SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Firasat Buruk


__ADS_3

Paman Anton memiliki firasat buruk saat tadi melihat bibi Maria sang mantan istri dan juga Angel putrinya keluar dari kamar hotel di mana Mil berada.


Bukan hanya itu, paman Anton juga memperhatikan tingkah Mil sang keponakan yang terlihat begitu berbeda saat tadi mengikat janji suci sehidup semati, dan juga resepsi pernikahannya.


Dan paman Anton langsung berpikir negatif dengan perubahan sikap Mil, yang di yakini nya ada hubungannya dengan kedatangan mantan istri dan juga putrinya.


Meskipun tadi paman Anton sudah menanyakan apa yang terjadi pada Mil.


Namun Mil hanya mengatakan sedang tidak enak badan.


Paman Anton yang sudah tiba di perumahan sang mantan istri, sengaja memarkirkan mobil yang di kendarai jauh dari rumah tersebut.


Lalu paman Anton melangkahkan kakinya menuju pintu rumah tersebut yang memang tidak tertutup rapat.


Dan telinga paman Anton mendengar jelas percakapan sang mantan istri dan juga putrinya tersebut.


"Apa mama yakin Mil akan percaya dengan semua ini?" tanya Angel yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama dengan bibi Maria.


"Seratus persen percaya. Apa kamu tidak melihat wajah Mil saat sedang duduk di atas pelaminan. Mama rasa di dalam hatinya sangat membenci Mila," jelas bibi Maria karena ke duanya tadi sempat melihat acara resepsi Mil dari kejauhan.


"Tapi aku kesal Ma. Ternyata Mil tetap menikah dengan Pak Mila,"


"Tenang saja sayang. Mama yakin Mil menikah dengan Mila, hanya ingin membalas dendam atas kematian ke dua orang tuanya," jelas bibi Maria yang begitu yakin dengan apa yang di ucapkan nya.

__ADS_1


Paman Anton yang menguping pembicaraan sang mantan istri dan juga sang putri, baru paham kenapa di hari pernikahannya Mil berubah sikap.


Kemudian paman Anton masuk ke dalam rumah, tentu saja langsung mengejutkan bibi Maria.


"Jadi kalian sudah menghasut Mil, dengan berita yang tidak benar?"


"Tidak benar kamu bilang Anton!" seru bibi Maria yang kini beranjak dari duduknya. "Apa kamu lupa apa yang terjadi pada kakakku, dan juga–"


Bibi Maria tidak meneruskan ucapannya saat menyadari ada sang putri di sampingnya.


"Dan aku tahu yang sebenarnya Maria. Karena kamu sudah mengusik kehidupan Mil dengan berita bohong itu. Maka jangan salahkan aku jika aku membuka kembali kecelakaan yang menimpa ke dua orang tua Mil,"


"Silakan saja. Karena memang Mila lah penyebab kecelakaan itu,"


"Apa kamu yakin?" tanya paman Anton sambil memicingkan sebelah alisnya.


"Aku tahu semuanya, dan ini saatnya aku memberi tahu yang sebenarnya pada Mil. Apa penyebab kecelakaan ke dua orang tuanya. Karena kamu, yang terlebih dahulu membuka lagi kronologi kecelakaan itu dengan membawa bawa nama Mila, dan membuat Mil salah paham,"


"Hay Anton, itulah kenyataanya,"


Paman Anton hanya membalas ucapan bibi Maria dengan senyuman sinis.


Kemudian paman Anton meninggalkan bibi Maria dan juga Angel tanpa mengatakan apa pun lagi.

__ADS_1


"Ma. Maksud perkataan papa apa sih?" tanya Angel selepas kepergian sang papa.


"Mama juga tidak tahu. Sudahlah jangan kamu dengarkan, lebih baik kita rencanakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya,"


*


*


*


Selepas kepulangannya dari rumah bibi Maria, paman Anton coba menghubungi ponsel Milano, berniat untuk memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Mil.


Karena tadi Milano sempat bertanya pada paman Anton dengan perubahan sikap Mil.


"Ya Ampun Mila. Di mana kamu, mudah mudahan Mil tidak melakukan apa pun padamu," ucap paman Anton saat menghubungi ponsel Milano namun tidak di jawab.


Entah mengapa paman Anton memiliki perasaan yang tidak enak tentang Milano.


Karena sempat beberapa kali melihat Mil sang keponakan mengepalkan tangannya sambil menatap Milano dengan tidak suka.


Dan paman Anton tidak pernah melihat ekspresi wajah Mil yang seperti itu.


Setelah beberapa kali menghubungi ponsel Milano yang tidak di angkat, sekarang paman Anton coba menghubungi ponsel Mil yang ternyata ponselnya mati.

__ADS_1


"Ya Tuhan." ucap paman Anton yang sekarang menaruh ponselnya dan fokus kembali mengendarai mobil miliknya menuju hotel di mana Milano dan juga Mil menginap.


Bersambung.............


__ADS_2