SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Kekuatan Super


__ADS_3

Mil pun membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Milano yang baru saja menghentikan langkah nya.


"Bapak ini tidak tahu sebab keributan yang tadi terjadi, jadi Bapak tidak berhak menghakimi aku salah atau tidaknya, jadi Bapak diam saja,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Mil, Milano menautkan ke dua alisnya sambil menatap ke arahnya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Ya karena aku tahu, Bapak akan menyalahkan aku atas kejadian tadi siang, karena aku sudah menyiram jus jeruk pada sekretaris Bapak yang seksoy itu," jawab Mil, tentu saja membuat Milano tersenyum mendengar ucapannya. "Pak jangan tersenyum, senyuman Bapak melelahkan hatiku," ucap Mil yang langsung menutup mulutnya karena dirinya sudah keceplosan.


Dan Mil pun langsung membalik tubuhnya kembali ingin meninggalkan meja kerja Milano, saat dirinya malu dengan apa yang baru saja di katakan nya.


Namun lagi lagi langkah Mil, terhenti saat Milano memanggilnya.


"Apa aku menyuruh kamu untuk pergi?"


Mendengar pertanyaan Milano, Mil menghembuskan nafasnya kasar, lalu kembali membalik tubuhnya menghadap ke arah atasannya tersebut.


"Iya aku akui jika aku salah, karena aku sudah menyiram sekretaris Bapak dengan jus jeruk," ucap Mil meskipun dengan terpaksa.


"Bagus," sambung Milano meskipun dirinya tidak peduli dengan keributan yang tadi terjadi, meskipun tadi Angel meminta dirinya untuk menghukum Mil, namun Milano tidak mempedulikan nya

__ADS_1


"Jika tidak ada lagi yang ingin Bapak bicarakan, aku ingin kembali ke meja kerja ku Pak,"


"Enak saja, kopi buatan kamu ini tidak enak, cepat buatkan lagi,"


"Bukannya itu kopi yang selalu Bapak minum?"


"Iya, tapi hari ini aku ingin minum kopi yang sedikit manis,"


"Oh gampang itu Pak, tinggal Bapak minum kopinya sambil menatap wajah aku yang manis ini, pasti rasa kopinya jadi manis percaya padaku Pak,"


"Mil!"


"Iya sayang," sahut Mil lalu menutup mulutnya yang tidak bisa di kontrol.


Setelah jam kerjanya selesai, dan waktunya pulang kantor, Mil segera bergegas keluar dari ruang kerjanya meskipun Milano masih berada di meja kerjanya.


Tentu saja Mil, sudah mendapat ijin dari Milano untuk pulang dahulu.


Mil yang sudah keluar dari ruang kerjanya dan melangkahkan kakinya ingin menuju lift, di hadang oleh Angel dan juga dua orang lainnya tepat di hadapannya.


Mil pun hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Mil pada Angel yang berdiri tepat di hadapannya sambil melipat ke dua tangannya.


"Oh sadar diri rupanya,"


"Katakan saja, jika ingin gelut ayo aku ladenin, tapi jangan main jambak jambak kan itu sudah tidak keren," sambung Mil yang sekarang bertolak pinggang seolah menantang Angel.


"Ach sakit, kamu sungguh keterlaluan," ucap Angel sambil memegangi sebelah pipinya, dan ke dua wanita yang sadari tadi bersama Angel di samping kanan dan juga kirinya langsung menahan tubuh Angel.


Mil langsung menautkan ke dua alisnya melihat tingkah laku Angel, padahal dirinya baru saja menantang Angel.


Kemudian Mil melepas ke dua tangannya yang masih bertolak pinggang, lalu menatap ke dua telapak tangannya bergantian.


"Apa aku sekarang mempunyai kekuatan super?" tanya Mil dalam batin sambil mengukir senyum, pasalnya tadi dirinya sempat berpikir untuk menampar Angel jika dia berani macam macam dengannya.


"Pak Mila," ucap Angel dengan suara manja lalu menghampiri Milano yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, dan ingin menuju lift di mana barusan dirinya berada.


Mil langsung membalik tubuhnya untuk menatap ke arah Angel yang berdiri tepat di hadapan Milano sambil memegangi pipinya.


Tentu saja membuat Mil menggelengkan kepalanya, pikiran dirinya jika mempunyai kekuatan super hilang sudah, karena ternyata Angel hanya sedang berakting, ketika melihat Milano.


"Pak Mila, asisten pribadi Bapak menampar ku," ujar Angel yang masih memegangi pipinya.

__ADS_1


Bersambung....................


__ADS_2