SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Bengkok


__ADS_3

"Jangan panggil Mila, panggil saja Mil bukannya aku tidak ingin berterima kasih ke pada mendiang ke dua orang tuaku yang sudah memberikan nama itu, tapi aku tidak ingin mengotori nama itu dengan tujuanku saat ini yang ingin membalas dendam, pada orang orang yang sudah menghina Mila,"


"Oke aku tahu," sambung Dina lalu menggenggam ke dua tangan Mil.


"Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan, katanya tadi kamu ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi sepertinya aku sudah mengatakan semuanya padamu, kenapa aku ingin mengubah penampilan aku dan juga yang lainnya," ujar Mil yang sudah mengatakan pada Dina semuanya.


"Bukan tentang itu,"


"Terus?" tanya Mil penasaran.


"Ini tentang Milano,"


"Ada apa dengan dia, apa kamu juga akan mengatakan jika dia tidak tertarik dengan wanita seperti yang tadi suami kamu katakan?"


"Bukan itu, Dino mah memang suka mengada ada, jadi begini Mil. Kamu kan sudah bisa dekat dengan Milano, alangkah baiknya kamu jangan terlalu menunjukkan jika kamu ingin mengejarnya, istilah nya jual mahal lah Mil,"


"Oh itu, kalau itu sih iya, tapi kadang kadang mulut ini tidak bisa di kontrol tahu, kan menyebalkan,"


"Jangan bicara jorok, kaya pernah lihat saja itu burung pria," sambung Dino yang baru keluar dari kamar setelah mengganti baju, lalu menghampiri sang istri dan juga Mil.


"Ish suami kamu sungguh menyebalkan Dina, padahal dia waktu kecil suka buang air kecil sambil lari lari loh," ujar Mil yang memang dulu rumahnya dan juga rumah Dino bersebelahan. "Bukan hanya itu Dina, burung suami kamu juga sempat kejepit pintu karena sering buang air kecil sembarangan,"


"Jangan mengumbar aib," sambung Dino sambil melempar cemilan yang ada di tangannya ke arah Mil, cemilan yang baru saja dirinya ambil dari atas meja ruang tamu di mana sekarang Dino sudah duduk di sisi sofa menghadap ke arah Mil dan juga sang istri.


"Oh pantas saja miliknya agak bengkok, jadi karena kejepit pintu," ujar Dina sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Bengkok bengkok tapi bikin kamu merem melek, terus sayang uh lebih dalam lagi, oh sayang aku sungguh tidak tahan terus sayang emm uhh," sambung Dino menirukan ucapan sang istri saat sedang berolah raga malam.


Tentu saja membuat Mil langsung menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Dino yang un faedah.


"Aku datang ke sini bukan untuk mendengar ucapan non faedah dari kalian,"


"Siapa bilang Mil, ini juga pelajaran loh Mil," ujar Dino.


"Pelajaran apaan, sudah lah kepala aku pusing jika mendengar perkataan kalian berdua," sambung Mil lalu beranjak dari duduknya.


"Bilang aja pengin iya kan," Ledek Dino.


"Dasar stres," seru Mil yang langsung meninggalkan ke dua sahabatnya untuk menghampiri Q yang sedang bermain sendiri di ruang keluarga.


Selepas kepergian Mil, Dino langsung berpindah posisi dan duduk di samping sang istri.


"Ogah! Cari saja sana madu, biar aku cari sugar daddy," sambung Dina dan beranjak dari duduknya.


"Oh sayang jangan marah, tadi kan aku tanya bercanda," ujar Dino yang mendapati sang istri pasti marah karena dirinya sempat mengatakan


madu.


"Bodo amat, seminggu tidak ada jatah titik,"


"Oh no sayang,"

__ADS_1


*


*


*


Sementara itu Angel yang baru tiba di rumah langsung marah marah tidak jelas sambil menendang apa saat yang di lalui nya.


Bibi Maria mendapati ada yang tidak beres dengan sang putri langsung menghampiri nya, saat Angel sudah duduk sambil menyadarkan punggungnya di sandaran sofa yang ada di ruang keluarga.


"Sayang ada apa?" tanya bibi Maria.


"Hari ini aku sedang kesal Ma,"


"Dengan siapa sayang?"


"Tentu saja dengan asisten baru pak Mila yang menyebalkan,"


"Jadi pak Mila sudah mendapatkan asisten?" tanya bibi Maria yang memang mengetahui segala hal di perusahaan Milano, karena Angel selalu menceritakan semuanya.


"Iya Ma, wanita cantik lagi. Dan baru sehari bekerja dia sudah berbuat kurang ajar padaku, mama tahu, dia menyiram aku dengan jus, bukan hanya, itu dia juga mendorong aku hingga aku jatuh," jelas Angel yang menceritakan semuanya.


"Kurang ajar sekali dia berbuat kasar pada anak mama, siapa dia? Apa kamu mengambil fotonya,"


"Mil, dan ini orangnya," ujar Angel yang langsung menunjukkan ponselnya, di mana tadi sempat mengambil foto Mil diam diam.

__ADS_1


Dan bibi Maria langsung menautkan ke dua alisnya saat melihat foto Mil di ponsel sang putri.


Bersambung.....................


__ADS_2