
Paman Anton beranjak dari duduknya, setelah tadi duduk di pinggiran ranjang perawatan Mil, sambil menceritakan apa yang ingin di sampaikan nya pada Mil sang keponakan.
Lalu paman Anton menautkan keningnya saat sudah menoleh ke arah pintu di mana Milano baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Mil.
Kemudian paman Anton beralih menatap Mil yang kebetulan juga sedang menatapnya, setelah melihat Milano dengan rambut dan juga pakaian ya acak acakan.
Mil memegang tangan paman Anton, tentu saja paman Anton tahu artinya kenapa Mil memegang tangannya.
Dan paman Anton pun langsung menganggukkan kepalanya, tahu apa yang harus dilakukannya.
Paman Anton dengan segera melangkahkan kakinya mendekati Milano, yang terus menatap ke arah ranjang perawatan di mana Mil sang istri sedang terbaring di atasnya.
Dan senyum terukir dari ke dua sudut bibir Milano saat dirinya begitu bahagia karena bisa melihat sang istri kembali.
"Berhenti!" paman Anton menahan tubuh Milano saat ingin melangkahkan kakinya menuju ke ranjang perawatan sang istri.
"Om. Aku ingin menemui istri,"
"Tidak untuk sekarang. Lebih baik kamu keluar,"
"Tidak bisa. Aku akan menceritakan semua ke salah pahaman ini pada Mil. Aku tidak ingin ke salah pahaman ini berlarut larut Om,"
__ADS_1
"Percuma dan tidak ada gunanya," sambung paman Anton lalu menarik tangan Milano untuk keluar dari ruangan tersebut.
Meskipun Milano terus memberontak, namun akhirnya paman Anton bisa membawa Milano keluar dari ruang perawatan Mil.
"Om. Apa yang om lakukan!" seru Milano saat sudah berada di luar ruang perawatan sana istri.
"Ini demi kebaikan kamu dan juga Mil,"
"Kebaikan macam apa yang paman maksud. Om sudah berjanji padaku untuk membantu menyelesaikan ke salah pahaman ini, tapi apa yang Om lakukan ini,"
"Kamu tenang saja, semua akan baik baik saja. Lebih baik kita pulang sekarang,"
"Apa Om sudah gila! Menyuruh aku untuk pulang. Sementara aku belum menemui istriku dan menyelesaikan ke salah paham ini!"
Saat ke dua bola mata paman Anton melihat dua orang yang sangat dirinya kenal baru memasuki rumah sakit tersebut.
Milano terus memberontak saat paman Anton sekarang menyeret nya menuju mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari lobi rumah sakit.
"Om. Lepaskan aku!" seru Milano yang akhirnya bisa melepas tangan paman Anton yang terus menariknya, hingga berada di tempatnya sekarang.
"Paman akan menceritakan sesuatu padamu. Kenapa paman melakukan ini padamu," ujar paman Anton.
__ADS_1
Sementara itu Angel menghentikan langkahnya saat baru masuk ke dalam rumah sakit bersama dengan sang mama.
Ketika bibi Maria mengajak sang putri untuk ke rumah sakit di mana Mil berada.
Saat tadi Mil menghubungi bibi Maria untuk menjemput di rumah sakit, karena Mil ingin kembali tinggal bersama dengan bibi Maria.
Tentu saja bibi Maria yang memiliki berbagai cari licik, akhirnya dengan senang hati menjemput Mil, dan mengijinkan Mil tinggal di rumahnya.
Karena dengan Mil tinggal di rumahnya, tentu saja bibi Maria bisa menjadikan Mil sebagai boneka berjalan mengingat lagi bibi Maria sudah berhasil membuat Mil salah paham dengan kecelakaan beberapa tahun lalu yang menimpa ke dua orang tuanya.
Dan bibi Maria yakin dengan menjadikan Mil boneka berjalan, maka dengan mudah bibi Maria bisa menguras harta Milano lewat Mil. Saat bibi Maria yakin, Angel sang putri tidak mungkin bisa mendekati Milano, mengingat lagi cinta Milano pada Mil sangatlah besar.
"Sayang ada apa?" tanya bibi Maria saat sang putri masih menghentikan langkahnya.
"Kenapa juga mama ingin Mil tinggal di rumah kita. Apa mama tidak tahu aku sangat membencinya," kesal Angel sambil memajukan bibirnya.
"Kamu akan tahu nanti. Kenapa mama ingin dia tinggal bersama dengan kita," sambung bibi Maria sambil menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.
Milano yang sudah berada di dalam mobil bisa bernafas lega saat paman Anton menceritakan kenapa membawa dirinya keluar dari dalam rumah sakit, dan tidak mengizinkannya menemui Mil sang istri.
"Apa kamu paham?" tanya paman Anton setelah menceritakan kenapa tidak mengizinkan Milano menemui Mil.
__ADS_1
Dan Milano pun langsung menganggukkan kepala.
Bersambung...................