SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Iya


__ADS_3

Mil keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati ada Milano di dalam kamar, lalu Mil melepas jubah mandi yang masih melekat di tubuhnya dan menggantinya dengan dress rumahan sebatas lutut berwarna merah muda.


Mil yang ingin menutup koper miliknya setelah menggunakan dress, tidak jadi menutupnya, saat melihat lingerie warna merah maroon yang di berikan oleh mama Feli.


Mil mengambil lingerie tersebut dan meremasnya dengan kuat, dan ingin melempar lingerie tersebut ke tempat sampah yang ada di kamar tersebut.


Namun Mil urungkan dan mengembalikan lingerie tersebut ke dalam koper, saat pintu kamar hotelnya di buka, dan Mil yakini jika itu adalah Milano.


Namun dugaan Mil salah karena yang datang ke lamar tersebut adalah pelayanan yang mendorong troli yang penuh dengan makanan.


"Selamat malam Nona. Maaf menggangu, tadi Tuan Mila menyuruh saya untuk membawakan makan malam," jelas pelayanan tersebut, namun hanya di abaikan oleh Mil.


Dan setelah pelayan tersebut pergi meninggalkan kamar hotelnya, Mil melangkahkan kakinya mendekati troli berisi makan malam, karena Mil sengaja langsung menyuruh pelayanan tersebut keluar dari kamarnya.


Kemudian tangan Mil mengambil salah satu pisau makan yang ada di atas troli tersebut.


Mil mengangkat pisau makan yang ada di tangannya sambil tersenyum sinis.


Dan saat Mil masih mengamati pisau makan yang ada di tangannya.

__ADS_1


Tiba tiba pintu kamarnya di buka kembali, dan sekarang yang kembali adalah Milano.


Tentu saja Mil langsung menyembunyikan pisau yang ada di tangannya ke belakang punggung. Saat Mil sudah tahu apa yang akan dirinya lakukan dengan pisau tersebut.


Milano yang baru masuk ke dalam kamar hotel di mana Mil berada sambil membawa beberapa paper bag di tangan kanan dan juga kirinya, langsung melangkahkan kakinya mendekati Mil tak lupa mengukir senyum.


Namun Mil tidak membalas senyum Milano, karena Mil memalingkan wajahnya.


"Sayang sudah dong jangan marah marah lagi, kamu kalau marah tambah cantik dan bikin aku deg deg ser tahu, jadi jangan marah ya," ucap Milano saat sudah mendekati Mil.


Dan Milano sekarang mengangkat ke dua tangannya dan menunjukkan paper bag berisi beberapa macam coklat dari toko coklat yang letaknya tidak jauh dari hotel di mana dirinya berada.


"Singkirkan itu dari hadapan aku!" seru Mil dan menampik paper bag yang ada di tangan Milano dengan satu tangannya, karena tangan yang satunya masih memegang pisau makan di punggungnya.


Hingga paper bag yang ada di tangan Milano berjatuhan di atas lantai. Dan hal itu membuat Milano lebih terkejut lagi, karena selama ini tidak pernah mendapati Mil sekasar sekarang ini.


"Sayang sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Milano dan ini memegang lengannya, namun lagi dan lagi Mil menampiknya dengan kasar.


"Jangan pernah sentuh aku!"

__ADS_1


"Sayang. Sebenarnya ada apa denganmu. Kenapa kamu berubah seperti ini?"


"Jangan katakan apa pun lagi. Kali ini aku yang akan bertanya padamu. Apa kamu yang menabrak mobil yang di kendarai ke dua orang tua Karmila?"


Tentu saja Milano langsung menautkan ke dua alisnya mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Mil.


"Apa kamu tahu di mana Karmila?"


"Aku sedang bertanya padamu!" seru Mil. "Jadi jawab pertanyaan aku."


"Iya. Mobilku yang terlibat kecelakaan dengan mobil ke dua orang tua Karmila, tapi–"


"Cukup. Dan jangan katakan apa pun lagi," perintah Mil untuk menghentikan ucapan Milano.


Air mata kini menetes dan membasahi pipi Mil, setelah mendengar jawaban dari Milano. Dan semua yang di katakan oleh bibi Maria padanya adalah kebenaran, itu yang di pikir oleh Mil.


Melihat wanita yang sangat di cintai nya tiba tiba menangis. Tentu saja membuat Milano tidak tahan untuk tidak menghapus air mata yang ada di pipi Mil.


Namun baru saja Milano ingin menghapus air mata di pipi Mil. Dirinya langsung di dorong oleh Mil dan langsung menodongkan pisau yang ada di tangannya ke arah Milano.

__ADS_1


Bersambung.................


__ADS_2