya kenal.


"Dari pada makan sayuran, enak makan bakso, mi ayam, soto daging, oh iya lebih enak lagi makan ayam goreng tepung dengan kulit krispi nya, beh kriuk kriuk gurih dan mantap," ucap seseorang yang duduk di samping Mil, mengabsen semua makanan kesukaan Mil.


Kemudian seseorang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Dino langsung mengulurkan tangannya kehadapan Mil.


"Perkenalkan aku Dino, pria tertampan yang bekerja di perusahaan Justin Corp, dan aku masih lajang,"


Bukannya mendapat jabatan tangan dari Mil, Dino malah mendapat cubitan tepat di perut nya.


"Aww sakit tahu,"


"Ingat Dina dan Q anak kamu,"


"Aku juga mengingat mereka Kamila," sambung Dino menyebut nama asli Mil.


Ucapan Dino tentu saja membuat Mil tidak percaya jika sahabatnya tersebut mengenalnya. Dan Mil pun langsung menautkan ke dua alisnya menatap ke arah Dino.


"Jangan menatapku begitu, awalnya aku tertipu dengan casing kamu ini, namun saat aku mendengar suara kamu tadi di kantin, aku yakin kamu Karmila," jelas Dino. "Tapi kenapa kamu bisa secantik ini Mil, aku jadi tertarik padamu, apa kamu mau jadi pacarku?"

__ADS_1


"Aw no, sakit!"


Bersambung................................


__ADS_2