
"Kenapa tanggapan kamu malah seperti itu Mil. Aku mengatakan yg sejujurnya. Jika aku mencintaimu,"
"Aku tahu Pak Mila hanya ingin membuat aku melayang tinggi mendengar ucapan Pak Mila barusan. Dan setelahnya Pak Mila akan menjatuhkan aku hingga ke ujung bumi terdalam. Sudahlah aku tahu Pak Mila sedang berbohong padaku. Aku tahu persis jika Pak Mila tidak mencintaiku,"
"Apa kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan?"
"Tidak dong Pak Mila. Masa mengungkapkan cinta tidak romantis sekali," sambung Mil dan sekarang mengambil gelas yang ada di tangan Milano, saat gelas tersebut sudah kosong.
"Tidak romantis kamu bilang. Setelah apa yang aku lakukan?" ujar Milano lalu menautkan keningnya sambil menatap ke arah Mil.
"Pak Mila melakukan apa? Memberikan aku bunga? Cincin? Berlutut di hadapan aku dan mengatakan kata cinta? Tidak kan?" tanya Mil bertubi tubi.
"Itu tidak romantis. Tapi norak Mil,"
"Ck ck norak Pak Mila bilang? Ish sungguh tipe tipe pria tidak romantis," cibir Mil sambil melirik ke arah Milano.
"Romantis itu akan kalah dengan pria yang setia sepertiku Mil,"
"Dari mana Pak Mila tahu jika Pak Mila setia, mama Feli bilang Pak Mila saja tidak pernah memiliki kekasih mau bilang setia,"
"Apa kamu butuh bukti?"
__ADS_1
"Buktikan saja," jawab Mil yang ingin melangkahkan kakinya, namun tangannya langsung di cekal oleh Milano.
"Baik aku akan membuktikan padamu," Milano pun langsung menarik tangan Mil. Hingga Mil jatuh di atas tubuh Milano dengan wajah yang saling bertemu.
Sejenak keduanya saling pandang, sebelum Mil memejamkan matanya, karena dirinya yakin Milano akan mencium bibir nya seperti yang sudah sudah.
Namun saat Milano melihat Mil yang tiba tiba memejamkan matanya langsung mengukir senyum.
"Apa, kamu kira aku akan menciummu?" tanya Milano.
Tentu saja membuat Mil merasa malu lalu membuka ke dua matanya.
"Dasar menyebalkan! Tidak tahu apa aku sungguh menginginkan ciuman dari bibir mu," batin Mil sambil cemberut dan ingin beranjak dari atas tubuh Milano, namun langsung di tahan oleh Milano yang sekarang memeluknya.
Untuk beberapa saat ke duanya saling berpelukan sebelum Milano melonggarkan pelukannya.
"Apa kamu tidak percaya jika aku mencintaimu Mil?" tanya Milano.
Dan membuat Mil langsung menggeleng kan kepalanya. "Bagaimana aku akan percaya jika kamu mencintaiku, kamu itu kaku sekali seperti kanebo kering,"
"Mil. Aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaan yang baik dan benar, jadi maafkan aku. Tapi, aku sungguh sungguh sangat mencintaimu Mil, entah dari kapan rasa ini muncul. Tapi baru sekarang aku menyadari bahwa rasa yang aku rasakan ini adalah rasa cintaku padamu Mil. Apa kamu mau menjadi kekasihku?"
__ADS_1
Mendengar apa yang baru saja Milano katakan, Mil mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Milano.
"Apa kamu sungguh sungguh mencintai aku?" tanya Mil balik dengan air mata yang mulai membendung di ke dua pelupuk matanya, mendengar ucapan cinta dari Milano, meskipun tidaklah romantis. Namun ungkapan itu adalah ungkapan yang sangat berarti bagi Mil di dalam hidup nya, mengingat lagi Milano adalah satu satunya pria yang sudah mengisi seluruh hatinya tanpa ada celah.
"Tentu, jadi?"
Mil pun langsung menganggukkan kepalanya, mengiyakan jika dirinya tidak menolak untuk menjadi kekasih Milano, dan air mata yang tadi membendung kini membanjiri ke dua sudut matanya.
Melihat air mata Mil, Milano langsung menghapus air matanya.
"Kenapa kamu menangis Mil?"
"Tidak. Aku hanya merasa bahagia,"
"Dan aku berjanji. Akan selalu membuat kamu bahagia,"
"Terima kasih," sambung Mil.
Tapi tidak mendapat tanggapan dari Milano yang sekarang meraih dagu Mil dan ingin mencium bibirnya.
Namun dirinya urungkan saat pintu kamar ruang perawatan nya di buka dari luar, beriringan dengan kegaduhan.
__ADS_1
Bersambung..................